
Ketika Desi bilang Jack titip salam kepada Sindy, sebenarnya ia tidak percaya karena melihat Jack ketika bertemu dengan nya tampak biasa saja.
Tidak ada tanda-tanda menyukai Sindy sedikitpun, mengejek nya dengan panji Sih sering kalau bertemu.
Setelah Sindy membersihkan setiap ruang di kantor, tiba-tiba Big Bos Sindy mengirim pesan WhatsApp.
"Bagaimana pekerjaan nya Sin? Apa semua sudah selesai dikerjakan?." tanya Big Bos karena melihat Sindy duduk santai di depan komputernya.
"Sudah pak, hari ini belum ada data yang masuk, jadi Sindy tidak ada pekerjaan. Apa ada yang harus Sindy kerjakan yang lain pak?." Sindy bertanya kembali kepada Big Bosnya.
"Baiklah Sin, kamu tunggu saja sementara jika hari ini belum ada yang kirim, kamu hubungi saja Tim survey di lapangan untuk segera mengirimkan data secepatnya." Perintah Big Bos yang harus Sindy kerjakan.
"Siap pak." Jawab Sindy.
Sindy merasa senang dengan pekerjaan nya saat ini, tidak sia-sia Sindy menerima tawaran dari ibu Big Bos nya saat ini.
Meskipun ia di janjikan dengan gaji yang sangat rendah yang kerjanya dikantoran tetapi ia tetap menjalani dengan ikhlas, berbeda dengan pekerjaan sebelumnya yang membuatnya terbebani dan sangat membuat batin nya tertekan.
__ADS_1
Sindy sangat bersyukur dengan pekerjaan saat ini, dan sekarang ayah nya Sindy sudah tidak pernah marah kepada Sindy karena tidak bekerja.
Ayah nya tidak pernah marah, karena ia tahu saat ini Sindy sudah mempunyai pekerjaan tetap dan ia tidak akan pusing memikirkan cicilan sepeda motor nya lagi.
Yang menjadi ketakutan Ayah Sindy saat ini, jika Sindy berpacaran dengan orang yang salah.
Ayah nya masih kecewa dengan teman lelaki Sindy yang mengantarnya pulang ke rumah, tetapi tidak menunjukkan sifat hormatnya kepada Ayah Sindy.
Zain seharusnya bersalaman kepada Ayah nya Sindy, waktu bertamu ke rumah nya, tetapi Zain tidak menghampiri ayah nya untuk bersalaman.
"Bu, kok Sindy belum pulang sudah mau maghrib ini." tanya Ayah Sindy kepada Ibu nya karena khawatir Sindy akan bertemu dengan Zain.
"Mungkin lagi di jalan ayah, sebentar lagi juga pulang." jawab Ibu Sindy.
"Jangan-jangan ia bertemu dengan pria yang kemarin mengantarnya pulang." Ayah Sindy multi curiga dengan Sindy.
"Tidak ayah, jangan Suuzon begitu dong." jawab Ibu mencoba memberi pengertian.
__ADS_1
"Aku hanya ingin ia melihat contoh yang terjadi dilingkungan kita, bergaul dengan lelaki yang salah bu." Ayah Sindy sangat mengkhawatirkan keselamatan anak perempuannya.
"Sindy sudah besar ayah, sudah mengerti mana yang baik dan mana yang buruk." Ibu membela Sindy
Belum selesai mereka berbincang, tiba-tiba Sindy pulang dari kerja dengan wajah kusam dan pucat karena kelelahan.
"Itu Sindy sudah pulang." ucap Ibu sambil memandang Ayah nya yang sering berpikir negatif tentang Sindy.
Tetapi Ayah nya hanya terdiam ketika Sindy sudah berada di rumah.
Ibu nya langsung ke dapur karena ayah nya sudah berhenti bertanya tentang Sindy.
Sindy langsung menbuka pintu dan memarkirkan sepeda motor nya di ruang tamu tepat di samping ayah nya, tetapi ayah nya sama sekali tidak bertanya.
Tanpa Bicara Sindy langsung ke kamar dan siap-siap untuk mandi karena badannya sudah terasa lengket.
"Lama sekali pulang hari ini Sin?." tanya Ibu tak biasa.
__ADS_1
"Memangnya kenapa Bu, biasa nya Ibu tidak pernah bertanya." jawab Sindy.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰