Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 57


__ADS_3

Keesokan Harinya Sindy sudah terbangun lebih awal dari biasanya karena hari ini Sindy akan pulang.


Sindy ke kamar mandi lebih awal karena ingin pulang saat pagi sekali melihat cuaca di pagi hari tidak panas.


"Awal kamu bangun Sin." tanya Ibu Bela saat melihat Sindy melewati dapur.


"Iya bu, rencana Sindy mau pulang pagi-pagi bu, agar tidak terlalu panas begitu bu." jawabnya.


"Oh begitu ya. Kalau kamu kedinginan coba panaskan saja air nya untuk mandi Sin." ucap Ibu Bela.


"Tidak perlu bu, lagian airnya tidak terlalu dingin kok bu." jawab Sindy


"Baiklah kalau kamu tahan Sin." ucap Ibu tidak memaksa.


"Iya pasti tahan kok bu." jawab Sindy sombong, setelah selesai mandi barulah Sindy merasa kedinginan.


Setelah selesai mandi, sindy yang tengah bersiap-siap kaget dengan kedatangan Zain secara tiba-tiba.


Ternyata maksud dan kedatangannya untuk mengantarkan Sindy pulang, tetapi Sindy menolak, karena saat datang ke rumah bela Sindy membawa kendaraan sendiri.


"Kenapa kamu datang sepagi ini Zain." tanya Bela.

__ADS_1


"Aku rasa aku akan mengantar Sindy pulang dengan selamat Bel." jawab Zain semangat.


"Eh ... Tidak usah Zain. Aku kan sudah ada bawa sepeda motor". ucap Sindy menolak.


"Yakin tidak mau Sin, kan bisa berjaga-jaga kalau kau kenapa-napa nanti." tanya Zain yang sudah siap berangkat.


"Jangan disebut yang aneh-aneh Zain." ucap Sindy.


"Maaf Sin. Jadi sekarang aku tidak boleh mengantar mu ya." tanya Zain sekali lagi.


"Bagaimana ya, soalnya aku juga bawa kendaraan sendiri, kalau ngak bawa si, ngak bakal aku tolak Zain." jawab Sindy masih menolak Zain.


"Sudah. Terima saja Sindy. lagian itu niat baik Zain loh." ucap Bela.


"Ya sudah lah terserah kamu Zain." Akhirnya Sindy menerima permintaan Zain untuk mengantarkan nya pulang.


Sindy mengeluarkan barang-barangnya dari kamar dan menyimpannya di depan sepeda motor Milik nya.


"Mau aku bantu bawakan tidak?." tanya Zain kepada Sindy yang tengah menyusun barangnya.


"Tidak perlu Zain. Terimakasih." jawab Sindy yang lagi-lagi menolak pertolongan Zain padahal Zain sudah menjadi pacarnya.

__ADS_1


"Sudah nya untuk menerima pertolongan pacar sendiri." ucap Zain sendiri, Sindy yang mendengar hanya menoleh dengan senyum tipis nya.


"Tau tu Sindy. Apa Salah nya terima pertolongan dari pacar sendiri. Ngak ada yang salah kok." Bela pun ikut bicara mendengar ucapan Zain.


"Bukan begitu Bela. Bagaimana pun aku harus terbiasa mandiri agar tidak selalu bergantung kepada orang lain nantinya." jawab Sindy sambil memakai helm nya.


"Jangan ribut!. Sudah siap Sin?." tanya Zain saat akan bersiap-siap pergi.


"Bu, Bela. Sindy pamit pulang ya. Terimakasih jamuannya selama Sindy di sini. Maaf sudah merepotkan semuanya." Pamit Sindy kepada keluarga Bela.


"Merepotkan dari mana nya. Tidak kok. Kalian hati-hati di jalan ya." ucap Ibu Bela yang berada di depan pintu rumah.


"Assalamualaikum." Sindy pun langsung pulang dengan sepeda motor Milik nya diikuti oleh Zain di belakang.


"Waalaikum salam." jawab keluarga Bela.


Sindy fokus dengan perjalanannya, sedangkan Zain selalu memantau dari belakang apakah Sindy baik-baik saja saat berkendara Sendiri.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nyašŸ™ jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🄰


Terimakasih semuanya salam kenal dari author🄰

__ADS_1


__ADS_2