Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 56


__ADS_3

"Mau dong." dengan cepat Sindy menghabiskan lalapannya.


Setelah menghabiskan makanan Sindy dan Zain menghabiskan air minum mereka kemudian mereka pulang ke rumah Bela.


"Cafe nya Recomended banget." Sindy menyukai cafe dan makanan yang ada di cafe itu.


"Kapan-kapan kita makan disini saja, kalau kamu ada kesempatan ke rumah Bela lagi Sin." ucap Zain jika Sindy ke rumah Bela lagi.


"Iya dong, sepertinya kalau ke sini wajib mampir ya." ucap Sindy sambil tertawa.


"Wajib nya jangan ke sini tapi wajib nya ketemu aku dong." jawab Zain bercanda.


"Ah kamu Zain, bisa saja." ucap Sindy.


"Ya memang harus begitu bukan." jawab Zain


"Ya terserah kamu saja. Sekarang kita pulang ya Zain!." ucap Sindy mengalihkan pembicaraannya.


"Iya Sin, apa kamu sudah selesai makan tanya Zain ketika melihat isi piring yang ada di depan Sindy.


"Iya, tentu saja sudah." jawabnya sambil membersihkan sisa makanan yang menempel di bibirnya.


"Oke. Sekarang aku ke kasir dulu ya." Zain berdiri untuk pergi membayar semua makanan.


"Ini uangnya Zain." Sindy menyerahkan uangnya kepada Zain.

__ADS_1


"Tidak perlu Sin, ini sudah ada." Seperti biasa Zain selalu menolak jika Sindy ingin membayar nya.


Dengan buru-buru Zain pergi ke kasir membayar semua tagihan nya.


Setelah beberapa menit Zain menghampiri Sindy dan berkata "Ayo kita pulang! ." Ajak Zain yang sudah berada di sampingnya.


"Sudah selesai ya." tanya Sindy kepada Zain.


"Iya sudah." jawab Zain sambil mengulurkan tangannya kepada Sindy.


Sindy juga mengulurkan tangannya dan berjalan ke arah Parkiran.


Sesampainya di parkiran Sindy melepaskan pegangan tangannya dengan Zain, kemudian Zain mengambil kunci sepeda motor nya yang di simpan di kantong sebelah kanan celananya.


"Ayo naik Sin!." ajaknya agar segera naik di atas motor nya.


Cafe yang tidak jauh dari rumah Bela membuat Zain merasa kurang lama bersama dengan Sindy saat berkendara.


"Rasa nya kurang jauh aku membawamu pergi Sin." ucap Zain saat sudah berada di teras rumah Bela.


"Lain Kali kan bisa pergi lagi Zain." jawab Sindy tersenyum dan langsung turun dari motor nya.


"Tapi belum tahu kapan bisa ketemu lagi Sin." ucap Zain cemberut.


"Ya lain Kali lah." jawab Sindy dengan lembut.

__ADS_1


Kemudian mereka masuk ke dalam rumah dan menghampiri Bela dan Ibu nya.


"Kalian sudah pulang Sin? cepet banget?." tanya Bela yang sedang melipat pakaian anaknya di depan televisi.


"Iya sudah Bela. lagian sekarang kan sudah sore." Jawab Sindy sambil duduk di samping Bela.


"Sindy pengen pulang cepat Bel, makanya buru-buru pulang sekarang." Zain ikut menjawab pertanyaan Bela.


" Loh kenapa? tidak masalah kok kalau kalian ingin pulang agak malam." jawab Bela membenarkan mereka keluar larut malam.


"Jangan begitu dong, aku yang ngak enak. Lagian aku harus siap-siap membereskan pakaian ku Bela". ucap Sindy.


" Ya sudah, aku pulang dulu ya Bela, Sindy." Pamit Zain karena sudah terlalu sore.


"Kok buru-buru Zain?." tanya Bela kepada yang tiba-tiba pamit pulang.


"Ada yang harus diselesaikan Bela. aku pamit ya." ucap nya sekali lagi.


"Baiklah Zain, kalau begitu. Hati-hati ya di jalan." ucap Bela.


"Hati-hati Zain. Terimakasih untuk hari ini." ucap Sindy menyusul.


" Iya. Sama-sama." Kemudian Zain pulang.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nyašŸ™ jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🄰

__ADS_1


Terimakasih semuanya salam kenal dari author🄰


__ADS_2