
" Semoga ayah dan Ibu mengizinkan ku pergi ke rumah Bela". ucap Sindy sendirian
Sindy menghampiri ayah Dan Ibu nya untuk meminta Izin pergi menginap ke rumah Bela.
Kebetulan ayah dan Ibu nya sedang duduk santai diteras rumah nya, terlihat mood ayah dan Ibu lagi baik.
" Ayah, Ibu lagi apa? ". Tanya Sindy menghampiri nya
" Lagi santai saja". jawab ayah dan ibu barengan.
" So Sweet banget ibu dan ayah jawab nya saja sama, Udah gitu barengan lagi ngomongnya. Sweet deh ". Ucap Sindy bercanda
" Ah kamu, ada apa ni ". Tanya ayah, sedang kan ibu tersenyum dengan candaan Sindy.
" Hee.. begini yah, bu. Teman Sindy si Bela ayah dan ibu ingatkan? ". Tanya Sindy
" Iya ingat kenapa dengan Bela ". Tanya ayah dan ibu
" Dia baru seminggu lahiran, kalau boleh Sindy mau jenguk dia, tapi karena rumah Bela jauh, Sindy nginap di rumah nya boleh ngak yah, bu? ". Sindy meminta Izin kepada Ibu dan ayahnya.
" Mau pergi sama siapa dari Sini, kan jauh ke rumah bela? " Tanya ayah sebelum mengizinkan Sindy
" Pergi Sendiri. Kan Sindy dari Sini pergi nya Siang ayah, boleh ya ayah? ". Tanya Sindy kembali
" Tanya Ibu mu lah! ". Jawab ayah memberi perintah, jika Ibu mengizinkan berarti ayah juga mengizinkan.
" Bu". Ucap Sindy sambil memegang tangan Ibunya " Boleh ya Bu" Sindy merayu Ibu.
__ADS_1
Tidak lama Ibu langsung mengatakan " Iya boleh, berapa lama nginap nya ".Tanya Ibu
" Paling lama 3 hari ya bu, ayah". Jawab Sindy
" Hm ". Jawab Ibu sambil tersenyum pertanda Ibu mengizinkan
" Yeees.. Terimakasih yah, Bu". Ucap Sindy
Ketika Sindy mau berdiri, tiba-tiba sang ayah berkata " Ets tunggu dulu! ". Ucap sang ayah
" Waduh apa lagi ni". Batin Sindy seketika panik " Jangan-jangan ayah mau bahas yang kemarin lagi". Batin Sindy
" Iya ayah, ada apa Ya". Jawab Sindy mulai cemas.
" Ayah mau tau bagaimana lamaran mu, apakah sudah ada panggilan? ". Tanya ayah membuat Sindy panik.
" Kalau bisa kamu jangan hanya menunggu Sin, harus di cari lagi". Perintah ayah
" Iya Ayah, Sindy boleh pergi siap-siap sekarang ayah? ". Tanya Sindy lagi
" Baiklah Sin, jangan di lupakan tanggung jawab mu itu". Ucap ayah, tetapi Ibu hanya terdiam sambil memandang Sindy
" Iya ayah aku pasti tidak akan lupa". Jawab Sindy
" Baikkah" Jawab Ayah
" Sudah tidak ada lagi kan? ". Tanya Sindy kembali
__ADS_1
" Iya ". Jawab Ayah
Dengan sangat semangat Sindy menyiapkan pakaian dan barang-barang yang akan di bawa ke tempat Bela. Sebelum pergi Sindy harus mengabari Zain ketika di perjalanan Zain tidak menghubunginya lagi.
" Zain sebentar lagi aku berangkat ke rumah Bela, ayah dan Ibu ku mengizinkan ku untuk menginap". Sindy mengabari Zain sebelum pergi.
" Oh Iya Sin, syukur deh. Apa kamu mau aku jemput? ". Tanya Zain menawarkan diri untuk menjemput Sindy.
" Tidak usah Zain, aku tidak ingin ayah ku salah sangka kepada ku nantinya". Jawab Sindy
" Baiklah kalau itu mau mu Sin". Ucap Zain
" Iya, Terimakasih ya sebelum nya". Ucap Sindy
" Tidak perlu berterimakasih begitu Sin, santai saja". Jawab Zain
" Hm... Sekarang aku sudah mau berangkat ni". Ucap Sindy
" Oh iya sin, kamu hati-hati di jalan, jangan mengebut ya! ". Perintah Zain menunjukan sedikit perhatian nya .
" Iya". Jawab Sindy Singkat.
Batin Sindy " Semua sudah di bawa, hm.. ada yang tinggal ngak ya ". Sambil mengingat bar and yang dibawanya.
" Sepertinya sudah lengkap semua deh". Ucap Sindy sendirian
Setelah menyiapkan semua nya, Sindy pamit kepada Ibu dan ayahnya untuk berangkat pada hari itu juga.
__ADS_1