Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 21


__ADS_3

" Iya benar Sin, cek aja dulu ya ".Tisa menyuruh Sindy mengecek M-banking nya karena uang pesangon nya Sindy sudah dicairkan.


" Oke Tisa, makasih info nya ya ". Sindy sangat senang mendapat kabar dari tisa, Sindy langsung mengecek M-banking nya.


" Alhamdulillah ternyata masih ada yang aku terima untuk bayar cicilan sepeda motor ku". Ucap Sindy setelah melihat M-banking nya, sesaat suasana hati nya berubah bahagia.


" Iya Sin, sebentar lagi kan kamu harus bayar cicilan mu, semoga cukup untuk bayar cicilan Sin". Ucap Tisa


" Iya Tisa, ini sungguh melegakan ku". Ucap Sindy


" Syukur lah Sin, semoga secepatnya kamu di panggil bekerja '. Tisa berdoa untuk Sindy agar segera mendapat pekerjaan


" aamiin, makasih ya Tisa ". Ucap Sindy


" iya Sama-sama Sindy ". Ucap Tisa


" Tisa gimana sekarang yang kerja di tempat mu semakin ramai ya". Tanya Sindy menanyakan teman sekerjanya


"Tidak Sin, banyak yang berhenti sekarang, aku juga berpikir akan berhenti tetapi katanya bonus akan dicairkan Karena aku sering mencapai target". Jawab Tisa yang ingin berhenti bekerja Karena tidak senang Karena Sindy tidak di tempat yang sama.


" kenapa berhenti sayang dong Tisa, lanjut saja lah! ". Ucap Sindy


" Aku tidak yakin akan lanjut Sin, aku sedih tidak ada kamu, kita di terima kerja Sama-sama tapi sekarang kamu sudah tidak disini lagi". Ucap Tisa

__ADS_1


" Ya kan memang jalan nya begitu, rezeki kamu di situ Tisa". Jawab Sindy


" Tapi kemungkinan aku akan mengundurkan diri Sin, Teman-teman yang satu angkatan dengan kita masuk kerja juga banyak yang Mau berhenti, jadi aku juga memutuskan untuk berhenti". Tisa mengungkapkan semua nya kepada Sindy


" Kalau begitu keputusanmu aku tidak bisa memaksakan untuk membuatmu tetap bekerja di situ, sayang bonus nya besar pasti ". Jawab Sindy


" Tidak masalah Sindy, aku akan cari kerja di tempat yang lebih dekat dengan tempat tinggal ku". Ucap Tisa


" Baiklah Tisa kalau begitu, nanti kita cari sama-sama ya". Jawab Sindy yang selalu menginginkan kerja bersama dengan tisa.


" Oke Siap Sindy". Ucap Tisa


Sindy baru tersenyum setelah chat dengan Tisa meskipun pembahasannya mengenai pekerjaan tetapi keberadaan seorang sahabat yang melengkapi kebahagiaannya.


" Ibu ". Tiba-tiba ayah memanggil ibu, setelah Sindy chat dengan Tisa lalu mendengar teriakan ayah memanggil Ibunya


" Sindy sudah bangun belum dari tidur nya? ". Tanya ayah


" Mungkin sudah bangun ayah, ada apa ayah? ". Jawab Ibu


" Tolong panggil kan Sindy Ibu, ayah ingin bicara". Ayah meminta tolong kepada Ibu untuk memanggil Sindy yang masih di dalam kamarnya.


"Iya ayah, tapi Jangan terlalu kasar bicara nya ya ayah! ". Minta Ibu kepada Ayah

__ADS_1


" Iya". Jawab Ayah


Tok... Tok... Tok..


" Sin, kamu sudah bangun nak ". Tanya Ibu sambil mengetok pintu kamar Sindy


" Iya Sudah Ibu, Sebentar". Sindy membukakan Ibunya pintu


" Ada apa Ibu ". Tanya Sindy ketika membukakan pintu dan berusaha menutupi matanya yang terlihat habis menangis


" Kenapa mata mu merah dan bengkak begitu Sindy? ". Tanya Ibu


" Tidak apa-apa Ibu, tadi Sindy kelilipan ". Jawab Sindy


" Ibu yakin kamu sedang berbohong, ya sudah sekarang temui ayahmu, dia ingin bicara". Kata Ibu menyampaikan perintah ayah nya


" Iya Ibu Sindy akan temui ayah". Jawab Sindy dan langsung menuju kursi depan tempat ayah nya duduk


" Ada apa ayah ? ". Tanya Sindy tepat di samping ayah nya


" Sini duduk! ". Pinta Ayah nya


" Kenapa mata mu bengkak? ". Tanya Ayah seakan tidak mengetahuinya padahal tadi pagi jelas-jelas ayah melihat Sindy menangis Karena membahas masalah berhenti bekerja itu

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa ayah". Jawab Sindy singkat dan ayah tidak menghiraukannya lagi


" Apa kamu sudah belajar cara membuat surat lamaran kerja dengan Kakak mu? ". Tanya Ayah yang tidak mengetahui seharian Sindy menangis karena itu.


__ADS_2