
"Bagaimana ya Zain, aku harus jawab apa sekarang". Ucap Sindy masih bingung dengan perasaan nya.
" Sin, ikuti saja Kata hati mu Sin, aku berharap kamu bisa menerima nya". Jawab Zain
" Baik lah Zain aku mau berkomitmen tapi aku takut jika suatu saat nanti diantara kita ada yang tersakiti dan pertemanan menjadi Hilang". Ucap Sindy masih ragu mengambil keputusan ini
" Benarkah? Aku tidak bermimpi kan Sin, harapan ku terkabul. Semoga hubungan kita baik-baik saja Sindy. Jadi mulai sekarang kamu wajib kasih kabar kegiatanmu, Oke". Jawab Zain merasa senang mendengar jawaban Sindy
" Ya sudah ya Zain aku mau istrhat dulu Karina besok aku harus bangun awal". Ucap Sindy
" Baik lah Sindy, jangan lupa mimpiin aku ya". Jawab Zain mulai merayu Sindy yang sedang mengantuk
" Hm.. apaan Sih Zain, memangnya mimpi siapa dan mimpi apa bisa diatur oleh kita sendiri gitu". Ucap Sindy
" Semoga saja Sin, heee". Jawab Zain sambil tersenyum
" Hm. Terserah saja Zain, aku tidur dulu ya ". Ucap Sindy cuek Karena masih menganggap biasa saja, Sindy menganggap tidak berhubungan lebih dari seorang teman
" Iya Sin, selamat malam ". Ucap Zain
" Iya Selamat malam kembali". Jawab Sindy
" Cuek sekali Sindy menjawab chat ku. mungkin Karena Sindy sudah mengantuk, ya mungkin Karena dia sedang mengantuk". Ucap Zain sendirian di rumah nya
__ADS_1
Keesokan hari nya Sindy siap untuk mengantarkan surat Lamaran kerja bersama dengan Tisa. Tetapi Tisa sahabatnya Sindy belum menyelesaikan berkas Lamaran kerjanya.
" Tisa, apakah kamu sudah selesai mandi? ". Tanya Sindy yang baru saja terbangun dari tidur nya.
" Belum Sin, aku masih mager ni, sebentar lagi lah ". Jawab Tisa yang masih terbaring di kasurnya yang empuk
" Oh iya Tisa, tidak masalah, nanti kita berangkat nya jam 08.00 ya, jangan telat". Ucap Sindy mengingatkan Tisa untuk berangkat tepat waktu
" Jangan khawatir Sin aku akan datang tepat waktu, oke". Jawab Tisa
" Ya ya ya. Aku percaya kamu akan datang tepat waktu Tisa". Ucap Sindy yang selalu percaya dengan sahabatnya itu
" Terimakasih". Ucap Tisa tersenyum legal
Beberapa menit kemudian, tiba-tiba Tisa datang membawa berkas nya tetapi kurang lengkap.
" Sindy... ". Tisa menekan klakson motor nya sambil memanggil Sindy
" Lah sudah sampai, cepat juga ya " Ucap Sindy yang belum memakai jilbab nya
" Belum Siap lagi, padahal tadi dia juga yang bilang jangan telat". Ucap Tisa
" Aku tinggal pakai jilbab saja ini". Jawab Sindy
__ADS_1
" Baik lah, Sin berkas ku belum lengkap, kamu punya kertas polio yang kosong lagi ngak? ". Tanya Tisa
" Sebentar Tisa, aku cek dulu ya ". Jawab Sindy
" Oke Sin". Ucap Tisa
" Hm.. sepertinya Ada ni, tapi sedikit kotor Tisa ". Jawab Sindy sambil menunjukkan kertas kosong yang tercoret Tinta hitam.
" Mana? Sini berikan padaku. Hm.. sepertinya tidak masalah ini, masih bisa digunakan. Apa ini boleh aku pakai Sin". Tanya Tisa
" Oh iya tentu, pakai saja tis!. kamu ini bagaimana Sih Tis tidak menyelesaikannya di malam hari ". Ucap Sindy
" Aku tidak sempat Sin, banyak yang harus aku selesaikan tadi malam ". Jawab Tisa
" Oh begitu ya". Ucap Sindy
" Ya, sedikit lagi selesai ini, cepat lah kamu pakai jilbab mu sekarang Sin". Ucap Tisa
" Iya iya ". Jawab Sindy
" Ayo pergi, aku sudah selesai". Ucap Tisa yang sudah menyelesaikan Berkas nya
" Oke, Ayo berangkat!! Tisa Kita ke ATM dulu ya sebelum ke J&T". Ucap Sindy
__ADS_1
" Oke Siap Sin". Jawab Tisa
Mereka langsung berangkat menuju ATM Terlebih dulu, Karena hari ini Sindy akan membayar cicilan Sepeda motor yang di kreditnya 2 bulan yang lalu.