
Zain masih menikmati segelas kopi dengan santai, padahal Sudah larut malam. Sindy yang tidak terbiasa dengan suasana seperti ini menjadi gelisah.
Belum lagi ia harus menahan malu jika sampai tetangga melihat mereka berdua di malam hari.
Akhir nya Sindy berpikir untuk mengatakan bahwa ia Sudah mengantuk dan butuh istirahat.
" Zain, aku Sudah ngantuk, kalau kamu mau tidur di sini malam ini aku akan segera mengunci pintunya". Ucap Sindy
" Tidak Sin, aku akan Pulang sekarang, lagi Pula aku juga Sudah mengantuk". Jawab Zain tiba-tiba ingin pulang karena melihat Sindy yang Sudah kelelahan.
" Baik lah Zain ". Jawab Sindy
" Aku Pulang dulu ya Sin ". Pamit Zain kepada Sindy
" Iya Zain hati-hati di jalan, kalau Sudah sampai Kabari ya ". Jawab Sindy
Zain berdiri dari kursi tamu dan melangkahkan kaki nya menuju teras untuk segera Pulang ke rumah nya.
" Kuncilah pintunya Sin ". Ucap Zain Meminta Sindy mengunci saat itu juga, sebelum ia menyalakan Sepeda motornya.
" Iya, Aku kunci sekarang ya". Jawab Sindy dengan cepat mengunci pintu rumah.
Setelah Sindy mengunci pintu baru lah Zain Pulang, karena Sudah melihat Sindy berada di dalam rumah.
__ADS_1
Saat di perjalanan Zain masih terbayang-bayang akan peristiwa malam ini yang membuat nya merasa berbunga-bunga. Setelah sekian lama menunggu moment bahagia itu, baru kali ini terwujud.
Meskipun dengan cara yang berbeda dengan harapan nya, tetapi Zain sangat bahagia karena telah menjadi bagian dalam hidup Sindy.
Sesampainya di rumah Zain segera mengabari Sindy kalau dirinya sudah sampai di rumah nya.
" Sin, aku baru saja sampai rumah". Ucap zain via whatsapp.
" Syukur deh kamu sampai dengan selamat, kalau begitu sekarang aku tidur dulu ya". Pamit Sindy via WhatsApp kepada Zain.
" Baiklah Sin, selamat tidur wanitaku". Ucap Zain merayu.
" Iya, Selamat malam lelaki ku". Balas Sindy juga merayu membuat Zain tersenyum sendiri di Kamar nya saat itu.
Kemudian mereka tidur karena Zain juga mengantuk sepulang dari mengantar Sindy.
Sindy yang baru berapa menit terlelap tiba-tiba terbangun karena merasa Zain memanggilnya dengan sebutan sayang.
" Apa aku bermimpi". Ucap Sindy yang terbangun dari tidur nya.
Kemudian Sindy melanjutkan tidurnya karena memang tidak ada 1 orang pun di Kamar itu.
***
__ADS_1
KeEsokan harinya Sindy bangun dan langsung ke toilet melihat Ibu Bela sedang membuat air minum dan menyajikan kue.
" Sindy, sudah bangun ya ". Ucap Ibu Bela ketika Sindy ke dapur.
" Iya Bu, Sudah. Bela sudah bangun ya bu? ". Tanya Sindy karena belum melihat Bela
" Seperti nya sudah, tapi masih di Kamar Sin, ini Sin di makan Kue nya". Ucap Ibu Bela
" Iya Bu, Sindy ke toilet dulu". Jawab Sindy
" Oh iya Sin". Jawab Ibu Bela
Setelah Sindy ke toilet ia mengambil gelas untuk minum teh yang telah disajikan oleh Ibu Bela dan duduk sambil menikmati Kue bersama dengan keluarga Bela.
" Tadi malam Zain pulang jam berapa Sin? ". Tanya Ibu Bela
" Mungkin jam 11 Bu Zain pulang, Sindy tidak melihat jam tadi malam. Sindy tadi malam buatkan segelas kopi Bu, soalnya Zain kedinginan dan meminta Sindy untuk membuatkan kopi dulu. Setelah itu Zain baru pulang". Jawab Sindy merasa tidak enak kepada Ibu Bela dan keluarga.
" Oh begitu, iya tidak masalah Sindy. Anggap saja rumah Sendiri ya ". Ucap Ibu Bela karena sudah menganggap Sindy seperti anaknya Sendiri.
" Iya Bu, makasih ya Bu". Jawab Sindy tersenyum
" Sama-sama. Nanti Ibu mau ke rumah adik nya Ibu, kamu mau ikut Sin? ". Tanya Ibu Bela mengajak Sindy
__ADS_1
" Boleh bu, biar bisa lihat pemandangan di sini". Ucap Sindy sangat gembira.