Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 72


__ADS_3

"Bukan Bos kita Sin, tapi Jack yang kirim." jawab Desi setelah menyaksikan ekspresi lucu dari Sindy barulah ia memberitahukan yang sebenarnya.


"Kok bisa bang Jack. kan dia bukan Bos?." Sindy merasa heran mengapa bisa Jack.


"Dia kan tinggal di sini, kalau ada masalah tentang kantor yang ngecek duluan biasa nya dia." jawab Desi.


"Oh begitu ya kak, jadi dia ada wewenang lihat-lihat CCTV ya." tanya Sindy


"Iya, bisa. Sekarang aja kita, mungkin sedang di lihat oleh jack." jawab Desi.


"Ah yang benar saja kak, emang bang Jack itu tidak kerja ya?." Sindy semakin penasaran.


"Ada. Kan bisa sambil lihat Sin." jawab Desi.


Sejak hari itu Sindy semakin hati-hati dalam bekerja dan santai. Karena Sindy berpikir takut selalu diperhatikan.


Benar saja apa yang Sindy pikirkan, setiap hari, setiap datang ke kantor, Jack lah orang pertama yang memantau dari Camera CCTV.


Siapa yang datang awal dan siapa yang tidak masuk bekerja, dia selalu tahu apa yang karyawan kerjakan jika sudah berada di area kantor, baik di dalam ruangan atau di luar.

__ADS_1


"Pantes aja kemarin bang Jack tahu kalau aku sedang ngobrol dengan panji waktu itu kak." ucap Sindy mengingat kejadian kemarin.


"Iya, karena dia melihat dari CCTV. Itu di atas kepala kita." Desi menunjukkan arah CCTV.


"Baru sadar kak dan baru tahu." ucap Sindy.


"Makanya kalau kakak pusing pengen pulang, kakak pasti angkat tangan ke camera, itu berarti kakak tidak kuat/sakit." Ucap Desi kemudian.


"Siapa yang lihat biasa pas kakak angkat tangan." tanya Sindy masih dengan pembahasan CCTV.


"Kadang Bos kita. Kadang juga Jack yang lihat." jawab Desi.


"Berarti selama ini waktu Sindy tidak sengaja tertidur, berarti di lihat Bang Jack lah kak ya." tanya Sindy kembali.


Batin Sindy, "Mulai sekarang aku harus hati-hati dalam melakukan sesuatu."


Keesokan Hari nya, Sindy adalah karyawan yang selalu datang lebih awal dari karyawan lainnya.


Sambil menunggu kunci kantor di berikan, Sindy duduk di kursi tunggu di luar area kantor.

__ADS_1


Seperti biasa Jack memantau dari camera CCTV, setelah melihat ada Sindy yang sudah duduk di luar, Jack kemudian keluar dari Kamar nya dan menyerahkan kunci kantor.


"Ini kak kunci kantornya." Jack memberikan kunci kantor karena ia tahu Sindy mau membersihkan kantor terlebih dahulu sebelum ia mulai bekerja.


"Terimakasih bang." jawab Sindy sambil mengambil kunci di tangan Jack dan tidak Lupa Sindy tersenyum sebagai rasa hormat nya kepada senior yang sudah lama bekerja dengan Bos pemilik kantor tersebut.


"Iya Sama-sama." jawab Jack, Ia melihat motor Kantor masih berada di dalam, ia mencoba meringankan pekerjaan Sindy dengan membantu nya mengeluarkan motor yang ada di dalam.


Ketika Sindy membuka pintu kantor dan langsung mengambil pel lantai dan sapu lantai, tiba-tiba melihat Jack sudah mengambil alih untuk mengeluarkan motor kantor.


"Terimakasih bang sudah bantu keluarkan motornya." ucap Sindy ketika Jack mau ke Kamar nya.


"Iya Sama-sama, ada yang perlu di bantu lagi?." tanya Jack kembali setelah mendengar Sindy berterimakasih kepada nya.


"Tidak ada bang." jawab Sindy sambil tersenyum kepada Jack.


Dan diam-diam Jack menyukai senyum manis seorang Sindy itu, tetapi ia tidak memperlihatkannya, seperti lelaki yang cuek saja, siapa yang menyangka ia mempunyai rasa kepada Sindy.


Bahkan Sindy saja tidak mengetahui Isi hati Jack, karena ketika bertemu dia tampak biasa saja tidak menunjukkan rasa cinta atau suka seperti panji yang terang-terangan menyatakan perasaan nya.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nyašŸ™ jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🄰


Terimakasih semuanya salam kenal dari author🄰


__ADS_2