
Ibu Bela berkata " Sin, kamu makan dulu lah, Zain kan sudah datang ". perintah Ibu Bela.
" Iya bu". Jawab Sindy. Kemudian berkata" Apa kamu sudah makan Zain". Sindy bertanya dengan Zain yang sedang duduk di kursi tamu itu.
" Sudah Sin, kamu makan lah sana". Jawab Zain
" Oke Zain".Jawab Sindy
Setelah Sindy selesai makan siang tidak lama kemudian Zain langsung mengajaknya pergi ke danau untuk liburan bersama.
" Bu, Bela, kami berangkat dulu ya! agar tidak kemalaman pulang nya nanti". Pamit Sindy pergi
" Oh iya Sin, kalian hati-hati pulang nya". Jawab Ibu dan juga Bela
" Iya Bu, Iya Bela". Jawab Sindy dan memakai sendal milik nya.
" Sudah Siap? ". Tanya Zain yang sedang duduk di atas motornya sedangkan Sindy baru saja menaiki sepeda motor Zain.
" Iya Sudah". Jawab Sindy yang sudah duduk di atas motor zain.
Zain menyalakan sepeda motornya dan langsung berangkat, di perjalanan Sindy sesaat terdiam tanpa bicara Dan memang kenyataannya Sindy orang nya sangat pemalu.
Jika tidak di mulai untuk bicara, dia tidak akan bicara duluan. Selalu saja Zain yang mulai bertanya, tetapi Zain tidak mempermasalahkannya.
" Sin.... "?. Ucap Zain
" Iya, Kenapa Zain? ". Tanya Sindy
__ADS_1
" Kamu kenapa diam? bicaralah agar aku tidak mengantuk saat berkendara". Jawab Zain
" Iya kamu bicara saja Zain, nanti akan aku jawab ". Ucap Sindy yang tidak bisa memulai segalanya.
" Kamu ini bagaimana sih Sin, di suruh bicara malah balik menyuruh ku". Jawab Zain Heran.
" Ya tidak apa lah, Kamu saja yang mulai bicara". Ucap Sindy
" Sindy.... Sindy... kamu itu aneh, terkadang kamu lucu Sih". Jawab Zain kesal dan memuji.
" O ya... Lucu nya di mana ya". Tanya Sindy saat dipuji Zain.
" Kamu tidak perlu tahu, biar aku dan Tuhan yang tahu". Jawab Zain Sambil tertawa
" Memang nya kenapa tidak boleh tahu? Kan kamu bilang aku lucu, aku harus tahu dong aku lucu nya di mana? Ya kan? ". Tanya Sindy
" Ternyata tidak jauh dari rumah Bela ya, Kenapa tidak dari kemarin ajak aku Kesini ". Jawab Sindy terpesona dengan keindahan danau yang benar-benar masih alami.
Baru sampai saja Sindy sudah menyiapkan camera milik nya untuk mengabadikan moment bahagia nya itu.
" Sini... sini... kita foto bareng dulu Zain". Ajak Sindy yang sangat semangat untuk mengambil moment berdua, sesaat lupa dengan kenzo.
" Iya, sebentar". Ucap Zain Sambil menata rambutnya agar terlihat rapi.
cekrek... cekrek... cekrek...
Setelah beberapa kali mengabadikan moment nya lalu Sindy meminta untuk di foto kan sendiri saja.
__ADS_1
" Aku sendiri Zain, tolong di foto ". Minta Sindy untuk di foto sendiri.
" Iya, Sini ". Sambil mengambil camera nya dari tangan Sindy
Cekrek... cekrek... cekrek...
" Sini, gantian aku yang ambil foto mu Zain". Ucap Sindy sambil mengambil camera nya untuk bergantian.
" Iya". Jawab Zain menyerahkan camera nya.
" Cekrek... cekrek... cekrek...
Untuk urusan liburan, Foto-foto, Sindy dan Zain memang 1 frekuensi. Punya kesamaan yang sama. Jadi, kalau masalah liburan mereka adalah pasangan serasi.
" Duduk dulu yuk Zain, Panas juga cuaca hari ini". Ucap Sindy
" Iya Sin, benar-benar panas. Tapi disini tidak ada yang berjualan, jadi kita tidak bisa beli minuman". Ucap Zain
" Iya tidak masalah. Nanti kita akan beli di luar saja Zain". Jawab Sindy
" Kamu tidak haus ya Sin". Tanya Zain yang saat itu merasa kehausan.
" Haus. tapi kan sekarang kita lagi di tempat yang tidak ada berjualan minuman Zain. Jadi nanti keluar dari danau ini kita beli ". Jawab Sindy
" Ya sudah Sin ". Jawab Zain pasrah menahan Haus.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nyaš jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nyaš„°
__ADS_1
Terimakasih semuanya salam kenal dari authorš„°