
"Maka dari itu, bagaimana caranya kalau kita menikah nanti, saling menutupi kekurangan masing-masing." ucap Jack.
Batin Sindy, "Seperti nya abang ini tidak egois untuk memutuskan sesuatu dan dewasa juga, jadi bisa membimbing ku nanti."
"Iya, Sindy boleh tanya lagi bang?." tanya Sindy.
"Iya, boleh. Tanya saja Sin selagi kita masih di sini." jawab Jack memberi kesempatan Kepada Sindy untuk bertanya.
"apakah abang orang yang pemarah? Terus Jika nanti abang punya anak, apakah abang akan marah jika ia salah, dan akan menekannya?." pertanyaan yang membuat jack tertawa.
"Haha.. pertanyaan nya lucu sekali Sin?." sambil tertawa jack mengejek.
"Sindy serius bang." ucap Sindy serius.
"Ya kalau ngak ada salah ngapain marah Sin. untuk marah Kepada anak ada caranya, caranya bisa dengan bicara baik-baik permasalahannya. Kenapa tanya begitu?." tanya jack kembali.
"Sindy hanya bertanya untuk kebaikan kedepannya bang." jawab Sindy sambil tersenyum.
"Terus, ada lagi yang mau di tanyakan?." tanya Jack sambil memandang jam tangannya.
"Abang sibuk ya? masuk kerja lagi ya bang." jawab Sindy dan bertanya.
__ADS_1
"Tidak, masuk nanti Sin setelah urusan selesai." jawab Jack.
"oke lah bang, nanti lah kalau ada yang mau ditanya lagi baru hubungi abang." ucap Sindy mengakhiri pertanyaannya.
"Oke lah, ayok makan dulu!." ajak Jack.
"Iya bang." mereka makan siang bersama dan pulang setelah makan.
Setelah selesai makan mereka pulang, Sindy pulang ke rumah, sedang kan jack balik be kerja lagi ke toko.
Dalam perjalanan Sindy berpikir, "Bagaimana dengan Zain jika aku menerima jack ya? tapi kalau diterima dia orang yang dewasa di banding Zain, Mana Zain biasa suka ngambek, malah aku yang bujuk, kan ngak lucu." ucap nya sendirian.
Setelah pertemuan itu, Sindy di beri mimpi oleh yang Maha Pencipta, yaitu bermimpi pergi bersama jack dari hari ke hari sampai 6 Kali bermimpi jack.
"Apakah mimpi itu jawaban dari istikharah ku selama ini." ucap Sindy.
Sehingga di malam berikutnya Sindy bermimpi yang Ke 7 Kali nya, mimpi menikah dengan jack, dan dalam mimpi tersebut tampak sang ayah sangat gembira menerima jack sebagai menantunya.
keesokan hari nya Sindy bercerita kepada Ibu nya.
"Bu, tadi malam aku mimpi lagi." ucap nya.
__ADS_1
"Mimpi apa lagi Sin?." tanya Ibu nya penasaran.
"Mimpi akad nikah dengan jack bu." jawab Sindy menutup mulutnya karena merasa tidak percaya bisa bermimpi sebanyak 7 Kali tentang Jack, sedangkan yang lainnya Sindy pernah bermimpi di awal istikharah.
"Haaaa... apa kah itu tanda ya?." tanya ibu terkejut karena ia juga bermimpi.
"Tanda apa bu?." tanya Sindy.
"Tanda kalau dia memang jodohmu Sin." ucap Ibu nya membuat Sindy ternganga mendengarnya.
"aaaa... kenapa begitu?.
" Karena tadi Siang ibu juga bermimpi kalau jack datang melamar ke rumah Sin." Sindy semakin ternganga mendengar cerita Ibu nya.
"apa bu? ibu juga bermimpi? apakah ini jawaban dari Allah bu." tanya Sindy.
Sejak saat itu Sindy bertanya habis-habisan Kepada tiko mengenai niat nya yang katanya juga ingin serius.
Tetapi Sindy tidak di beri jawaban yang pasti oleh tiko, karena tiko sendiri masih mencintai mantan kekasihnya sewaktu ia SMA.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengran cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1