
" Tetapi Zain tidak pernah menganggap mu teman, ia hanya menganggap mu sebagai calon pacarnya". Jawab Bela
" Sebegitu yakin nya kamu Bela, Belum tentu juga benar". Ucap Sindy
" Ngak percaya, kita lihat saja nanti kamu pasti akan jatuh cinta kepada nya". Ucap Bela
" Tidak mungkin". Sindy membantah dengan sangat yakin.
" ngak boleh sombong gitu ngomongnya Sin, jangan sampan kamu makan omongan sendiri". Ucap Bela yakin kalau Sindy tidak lama lagi akan jatuh Cinta beneran dengan Zain Sepupunya.
" Ngak sombong, memang kenyataan nya tidak akan ada Cinta di antara kami bel". Jawab Sindy sombong
" Sekarang memang tidak Sin, kita lihat saja nanti". Ucap Bela dengan sangat yakin.
" ya Sudah lah aku mau mandi dulu Bela, Sudah sore ". Jawab Sindy mengalihkan pembicaraan.
" Mandi lah sana Sin, kamu ada bawa handuk tidak? ". Tanya Bela
" Ada Bela". Jawab Sindy sambil mengambil handuk yang masih di dalam ranselnya.
" Baiklah Sin". Ucap Bela
Sindy segera Mandi sebelum di introgasi oleh Bela mengenai hubungannya dengan Zain yang mulai terjalin, meskipun tidak ada status pacaran, tetapi sebenarnya Sindy Sudah mulai memiliki rasa sayang kepada Zain.
Sampai tiba waktu malam hari, Zain datang ke rumah Bela Meminta Izin kepada Ibu Bela Dan Bela bahwa Zain ingin membawa Sindy jalan-jalan di malam pertama Sindy mengenai.
Ibu Bela juga mengizinkan, karena ia percaya Zain anak yang baik, tidak akan menghancurkan masa depan anak orang.
" Assalamualaikum" . Zain Sudah sampai di rumah bela, saat itu Sindy baru selesai Mandi Dan untung nya Sudah berada di kamar Bela
" Waalaikum salam". Jawab semua anggota keluarga Dan langsung menyambut Zain.
" Eh kamu Zain, Sudah lama tidak ke sini? Kemana saja? ". Tanya Ibu Bela.
" Iya, ada kok di rumah, bantu ayah saja setiap hari". Jawab Zain sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.
" Rajin nya". puji Ibu Bela.
__ADS_1
" Tidak juga hee". Ucap Zain malu ketika Sindy keluar dari kamar Bela
" Eh Sindy ". Ucap Ibu Bela " Kamu teman kan dulu lah Zain ya Ibu buat kan kopi dulu". Ibu Bela langsung ke dapur untuk membuat segelas kopi untuk Zain
" Iya Bu ". Ucap Sindy malu.
" Hm Rindu ya kamu sama Sindy, biasanya ngak pernah ke sini, giliran Sindy ada, awal dia ke sini". Ucap Bela .
" Bukan begitu Bela, aku kan juga Rindu kepada mu".Jawab Zain
" Benarkah? Terus kenapa tidak pernah ke sini, sekarang baru ke sini ". Ucap Bela sedikit Kesal.
" Eh Sudah, kenapa jadi berdebat begini sih? ". Ucap Sindy menjadi penengah
" Tidak Sin jangan terlalu di hiraukan kami hanya bercanda ". Ucap Bela
" Kenapa kalian ribut? ". Tanya Ibu yang sedang membawa kan segelas kopi untuk Zain.
" Tidak ada apa-apa, kami cuma bercanda ". Ucap Zain
" Tidak bu, mereka sedang bercanda cuma kata-kata yang di ucap kan saja yang bikin ribut". Jawab Sindy
" Ya Sudah itu di minum air nya Zain! ". Perintah Ibu.
" Iya Bu, Bu boleh tidak kalau sekarang aku membawa Sindy jalan-jalan sekitaran sini, tidak jauh kok ". Izin Zain kepada Ibu Bela.
" Kok Tanya Ibu, Tanya Sindy lah. mau tidak? ". Jawab Ibu menyerahkan jawaban kepada Sindy
" Mau kemana? ". Tanya Sindy kepada Zain.
" Jalan sekitaran sini, ada pasar malam juga kok malam ini". Jawab Zain
" Boleh. kalau Ibu izin kan". Jawab Sindy
" Boleh ". Jawab Ibu
Sindy segera mengganti pakaian untuk pergi dengan Zain, sekitar 10 menit Sindy datang Dan tepat di hadapan Bela Dan Zain.
__ADS_1
" Eh cepat sekali". Ucap Bela
" Kan, cuma ganti pakaian saja, ngak repot kok ". Jawab Sindy
" Iya juga Sih, seperti nya kamu lebih bersemangat ketika Zain datang". Jawab Bela
" Ah kamu lebay deh Bela. padahal biasa saja". Ucap Sindy
" Iya benar kok tidak salah lagi Sin". Jawab Bela
" Tidak, itu hanya perasaan mu saja, ya Sudah la". Ucap Sindy menyangkal
" Kalian ini kenapa ". Ucap Zain
" Bela tu ngajak ribut, ya Sudah kita mau pergi jam berapa Zain ? ". Tanya Sindy
" Sekarang lah, Ayo". Jawab Zain.
" Ayo, kami pergi dulu ya Bela, Bu pamit ya sebentar". Ucap Sindy pamit dengan Bela Dan Ibunya
" Iya, hati-hati di jalan ya". Ucap Ibu Bela
" Iya Bu ". Sindy dan Zain langsung keluar menuju teras Dan beranjak pergi jalan-jalan
" Sin apa kamu mau teman kan aku main futsal? ". Tanya Zain yang mau mengajak nya pergi malam ini.
" Loh katanya tadi cuma jalan keliling, kenapa jadi futsal? ". Tanya Sindy kembali
" Sebenarnya aku ingin mengajak mu pergi futsal biar aku tambah semangat mainnya". Ucap Zain saat dalam perjalanan.
" Hm, ya Sudah lah Zain, pergi saja, lagian sekarang kita Sudah di luar. Tapi jangan lama ya Pulang nya aku tidak Enak dengan Ibu Bela". Ucap Sindy
" Iya, tidak akan lama kok. Kamu tenang saja Sin ". Jawab Zain menenangkan sambil mengendarai Selena motor nya yang ditumpangi oleh Sindy
" Baiklah jika begitu Zain". Sindy pasrah jika nanti akan Pulang larut, sebenarnya Sindy tidak Enak dengan keluarga Bela tentu nya.
" Sin, aku boleh katakan Sesuatu? ". Zain langsung to the point saja untuk mengungkapkan perasaannya yang Sudah lama ingin di ungkapkan, tetapi selalu ada halangan.
__ADS_1