
Setelah ayah Sindy tahu kalau ia sudah bekerja, Ayah nya tidak pernah lagi marah dengan Sindy karena sekarang Sindy sudah mempunyai pekerjaan tetap.
Di hari pertama Sindy bekerja, seharian ayah nya tidak pernah melihat Sindy di rumah nya.
"Bu, di mana Sindy? seharian ini aku tidak melihat Sindy. Ke mana Dia bu?." tanya ayah yang tidak biasa tanpa kehadiran Sindy.
"Sindy hari ini sudah bekerja ayah." jawab Ibu .
"Di mana bu, kok ngak ada yang memberitahu ku." tanya ayah karena tidak mengetahui soal Sindy.
"Bukan begitu ayah, Sindy perginya awal tapi ayah kan belum bangun dari tidur ayah, tadi malam ayah pulang nya larut malam kan." jawab Ibu nya.
"Hm... pulang jam berapa Sindy?." tanya ayah khawatir takut Sindy akan pulang di malam hari seperti sebelum nya.
"Jam 5 sore ayah dari sana nya." jawab Ibu
"Oh syukurlah, ayah takut jika Sindy pulang larut malam seperti sebelumnya bu."
__ADS_1
"Tidak ayah, ayah jangan terlalu khawatir dengan Sindy." jawab Ibunya.
"Iya, semoga Sindy tetap semangat kerja nya, ngomong-ngomong di mana Sindy bekerja bu?." tanya ayah kembali.
"Di toko bunga yah." jawab Ibu singkat.
"Semoga Sindy betah bekerja di sana, aku khawatir dengan cicilannya itu bu, kalau sampai ia belum bekerja." ucap ayah mengkhawatirkan Sindy tetapi jika di depan Sindy ia selalu meninggikan suara sehingga Sindy berpikir kalau ayah nya tidak menyayanginya.
"Aamiin Ayah, Ibu juga berharap begitu." jawab ibu.
Saat mendengar bahwa Sindy sudah bekerja, ayah nya merasa lega karena Sindy tidak akan kesulitan lagi memikirkan cicilannya.
Demi menyelesaikan tanggung jawab nya membayar cicilan sepeda motor nya.
Awal nya Sindy sangat mencintai pekerjaan ini, karena berkaitan dengan kerajinan tangan, membuat bunga yang nantinya akan digunakan untuk dekorasi.
Tetapi lama kelamaan Sindy merasa kesal karena tingkah Bos dan suami Bos nya.
__ADS_1
Setiap pagi jika Sindy sudah sampai di toko, si suami Bos nya selalu ada memperhatikan lekuk tubuh Sindy dan berkata "Cantiknya."
Awalnya Sindy tersenyum dan berkata, "Mungkin saja bapak itu hanya memujinya." Tetapi hampir setiap hari ia memperhatikan Sindy, dari atas ke bawah, bawah ke atas.
Siapa yang tahan dengan perlakuan sang suami, yang membuat Sindy merasa tidak nyaman bekerja di toko nya.
Selama 6 bulan Sindy bekerja di toko bunga tersebut, Sindy di tawarkan oleh Bos nya untuk bekerja di kantor anak nya yang baru saja merintis.
"Sin, kamu mau tidak bekerja di kantor anak saya, kerjanya santai." tanya Bos Sindy yang merupakan Ibu dari Hento.
"Maksud nya bagaimana bu? Kalau saya bekerja di kantor Anak ibu, artinya saya tidak bekerja di sini lagi dong." ucap Sindy kebingungan dengan tawaran Bos nya.
Sebenarnya Sindy mau banget kalau di suruh bekerja d kantor tanpa harus bekerja di toko bunga milik ibunya. Tetapi ia tetap di minta untuk bekerja di toko ibunya juga.
"Tidak, bukan begitu, kamu tetap bekerja dengan saya, kalau kamu mau nanti saya bilang ke anak saya untuk bekerja setengah hari di kantor nya, dan setengah hari lagi kamu ke toko saya." Bos nya berharap Sindy menerima dengan maksud agar upah yang di bayar ke Sindy berkurang dari biasa nya.
Jelas saja berkurang, karena jam kerja nya juga berkurang.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nyaš jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nyaš„°
Terimakasih semuanya salam kenal dari authorš„°