
"Benarkah. Ini seperti mimpi." jawab Sindy membalas Chat Tiko.
"Kenapa mimpi, ini serius. Kalau kamu mau." ucap Tiko membuat hati Sindy seketika berbunga-bunga, melayang tinggi ke awan. karena Tiko adalah jodoh yang diimpikannya.
"Mau banget. kamu ngak bohong kan Ko?." tanya Sindy yang menginginkan kepastian.
"Iya tidak, semoga kita istiqomah ya." ucap Tiko meyakinkan Sindy.
"Aamiin." Dengan sangat senang Sindy berdoa istikharahnya semoga ia berjodoh dengan Tiko.
Sedangkan Sindy membalas chat Jack, "Jangan datang bang, nanti kalau abang datang takut abang kecewa karena di tolak." ucap Sindy mematahkan semangat Jack.
"Tega nya, belum juga datang sudah di patahkan semangat abang." jawab Jack yang masih nekat mendekati padahal sudah jelas di tolak oleh Sindy.
"Ya kan benar, dari pada buang waktu abang yang berharga menjadi sia-sia kan kasihan." ucap Sindy benar-benar membuat Jack ingin mundur, tetapi Bos dan Desi tetap meyakinkan Jack untuk maju saja.
"Abang Sih tetap akan usaha, untuk urusan diterima atau tidak urusan belakang, yang penting niat abang sungguh-sungguh ingin serius." jawab Jack dengan yakin karena selalu di suport oleh orang terdekat nya.
__ADS_1
"Terserah abang lah." jawab Sindy memberikan ruang meskipun saat itu Sindy tidak menyukainya dan membiarkan semua mengalir begitu saja.
"Haaaa... jawab begitu dari tadikan enak, jadi abang lebih semangat ni." ucap Jack semakin bersemangat.
Sindy masih merasa aneh dengan kemunculan Tiko yang secara tiba-tiba dan bersamaan dengan Jack yang ingin serius dan diantara hubungan nya dengan Zain.
Padahal Tiko adalah orang yang sudah bertahun-tahun di sukai Sindy mengatakan yang memang keinginan Sindy jauh sebelum Zain datang.
Sindy merasa bingung bagaimana dengan perasaannya, Ada 3 pria yang menunjukkan perasaan kepada Sindy ingin menikahinya.
Sejak saat itu, ia memperkuat keimanan nya, mulai bulan ramadhan sampai akan memutuskan pilihannya ia tetap shalat istikharah.
Pada suatu hari, Jack berniat untuk silaturahmi ke rumah Sindy, awal nya Sindy melarang tetapi ia bilang kepada ibunya bahwa ada pria yang mau serius kepada nya dan ingin ke rumah.
" Bu, ada karyawan Bos tempat Sindy bekerja ingin serius, dan ingin silaturahmi ke rumah bu." ucap Sindy kepada ibunya.
"Siapa? bagaimana orangnya." tanya Ibunya.
__ADS_1
"Jack, namanya. orangnya dewasa. hm nanti ibu lihat sendiri saja lah." jawab Sindy
"Iya, silahkan saja kalau dia ingin ke sini." ucap ibu mengizinkan.
"Tapi ayah, bagaimana?." Sindy takut kalau ayah nya akan marah.
"Tidak apa Sin." jawab ibu.
"Baiklah."
Sindy mengizinkan Jack untuk ke rumah dan bertemu dengan ibu dan ayah nya.
"Abang boleh ke rumah, tapi Nanti kalau bertemu dengan ayah jangan heran ya, soalnya ayah Sindy galak dan cuek." ucap Sindy mengatakan tentang ayah nya yang tidak mengizinkan anak perempuannya dekat dengan pria yang belum ia kenal.
"Alhamdulillah sudah di izinkan, tidak masalah sin, mungkin ayah mu cuek karena ada sebabnya." jawab Jack yakin bahwa ayah Sindy tidak akan cuek kepadanya.
"Iya, Sindy cuma kasih tahu kalau nanti dicuekin kan abang tidak kaget." ucap Sindy yakin bahwa ayah nya akan bersikap cuek dan sinis jika bertemu teman lelaki Sindy.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰