
Di bulan ke 4 dan ke 8 pembayaran cicilan sepeda motor sindy, Ibunya yang membantu membayarnya menggunakan uang arisan dan di bulan selanjutnya ibunya menjual beras hasil ia bertani.
Pada saat pertengahan bulan ke 8 Sindy mendapatkan informasi mengenai pekerjaan dari rekan kerja nya waktu menjadi marketing.
"Sindy apa sekarang kamu sudah bekerja?." tanya Titi rekannya dulu.
"Belum, apa ada kerjaan untukku?." tanya Sindy kembali.
"Kebetulan teman Bos ku lagi cari karyawan, apa kamu mau?." tanya Titi kepada Sindy.
"Dicari bagian apa Ti?." tanya Sindy kembali.
"Sama seperti ku Sin, Bikin bunga, kadang bikin buket bunga." jawab Titi menawarkan pekerjaan kepada Sindy.
"Seperti nya tidak terlalu sulit, boleh deh ti, aku coba dulu." ucap Sindy menerima tawaran titi temannya.
"Oke sip. Nanti aku kirim nomor telpon Bos nya ya." jawab Titi.
"Iya, eh kira-kira Bos nya galak ngak Sih ti." tanya Sindy mengenai Bos nya.
__ADS_1
"Baik kok, tenang, jangan takut. masalah gaji nanti kamu tanya sendiri saja ya dengan yang bersangkutan." ucap Titi
"Oke. Siap. Makasih ya ti kamu sudah memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagiku." jawab Sindy dengan perasaan gembira karena akan mendapatkan pekerjaan.
" Iya sama-sama. kan kita teman, sebisanya aku akan membantumu Sin, siapa tahu setelah ini kamu yang akan membantu ku." ucap Titi bercanda.
"Siap dong. Aku juga akan membantu sebisa ku, jika diperlukan." jawab Sindy.
"Iya, segera dihubungi Sin, sebelum kesempatan mu di ambil orang lain." ucap Titi
"Siap. Siap. Akan ku hubungi secepatnya." jawab Sindy segera menghubungi teman Bos tempat Titi bekerja.
Setelah menghubungi Bos nya, Sindy diberitahu mengenai gaji dan jam kerjanya, jika Sindy bersedia maka akan segera di suruh langsung ketoko untuk persiapan kapan mulai bekerja.
Keesokan hari nya, Sindy datang menerima persyaratan tersebut dengan gaji yang terbilang kecil tetapi Sindy rela dan siap bekerja sebagai karyawan biasa.
Demi melunasi cicilan sepeda motor nya, Sindy siap bekerja dari pagi sampai pulang malam karena orderan dari pelanggan Bos nya.
"Ini ku lakukan demi membayar ciciran perbulanku, maafkan aku Ibu, Aku hanya bisa menjadi karyawan biasa." ucap Sindy terharu dengan Nasibnya sendiri.
__ADS_1
Sang Ibu mendengar ucapan Sindy, ikut terharu juga karena anak nya hanya bekerja sebagai karyawan pemilik toko bunga.
Di hari pertama ia bekerja Sindy di perintahkan untuk membuat bunga dari kertas crep.
"Sekarang kamu buat bunga saja ya Sin, nanti Ibu ajarkan bagaimana cara pembuatannya." ucap Ibu Bos.
"Baik Ibu." Sindy siap melakukan pekerjaan yang tidak banyak memberikan nya ilmu.
Setelah Bos nya memberikan pekerjaan kepada Sindy, lalu Sindy di biarkan melakukannya Sendiri tanpa diperhatikan.
Meskipun begitu Sindy bisa melakukannya, sehingga menghasil bunga yang banyak.
"Wah ternyata kamu bisa ya, meskipun hanya 1x ajarkan." ucap Bos baru Sindy.
"Ahamdulillah bu, semoga kedepan nya bisa buat yang lebih banyak lagi." jawab Sindy kepada ibunya.
"Iya, harus bisa itu." jawab Bos nya.
"InsyaAllah akan Sindy usahakan bu." ucap Sindy.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nyaš jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nyaš„°
Terimakasih semuanya salam kenal dari authorš„°