Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 6


__ADS_3

Keesokan harinya Sindy masuk kerja seperti biasa nya dan masih satu shift dengan temannya tisa. Seperti biasa Sindy dan Tisa pergi kerja menggunakan satu sepeda motor saja.


Kring... Kring.. Kring..


Alarm Sindy berbunyi, Sindy terbangun dari tidurnya, 5 menit ia masih terbaring sebelum ia mandi. Setelah 5 menit berlalu Sindy langsung mandi dan bersiap. Belum selesai Sindy bersiap tiba-tiba Tisa pun datang di rumahnya.


"Sin, apakah kamu sudah siap? ". Tisa


" Sebentar lagi ya". Sindy


" Cepat Sin! ". Tisa


" Santai Tisa, awal banget sih mau berangkat? ". Sindy


" Kamu ngak lihat HP ya, kan ada di kasi tau kita ada meeting hari ini". Tisa


"Benarkah? ". Sindy


Sindy pun segera bersiap-siap dengan terburu-buru. Ternyata direktur perusahaan datang di meeting kali ini. Sindy mulai ketakutan, karena yang di bahas tidak lain mengenai pencapaian target karyawan.


Sesampainya di tempat kerja, rekan sekerja sudah berdatangan, mereka pun bertanya mengapa meeting nya tiba-tiba di laksanakan. Sindy semakin takut, karena hampir setiap hari ia tidak mencapai target.


" Tis, aku takut". Sindy


" Kenapa takut santai Sin". Tisa


" Hm.. Kamu sih enak tiap hari mencapai target. Lah aku selalu di bawah kamu, kalau di berhentikan bagaimana tisa". Sindy


" Ih kamu ini, ngak mungkin lah langsung diberhentikan, santai dulu kenapa sih". Tisa


" Tapi aku takut ". Sindy


Tisa adalah temannya yang tidak pernah takut jika sampai di berhentikan tiba-tiba. Karena tisa tidak ada tanggungan untuk di bayar nya.

__ADS_1


Meeting pun akan segera di mulai, leader pun berbicara sebelum direktur masuk ke ruangan.


" Kalian kalau di Tanya mengenai pencapaian perhari jawab saja yang sejujur-jujurnya". Leader


" Siap". Tisa


" Kalau tidak mencapai target apakah mungkin akan diberhentikan dari pekerjaan pak". Sindy


" Mungkin". Jawab leader


" Semoga Keberuntungan berpihak kepada kita semua". Sindy


" Aamiin ". Saut rekan sekerja


Tiba-tiba direktur memasuki ruangan meeting dan memulai meeting pagi ini.


" Selamat pagi semua". Direktur


" Selamat pagi pak". Rekan sekerja


2 menit kemudian...


" Doa selesai ". Leader


" Mohon maaf sebelumnya karena meeting nya saya minta untuk dipercepat, mungkin sebelumnya sudah di infokan mengenai meeting hari ini dan kenapa saya langsung turut untuk meminpin meeting hari ini". Direktur


" Iya pak". Jawab salah satu rekan


" Langsung saja ke point nya, saya melihat pencapaian perhari, sering tidak mencapai target, kenapa bisa begitu? Padahal kalo dihitung perhari selama delapan jam kerja, rasanya tidak mungkin kalau cuma dapat mencapai 3 sampai 5 orang saja. Coba beri saya alasan agar kita bisa mencari solusinya". Direktur


" Orang pada bingung dan cuek ketika kita tawarkan produk yang kita tawarkan pak". Tisa


" Hanya itu? ". Direktur

__ADS_1


" Pengunjung sepi pak ". Sindy


" Ada lagi? ". Direktur


" Tidak Ada pak ". Rekan kerja


" Hanya 2 kesulitan saja? Baik kita akan cari solusinya, bagaimana untuk mencapai target perhari. Pertama kesulitan dalam mempromosikan barang, kalian harus tau cara menarik konsumen atau customer, bisa saja dari cara bicara, raut wajah, dan gerak tubuh.


Yang kedua karena sepi pengunjung. Saya beri kalian pilihan, jika kalian mau keluar area, pertama di cafe, sekolah, mastarakat umum, kalian boleh di luar lingkungan kerja dengan syarat kalian harus mencapai 30 customer. Pilihan yang kedua, berhubung di mercant kalian sepi, Saya perbolehkan untuk keliling mercant yang ad di sini dengan syarat harus mencapai target seperti biasa 10 orang customer saja. Masa ngak bisa, bisa lah ya ". Ucap direktur


" Boleh keluar area di saat jam kerja kah pak". Rekan sekerja


" Tidak boleh, di luar bisa dilaksanakan pada saat pulang kerja, jika dalam sebulan ini kalian mencapai target, kalian akan mendapatkan bonus langsung dari aplikasi tersebut, sebaliknya jika kalian tidak mencapai target, maka perusahaan akan menggantikan kalian. Ucap Direktur


Sindy mulai ketakutan dan berfirasat akan digantikan dengan yang baru. Antara semangat dan tidak, demi untuk membayar cicilan kredit nya ia menyanggupi menjadi seorang marketing yang sama sekali tidak ia sukai.


" Baiklah, selain ini apakah Ada kendala lagi buat teman-teman'. Direktur


"Sementara hanya itu pak". Rekan sekerja


" Setelah ini Saya mau kalian semua tetap semangat, semoga kalian bisa mencapai target dengan mudah". Direktur


" Semangat. Salam sehat Salam semangat!!" Tisa, sindy dan rekan sekerja


" Baiklah, meeting kali ini kita tutup, silahkan membaca doa menurut kepercayaan masing-masing, doa selesai". Direktur


Setelah itu, meeting selesai mereka yang shift pagi langsung ke mercant yang di tentukan. Sedangkan mereka yang shift siang terpaksa harus pulang lagi sambil menunggu jam kerja nya.


Tidak biasa nya setelah meeting, Sindy mendapat 5 orang customer, menurutnya itu menjadi awal yang baik karena biasanya hanya mendapat 3 orang customer.


" Alhamdulillah, awal yang baik, semoga bisa meningkat". Sindy


" Semangat selalu Sindy ". Tisa

__ADS_1


" Kamu juga Tisa " Sindy


Sindy yang selalu kalah Jauh dari Tisa, tapi ia tetap semangat untuk mencapai target. Sampai suatu ketika ia dan partner kerja nya di izinkan untuk keluar pada jam kerja dengan tujuan harus mencapai 10 orang customer.


__ADS_2