
Sepulang nya di kantor, Desi dan Sindy menyiapkan makanan yang dibelinya tadi untuk makan siang.
Sindy juga ikut makan siang di kantor, setelah makan, Sindy terburu-buru pulang karena akan lanjut ke toko lagi.
Ketika Sindy diperjalanan, Devan mengirim pesan kepada nya.
"Hati-hati di jalan ya manis." ucap Devan, Sindy heran, kenapa Devan bisa tahu kalau sekarang dia mau pulang, itu berarti Devan adalah orang yang di kenal nya.
"Kenapa kamu bisa tahu kalau Saya mau pulang? Sebenarnya kamu ini Siapa?." tanya Sindy semakin penasaran.
"Aku Devan, kemarin kan kamu sudah tahu." jawab Devan membuat Sindy semakin bingung.
"Iya, ada nama lain ngak? maksud ku biasa kamu di panggil dengan nama siapa?." Sindy kepikiran kalau Devan mempunyai nama panggilan yang khusus.
"Kenapa bertanya seperti itu." Devan tersenyum dengan pertanyaan Sindy yang sudah mencurigai nya.
"Soalnya kamu chat aku seolah-olah aku baru saja memberitahu mu kalau ingin pulang. Aku curiga kamu ini bekerja di tempat yang sama denganku." ucap Sindy
"Iya Benar, kita bekerja di tempat yang sama." jawab Devan.
__ADS_1
"Kalau begitu, katakan kepadaku siapa nama mu sebenarnya." tanya Sindy penasaran.
"Devan nama ku sebenarnya. biasa di panggil panji. jawab Depan.
Batin Sindy " Oh ternyata Benar dia orang yang bekerja di kantor tempat aku bekerja yang kemarin titip salam ni."
"Oh begitu, pantes saja aku tidak mengenalnya lihat dari fotonya." jawab Sindy.
"Itu foto lama ku." ucap Devan.
Setelah perkenalan itu Devan dan Sindy menjadi berteman dekat, dan hampir saja Sindy terjebak Cinta nya, tetapi ia tidak menerima Cinta nya karena Sindy masih berhubungan dengan Zain kekasihnya.
Sindy selalu membalas chat dari Devan dan tidak lupa untuk Chat Zain juga, sehingga ia terbawa perasaan setiap bercanda dengan Devan, sebelum ia mengetahui bahwa Devan adalah duda muda yang sudah mempunyai anak 1.
"Kak, sebenarnya yang chat Sindy kemarin si panji kak." ucap Sindy memberitahu Desi.
"Oh ya, dari mana dapat nomor hp mu Sin." tanya Desi.
"Ngak tahu kak, belum nanya dapat dari mana kak." jawab Sindy juga penasaran.
__ADS_1
"Padahal kakak juga belum punya nomor hp mu Sin, kak bisa dia duluan ya." ucap Desi
"Itu dia masalah nya kak. kak bisa duluan dia." Sindy semakin bingung.
"Mungkin ada yang ngasih ke dia kali Sin." Desi menebak seseorang telah memberikannya seizin Sindy.
"Iya bisa jadi kak, tapi siapa?." Sindy semakin penasaran.
Sekian lama Sindy bertanya akhirnya Devan memberi tahu Sindy bahwa ia meminta rekan Sindy untuk memberikan nomor hp nya.
Sindy berpikir, dari sekian banyak pria yang sudah dekat dengan nya, tapi pria yang berstatus duda ini yang paling mudah mendapatkan nomor hp nya Sindy.
Semua karyawan yang bekerja di kantor tersebut mengejek Sindy sebagai pacar nya Devan, sampai-sampai Sindy merasa Risih.
Kemudian Jack, karyawan toko punya Bos pemilik Kantor tersebut titip salam juga kepada Sindy dan di sampaikan oleh Desi.
Jack dan Desi adalah teman dekat di kantor, saling terbuka satu sama lain, jadi Desi sangat mengenal Jack dengan baik.
Terkadang Jack juga ikut mengejek Sindy dengan Devan, tetapi tujuannya Jack mengejek hanya untuk melihat bagaimana respon Sindy jika di sanding kan dengan Devan yang sedang dekat dengannya.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nyaš jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nyaš„°
Terimakasih semuanya salam kenal dari authorš„°