Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 23


__ADS_3

" Oh jadi kamu belum tahu kamu itu penting bagiku ". Ucap Zain semakin menunjukkan perasaannya


" Sepenting apa coba ". Ucap Sindy mengajak Zain bercanda agar tidak berlarut-larut pembicaraan mengenai perasaannya


" Penting lah seperti Sayur tanpa garam kalau tidak ada kamu ". Jawab Zain gombal


" Lebay Ah Zain". Ucap Sindy


" Hee.. hee.. besok kamu kerja ngak Sin? ". Tanya Zain


" Hm.. Sebenarnya aku tidak bekerja lagi Zain, Kurang lebih semingguan aku hanya di Rumah". Ucap Sindy yang akhirnya mengatakan kepada Zain bahwa ia tidak bekerja lagi


" Lo kenapa? berarti kemarin kamu sudah tidak bekerja ya ". Tanya Zain dan berkata di dalam hati" mungkin ini sebabnya kenapa Sindy tidak terlalu merespon chat dariku".


" Aku diganti dengan lain Karena tidak mencapai target'. Ucap Sindy tidak jujur kepada Zain Karena malu ingin mengatakan yang sebenarnya


" Wah ternyata sakit juga kerja nya ya". Ucap Zain

__ADS_1


" Ya begitu lah. Nanti Jika kamu sudah bekerja kamu akan tau kejamnya dunia kerja". Ucap Sindy


" Kenapa kejam? sebenarnya dunia itu tidak kejam Sindy". Ucap Zain


" Ya kejam lah, nanti juga kamu paham kalau sudah bekerja". Ucap Sindy sangat kesal Karena teringat kembali tentang pemecatan nya


" Aku juga pernah bekerja Sin meskipun tidak lama, yang kamu bilang tadi itu tidak benar. Dunia kerja itu tidaklah kejam, kuncinya hanya pada diri kita sendiri. Jika kita mencintai pekerjaan kita dan menjalani dengan ikhlas Mau jabatan kita serendah apapun itu, percayalah semua Teresa lebih nikmat. Kamu mengatakan Dunia kerja itu kejam berarti bisa dipastikan bahwa kamu tidak menjalani dengan ikhlas dan tidak belajar mencintai pekerjaan mu kemarin. Ucap Zain sangat menyentuh hati Sindy


" Benar juga, mungkin memang aku kurang mencintai pekerjaan mu". Jawab Sindy


" Jangan Sedih Sindy, masih banyak kesempatan, jika nanti kamu bekerja belajarlah untuk mencintai pekerjaan mu. Nikmati saja prosesnya, nanti kamu akan mencapai puncak kesuksesan mu. Ucap Zain memotivasi Sindy


" Kamu Siap sukses bersamaku Sin? ". Tanya Zain sambil bercanda tetapi perasaan yang sebenarnya memang begitu


" Maksud mu apa Sin Zain, Jangan kebanyakan bercanda oke". Jawab Sindy


" Aku serius Sindy, apa kamu Mau sukses dan menua bersamaku". Zain mengungkapkan perasaannya

__ADS_1


" Ih kamu ini ya, jangan bercanda! ".Jawab Sindy


" Aku serius ini, jawab lah Sin". Zain berharap perasaannya di terima saat itu


" Zain, aku sudah tidak ingin berpacaran lagi, maaf ya". Jawab Sindy


" Tapi kenapa Sin? aku janji ngak akan mengecewakan kamu". Zain mengungkapkan perasaan nya lagi untuk menjadi kan Sindy pacarnya


" Sekali lagi aku mohon maaf Zain, aku benar-benar tidak ingin berpacaran lagi". Ucap Sindy


" Oke, jika kamu ngak Mau jadi pacar ku, tapi kalau kita komitmen saja, aku benar-benar serius, kita komitmen sampai menuju pelaminan ". Zain tidak membuang waktu nya untuk menyatakan keinginannya.


" Apa tidak sebaiknya kita berteman seperti biasa Zain". Ucap Sindy gugup untuk mengambil keputusan secepat itu


" Kan aku bisa jadi teman, pacar juga. makanya kita komitmen saja dulu, aku cuma Mau kamu kasih kabar saja kegiatan kamu, begitu juga aku Sin, kita ngak perlu pacaran seperti orang pada umumnya, cukup kamu nyaman di dekat ku aku sudah senang Sin". Ucap Zain


" Kenapa kamu tidak mencari yang lebih sesuai dengan kamu Zain, maksud ku yang lebih punya kecocokan dengan pribadi kamu begitu". Jawab Sindy di Chat nya

__ADS_1


" Bukankah setiap pasangan diciptakan dari beberapa perbedaan sehingga bisa menjadi Satu, begitu juga kita Sin, dari perbedaan umur, karakter dan sebagai nya itulah yang akan menyatakan kita dan menjadi warna di kehidupan kita. Apa kamu Mau Sin? ". Tanya Zain


__ADS_2