
Sindy terpaksa menolak ajakan Zain untuk pergi keluar karena Hari ini Sindy masih harus ke tempat kerja nya untuk mengantarkan surat pengunduran diri.
" Sebenarnya aku tidak ingin ke tempat itu lagi, mengingat semua ini Terjadi sangat mengejutkan bagiku, di tambah lagi aku harus membuat surat pengunduran diri yang jelas-jelas aku yang di pecat. Bagaimana bisa? AKU yang di PECAT aku juga yang membuat surat pengunduran. Adil kah untuk ku?". Ucap Sindy kepada Bela karena Bela yang menemaninya pergi mengantarkan surat itu
" Aku juga tidak mengerti Sin, menurut ku juga tidak adil bagimu. Karena bukan atas keinginanmu untuk berhenti tetapi harus membuat surat pengunduran diri". jawab Bela
" Maka dari itu kenapa harus begitu? Yang jahat disini siapa". Ucap Sindy yang sedikit emosi
" Sudahlah Sindy semua sudah terjadi, ambil hikmah dan jadikan pelajaran agar tidak terulang di masa mendatang". Jawab Bela
" Iya Bela, tetapi masih terbayang dipikiranku waktu pemecatan itu". Ucap Sindy
" Sudah Sindy, mulai Hari ini kamu harus tutup buku dan buka lembaran baru, lupa kan masalah ini". Bela mencoba menenangkan Sindy
" Iya, Semoga saja aku bisa melupakan peristiwa mengerikan itu". Sindy mencoba terlihat tegar di Depan Bela
" Iya Semangat! Eh kita sudah sampai. Kamu sudah siap Sin". Ucap Bela
" Harus Siap, hee. ". Sindy sedikit tertawa
Mereka langsung menuju lokasi tempat ia bekerja kemarin dan langsung memberikan surat pengunduran diri tersebut.
" Dengan sangat berat hati aku melangkahkan kaki ke Sini lagi Bela". Ucap Sindy yang tidak sanggup untuk melangkahkan kakinya
" Kuat kan hatimu Sindy, kita sudah sampai disini Ayo sekarang berikan! Setelah itu kita langsung pulang. Jangan berlama-lama lagi di situ". Ucap Bela
" Baiklah ". Jawab Sindy
Mereka langsung memberikan surat itu, tetapi sang Leader tidak ada di lokasi jadi Sindy menitipkan Surat Pengunduran diri kepada Yesi rekan kerjanya.
" Hai Yesi". Sindy menyapa Yesi
__ADS_1
" Hai, Dari mana? ". Yesi bertanya kepada Sindy
" Dari rumah langsung ke sini. ini aku titip surat pengunduran diri ya". Ucap Sindy kepada Yesi
" Oh iya Sin, kamu yang sabar ya". Yesi menenangkan Sindy
" Iya Yesi Sudah jangan di bahas lagi ". Ucap Sindy dan meneteskan air mata tak sanggup menahan air mata nya karena masih sangat terbayang tentang pemecatan itu
" Iya iya, maaf kan aku ya, semangat! ". Ucap Yesi
" Iya, ya sudah Saya pulang dulu ya". Ucap Sindy
" Iya Sin, hati-hati di Jalan". Jawab Yesi
" Iya Terimakasih". Sindy
Setelah mereka Selesai memberikan surat pengunduran, mereka langsung pulang.
" Terimakasih Bela karena sudah menemaniku hari ini". Ucap Sindy
" Baiklah Bela, Ayo kita pulang ". Ucap Sindy
" Ayo ". Ucap Bela
Sepulangnya mereka, tiba-tiba Zain kembali menghubungi Sindy untuk mengingatkan pertemuannya besok.
" Sin, jangan lupa besok ketemuan di cafe terapung ya". Chat Zain kepada Sindy dan mengajak pergi ke sebuah cafe romantic
" Kenapa di cafe terapung? katanya kamu ajak aku jalan-jalan , kok jadi nongkrong di cafe? ". Sindy mengira hanya nongkrong tetapi yang sebenarnya maksud Zain bukan itu
" Ya di cafe kan bisa santai juga Sin, apa menurut mu kita harus ke tempat lain? ". Tanya Zain dan mencoba merubah rencana nya.
__ADS_1
" Aku mau Jalan ke suatu tempat yang ada hiburannya , biar otak fresh gitu". Ucap Sindy yang berpikir hanya mencari ketenangan setelah terpecatnya dia.
" Oke, kalau kamu mau nya begitu, sekarang katakan kamu ingin berkunjung ke mana ". Ucap Zain kepada Sindy
" Ke taman atau ke alun-alun aja deh, yang terdekat saja dulu". Jawab Sindy Sederhana
" Ya sudah kalau kamu mau nya begitu, kita akan ke tempat yang kamu inginkan besok". Ucap Zain yang mencoba mengerti permintaan Sindy
" Terimakasih karena mengerti apa yang ku inginkan saat ini". Ucap Sindy terharu karena masih teringat peristiwa kemarin
" Iya Sama-sama Sindy. Besok aku jemput atau bagaimana Sin? ". Tanya Zain kepada Sindy
" Tidak perlu, aku berangkat sendiri saja. Kita langsung bertemu di sana saja Zain". Ucap Sindy
" Baiklah kalau begitu Sin". Ucap Zain
" Hm.. Ngomong-ngomong besok ketemuan nya jam berapa Zain? ". Tanya Sindy
" O iya sampai lupa he.. besok ketemuan jam 15.00 WIB saja ya, biar pulang nya tidak terlalu larut".. Ucap Zain
" Oke, sampai jumpa besok Zain". Ucap Sindy
" Sampai jumpa". Ucap Zain
Zain merasa tidak sabar menunggu Hari besok, karena Zain sudah sangat siap untuk mengungkapkan perasaannya ke Sindy, tetapi Sindy tidak tahu sama sekali, Sindy hanya berpikir untuk menenangkan pikirannya saja.
Di malam Hari nya, Sindy ingin memberitahu Ibu nya tentang diri nya yang sudah tidak bekerja lagi.
" Ibu, aku ingin bicara hal penting bu". Ucap Sindy kepada ibu untuk memberitahu Ibu nya
" Iya Sindy, Ada apa? Kenapa Terlihat Sedih? ". Tanya Ibu kepada Sindy
__ADS_1
" Ibu, maafkan anakmu ini bu, ini di luar kendaliku, aku.... aku.... ". Ucap Sindy dengan perasaan gugup dan meneteskan air mata
" Kenapa? kenapa kamu menangis? apa Ada yang mengganggumu Sindy". Ucap Ibu ketakutan dan mengira anak nya di ganggu oleh pria yang tidak bertanggung jawab.