Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 5


__ADS_3

Setelah Bela ke dapur, tanpa basa-basi Zain langsung meminta nomor HP nya Sindy.


" Sin, boleh kah kita tukar nomor telpon, biar lebih akrab lagi". Zain


" Tukar nomor telpon? ". Sindy


" Iya, kan biar lebih akrab lagi gitu". Zain


" Hm... Nanti aja deh Zain ". Sindy


Sindy ragu untuk memberikan nomor telpon nya dan berpikir apakah harus memberikan nomor telpon kan sudah kenalan. Dengan polos nya cara berpikir Sindy.


Setelah beberapa menit di dapur Bela langsung membawakan dua gelas air teh kepada Zain dan Sindy.


" Akhirnya air minum nya datang juga. Lama banget kamu Bela". Zain bercanda


" Ah kamu, padahal kurang lama kan...? Kan? ". Jawab Bela


" Hm... Sindy silahkan diminum dulu air nya, biar ngak tegang". Bela


" Ah siapa juga yang tegang.". Jawab Sindy dengan malu.


" Tu pipi kamu memerah, kenapa? Kalian habis ngomongin apa". Tanya Bela Penasaran.


" Biasa lah, ngomongin kamu haa.. Haa.. " Jawab Zain


" Kamu tu ya Zain, bercanda terus". Bela


Tiba-tiba Sindy memotong candaan Zain dan Bela.


" Bela, Zain seperti nya sudah sore, aku harus pulang sekarang". Ucap Sindy


" Cepat banget, nginap aja deh Sindy! Pulang besok ya! ". Bela


" Jangan sekarang ya bel, Kapan-kapan aja soalnya besok aku kerja". Sindy


" Mau diantar pulangnya Sin? ". Tanya Zain


" Ngak usah, terimakasih Zain". Ucap Sindy


" Tapi bener ya Sin, kapan-kapan kamu nginap disini?". Bela


" Iya, kalau ada jadwal libur". Sindy

__ADS_1


" Oke deh" Bela


" Ibumu mana Bel, aku mau pamit pulang dulu". Sindy


" Ada di dapur Sin". Bela


Sindy langsung ke dapur dan pamit pulang kepada ibu Bela.


" Ibu Sindy pamit pulang ya soalnya sudah sore, takut kemalaman sampai rumah". Sindy


" Lo kok buru-buru Sin? ". Tanya ibu Bela


" Takut kemalaman bu". Jawab Sindy.


" Oh ya udah, sering-sering lah mampir Sindy ". Ibu Bela


" Iya insyaAllah kalau ada waktu luang nanti Sindy mampir". Sindy


" Hati-hati di jalan ya". Ibu Bela


" Baik ibu, assalamualaikum". Sindy


" Waalaikum Salam". Jawab ibu, Bela dan Zain


Sindy pun beranjak pulang, tetapi ia kemalaman, sesampainya dirumah Sindy di sambut oleh ibunya. Ayah nya juga ada , sebelum Sindy sampai dirumah ayahnya selalu bertanya kepada sang ibu.


" Ke rumah temannya ayah". Jawab ibu


" Teman yang mana? Cewek atau cowok? ". Ayah dengan nada kasar.


" Cewek ayah, itu lo teman sekolah nya Bela ". Ucap ibu


" Oh,. Jangan sampai Sindy keluar dengan cowok ngak baik ya bu, aku mau anak kita sukses sebelum kita trade". Ucap ayah


" Sstt.. Kenapa ayah ngomong nya begitu, ngak boleh ayah". Ibu


"Lo kan memang betul, kita makhluk hidup semua pasti akan mati, aku mau liat anakku sukses sebelum ia menikah". Ayah


" Sudahlah ayah, ayah ngomong nya kemana-mana". Ucap ibu


Tiba-tiba suara sepeda motor Sindy terdengar, ibu pun langsung menyambut anaknya dan berkata.


" Lama sekali kamu Sindy, jam segini baru sampai. Jangan terlalu sering pergi sendiri". Ibu

__ADS_1


" Sindy ke rumahnya Bela ibu, kangen sudah Lama tidak bertemu". Sindy


" Iya, tapi jangan pulang larut malam, bahaya sin". Ibu


" Sindy!! Kesini!! ". Ayah memanggil dengan Nada tinggi


Ayah Sindy adalah seorang ayah yang tegas mendidik anaknya, tetapi cara nya mendidik nya terkadang membuat hati anaknya tertekan, sehingga menyebabkan sang anak takut setakut-takutnya kepada ayahnya.


" Dari mana saja kamu dari pagi ayah tidak melihamu dan sekarang baru pulang. Kamu tau kan ini sudah malam". Ucap ayah kepada Sindy


" Sindy ke rumah Bela ayah". Jawab Sindy ketakutan


" Kenapa kamu tidak bilang kepada ayah kalau mau pergi? ". Ayah marah


Sindy terdiam dan menetes kan air mata karena ketakutan mendengar suara ayahnya yang keras.


" Sindy jawab pertanyaan ayah". Ucap ayah


" Sindy... Sindy buru-buru ayah, ketika Sindy berangkat ayah masih tidur jadi Sindy langsung bilang ke ibu untuk ke rumah Bela ". Sindy


" Lain kali kalau mau pergi bilang ayah jangan main pergi aja, ayah tidak mau sampai terjadi sesuatu kepada mu, kamu ingat itu". Ayah


" Baik ayah, maaf kan Sindy". Sindy


"Em... ". Jawab ayah


Seketika Sindy langsung terlihat lemas, karena setiap bertemu dengan pria manapun, meskipun sang ayah tidak melihat nya, seolah-olah ayahnya tau kalau putrinya akan dekat dengan pria. Sifat ayah nya Sindy selain tegas ia juga sensitif jika mengetahui putrinya berpacaran dengan pria sebelum anaknya sukses.


Ibu Sindy mendatangi nya dan berkata kepada Sindy.


" Jangan kamu pikirkan kata-kata ayahmu, dia begitu hanya ingin yang terbaik untuk masa depanmu nak". Ibu


" Tapi ibu, aku kan hanya ke rumah Bela, tidak keluyuran kemana-mana kok'. Sindy


" Iya, ibu tau itu Sin". Ibu


" Sabar ya, sekarang istirahat karena besok kamu harus bekerja".


" Baik ibu ". Sindy


Sindy langsung ke kamar ganti baju tanpa harus mandi. Setelah seharian pergi sampai ke rumah Sindy langsung istirahat. Tidak semangat karena di nasehati sang ayah.


" Ngak usah deh tukar nomor telpon dengan sepupu Bela, kalau ayah tau bisa-bisa marah besar". Pikir Sindy

__ADS_1


Sindy ketika itu langsung tidur karena besok ia masuk kerja seperti biasa. Sindy tidak akan khawatir karena besok ia shift pagi, jadi pulang nya lebih awal, Sindy tidak akan ketakutan.


" Besok aku harus bangun pagi, jangan sampai terlambat". Sindy


__ADS_2