
"Tidak ada yang menggangguku Ibu, aku hanya ingin mengatakan kalau aku... ". Ucap Sindy dengan ragu untuk mengatakan kepada Ibu nya
" kamu kenapa? Ayo katakan saja dengan jujur nak". Ucap Ibu
" Aku.. hanya ingin bilang kalau aku sudah tidak bekerja lagi Ibu". Ucap Sindy sambil menangis
" Apa..? Tapi kenapa tidak lagi bekerja nak". Ucap Ibu
" Aku diberhenti kan ibu, dan Terjadi sedikit kesalah pahaman antara aku dan Leader baru itu ibu, maafkan aku ibu, untuk sementara aku harus menganggur dulu, untuk Cicilan Sepeda motor akan aku usahakan ibu, maafkan aku ya ibu ".Jawab Sindy
"Bagaimana Cara nya kamu melunasinya, sedangkan hari ini kamu sudah tidak bekerja lagi". Ucap Ibu
" Semoga ada Jalan nanti nya Ibu, mohon doanya ya Ibu, mulai besok aku akan menyebarkan surat lamaran kerja". Ucap Sindy
" Iya Sin, semoga secepat nya kamu dapat kerja baru". Ucap Ibu
" Aamin, Semoga ya Ibu". Jawab Sindy
" Iya Sin". Ucap Ibu
" Ibu, Sindy ke kamar dulu ya, mau istirahat, besok Sindy ada janji dengan teman". Ucap Sindy
" Iya Sindy Istirahat la nak". Ucap Ibu
Sindy langsung menuju kamarnya untuk istirahat, sebelum ia tertidur Sindy masih kepikiran bagaimana Cara nya ia membayar Cicilan Sepeda motor nya sedangkan saat ini status sindy sudah menjadi seorang pengangguran.
" Aku harus mencari lowongan kerja secepatnya, agar aku bisa melunasi kredit tanpa harus terlambat pembayaran". Ucap Sindy
Keesokan harinya Sindy terbangun dan duduk Santai di ruang tamu, tiba-tiba sang ayah menghampirinya dan Bertanya Kepada Sindy.
__ADS_1
" Kamu tidak bekerja ya Sin, ayah lihat sudah berapa hari ini kamu selalu di rumah? ". Tanya sang ayah Kepada Sindy dan Sindy bingung untuk mengatakan Kepada ayah nya
" Hm... aku tidak bekerja lagi ayah". Jawab Sindy dengan ketakutan
" Apa? Kenapa tidak bekerja? ". Ucap sang ayah
" Karena tidak memenuhi target jadi aku digantikan dengan yang baru, kontraknya hanya 3 bulan ayah". Jawab Sindy sambil teringat dengan pertemuannya nanti dengan Zain
" Bagaimana kamu ini, memangnya kamu tidak tahu kerja nya di kontrak hanya dalam waktu 3 bulan saja?". Ucap sang ayah dengan sangat marah
" Tau ayah, dari awal sudah di kasih tau kok". Jawab Sindy
" Terus kenapa kamu masih mau kerja di situ dengan perjanjian 3 bulan saja". Ucap sang ayah
" Apa salah nya ayah kalau aku mencoba bekerja dari pada diam di rumah saja". Jawab Sindy
" Akan aku usahakan nanti ayah, aku tidak akan merepotkan ayah dalam masalah ini". Jawab Sindy
" Gampang sekali kamu ngomongnya, sekarang sudah tidak bekerja ngomongnya tidak akan merepotkan ayah. Kerja aja tidak bagaimana kamu mau bayar cicilannya". Ucap sang ayah dengan Kasar.
" Besok aku akan cari kerja ayah". Jawab Sindy sambil menangis karena sedih dengan perkataan ayah nya.
Ayah Sindy sangat kecewa dengan Sindy karena Sepeda motor yang Sindy kredit baru dilunasi dalam waktu 2 bulan, sedangkan sekarang Sindy sudah menjadi pengangguran. Dalam masalah ini ayah nya sama sekali tidak mau ambil pusing tentang bagaimana cara Sindy melunasinya.
" Sindy sudah lah kamu jangan menangis, jangan terlalu diambil hati, apa yang ayah mu ucapkan jangan kamu pikirkan, bisa-bisa stress Kalau di pikirkan terus-menerus Sindy". Ucap sang Ini
" Ibu, apa yang ayah katakan benar bagaimana aku akan melunasinya, aku sekarang seorang pengangguran Ibu". Ucap Sindy yang sedangkan menangis
" Sudah lah Sindy, jika Sudah waktu pembayarannya tiba dan kamu belom mendapatkan pekerjaan Ibu akan mencoba membantu mu". Ucap Ibu
__ADS_1
" Tapi Ibu juga tidak bekerja, bagaimana mungkin? ". Ucap Sindy
" Ibu ada ikut arisan, sementara Ibu akan ambil uang arisan Ibu". Ucap Ibu
" Terimakasih Ibu". Ucap Sindy
" Sama-sama Sindy". Ucap Ibu
" Ibu hari ini aku ada janji, sebentar lagi aku akan bersiap pergi". Ucap Sindy
" Ada janji dengan siapa? ". Ucap Ibu
" Zain sepupunya Bela Ibu, kemarin ia mengajak ku pergi tapi aku menolak nya, dan sekarang aku terima saja ajakannya ibu". Ucap Sindy
" Hati-hati nanti di jalan dan jangan pulang larut malam, nanti ayah mu bisa marah lagi". Ucap Ibu mengingatkan Sindy
" Iya Ibu, hanya pergi sebentar saja". Ucap Sindy
" Bawa motor sendiri atau di jemput? ". Tanya sang Ibu kepada Sindy
" Bawa Sendiri Ibu". Jawab Sindy
" Baiklah. Hati-hati di jalan ya". Ucap Ibu
" Iya Ibu". Jawab Sindy
Beberapa Jam kemudian Sindy selesai bersiap dan langsung pergi ke alun-alun untuk menemui Sindy.
" Zain apa Kamu sudah sampai di alun-alun? ". Tanya Sindy lewat Chat WhatsApp nya
__ADS_1