Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 87


__ADS_3

Keesokan Harinya, Sindy lagi-lagi dihampiri oleh Aiman yang selalu duduk di depan mejanya.


Memandangi kedua mata Sindy dengan lembut, tetapi setelah Sindy mengetahui bahwa ia adalah salah satu pria yang emosian, Sindy mencoba untuk tidak tergoda dengan ucapan yang terlontar dari mulutnya.


Tetapi Aiman dengan yakin untuk membuat Sindy juga menyukainya dan mau untuk menikah dengan nya.


Tiba-tiba saat sindy sedang membersihkan mejanya dan komputer yang ada di mejanya, Aiman menghampirinya dengan membersihkan sesuatu kepada Sindy.


"Ini di ambil ya." ucap Aiman si leader itu dengan menyerahkan kotak berukuran kecil.


"Apa ini?." tanya Sindy heran, karena tiba-tiba memberikan sesuatu tanpa di pinta oleh Sindy.


"Nanti saja Bukanya, ketika pulang." pinta Aiman agar Sindy membuka nya setelah ia pulang ke rumah.


"Kok gitu?." tanya Sindy kembali, dengan sangat penasaran Sindy nekat melihat isi kotak kecil tersebut.


"Nanti saja lah, di dalam nya adalah warna kesukaan ku, sengaja aku pilih untukmu Sin." ucap Aiman dengan sangat gembira.


"Eh maaf, ini untuk siapa? aku kan ngak minta di belikan sendal? jangan repot-repot menghabiskan uang hanya untuk ku bang." ucap Sindy serba salah setelah melihat isi kotak yang diberikannya.

__ADS_1


"Loh, kenapa di buka?." tanya nya.


"Aku penasaran, ini tolong ambil kembali bang, Sindy masih punya sendal yang layak pakai." Entah kenapa Aiman kepikiran untuk membelikan Sindy sendal, mungkin karena sendal yang di pakai Sindy terlihat jelek seperti tidak layak pakai lagi.


"Ya Sudah karena Sudah terlanjur dibuka, di pakai ya Sin." pintanya.


"Ah jangan bang, ngak enak Sindy." karena ini adalah pengalaman pertama Sindy diberi sesuatu, Zain saja yang Sudah lama kenal dengannya tidak pernah memberikan sesuatu kepada nya.


"Tidak apa Sin, tolong diterima. Kalau kamu tidak mau kasih kan saja kepada teman atau adik mu." ucap Aiman karena tidak mau mengambil yang Sudah di berikan.


Sebelum Aiman membelikan sendal, ia sempat bertanya berapa ukuran sendal nya Sindy, karena biasanya sering mengejek ukuran kaki Sindy yang sangat kecil.


"Dienakin saja Sin. Di bawa santai aja." ucap Aiman membuat Sindy santai.


Aiman langsung keluar duduk di kursi tempat biasa dia duduk dan tersenyum setelah memberikan hadiah kepada Sindy.


Seperti biasa, Jack memantau dari CCTV dan terjadi lah gosip besar di kantor ia bekerja.


Bos juga mengetahui hal itu, bahkan Bos Sindy juga mengetahui nya, dan ikut mengejek Sindy.

__ADS_1


"Cie, ada yang diberi hadiah Des." ucap Jack ketika masuk ke ruang kerja Desi sambil melirik ke arah Sindy.


"Siapa bang?." tanya Desi karena ia belum sampai ke kantor.


"Ada disini orang nya Des." Jack masih mengejek Sindy.


"Siapa? Desi ngak ada di kasih hadiah. Berarti Sindy dong, kamu ya Sin?." Spontan Desi bertanya kepada Sindy karena hanya dia berdua di dalam ruangan.


"Hadiah apa? Sindy tidak ulang tahun hari ini kak." ucap Sindy bingung harus jawab apa.


"Ngak tahu kakak." ucap Desi juga tidak tahu hadiah apa yang di maksud oleh Jack.


"Buka lah Sin, biar tahu isi nya apa." Jack membuat Sindy malu, karena kesalahan Aiman yang memberikan sesuatu tepat di depan CCTV.


"Apa yang mau dibuka." ucap Sindy dan tiba-tiba teralihkan karena ada seorang costumer yang masuk untuk mencuci Mobil nya.


Sesaat pembicaraan terhenti dan lanjut membahas yang lain, Sindy merasa lega karena mereka sudah berhenti mengejek Sindy.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2