Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 49


__ADS_3

" ya bukan ngomel pokoknya". Jawab Sindy membantah.


" Sudah Siap? ". Tanya Zain yang Sudah menyalakan Sepeda motornya.


" Iya Sudah Siap, cepat jalan sekarang! ". Pinta Sindy kepada Zain.


" Iya iya, sabar kenapa Sih sin! ". Ucap Zain dengan tenang.


" Aku masih belum bisa tenang sebelum sampai di rumah Bela Zain". Jawab Sindy yang gelisah, takut keluarga Bela beranggapan yang bukan-bukan kepada nya.


" Iya, sabar ya. kan kita juga Sudah di jalan sekarang ". Zain tetap tenang menjawab ucapan Sindy.


Sesaat Sindy terdiam, melihat ke kiri ke kanan untuk menenangkan pikirannya yang masih khawatir, Pulang yang Sudah larut malam.


Tiba-tiba Zain bertanya " Hey... kenapa diam? Kamu tidur ya Sin? ". Tanya Zain yang mengira Sindy Tertidur.


" Hm... aku tidak tidur Zain". Jawab Sindy dengan Nada rendah.


" Kalau kamu mengantuk, tidur saja di bahuku! tidak masalah kok Sin". Ucap Zain menawarkan bahunya.

__ADS_1


" Aku tidak mengantuk Zain, tenang". Jawab Sindy Dan Spontan Zain menarik tangan Sindy untuk diletakkan di perutnya.


" Jangan Sungkan, kita kan Sudah berpacaran". Ucap Zain gembira di peluk Sindy, itu pun karena permintaan Zain sendiri yang menarik tangan Sindy.


" Hmm.... ". Sindy menjawab dengan singkat tanpa berkata.


Batin Sindy " Ini benar apa salah ya, aku merasa canggung, gelisah, seperti ada yang aneh dengan diriku malam ini". Sindy berpikir tindakan Kali ini salah meskipun konsep orang berpacaran seperti ini, tetapi pengalaman Sindy sendiri tidak pernah melakukan half seperti ini.


Zain yang sedang fokus berkendara membiarkan Sindy terdiam, mungkin saja Sindy dengan mengantuk,pikirnya.


10 Menit kemudian mereka tiba di rumah Bela dan keadaan rumah Sudah gelap, Dan terkunci rapat.


" Tu kan benar, Sudah pada tidur semuanya". Ucap Sindy yang melihat pintu terkunci.


" Kalian Sudah sampai ya ". Bibi berkata saat Sudah membuka pintu rumah dengan mata terbisip-bisip.


" Iya Bi baru sampai, Sudah lama ya tidur nya bi". Tanya Zain kepada Bibinya.


" Sudah lama juga, Bibi lanjut tidur dulu nya, nanti kunci saja Sin pintu nya! ". Perintah Bibi

__ADS_1


" Iya Bu, nanti Sindy kunci". Jawab Sindy dan langsung menyimpan tas selempangnya.


" Sin, aku dingin, tolong buatkan aku segelas kopi ". Pinta Zain sebelum Pulang.


" Iya, sebentar ya". Sindy ke dapur untuk menghangatkan air dan membiarkan segelas kopi untuk Zain. " Ternyata Zain belum mau Pulang, mana sekarang aku lagi di rumah orang tapi jam segini dia masih di sini bersama ku". Batin Sindy


" Iya Sin". Jawab Zain menunggu kopi buatan Sindy yang saat itu sudah menjadi kekasih nya.


Dalam waktu 5 Menit Sindy menghampiri Zain dengan membawa segelas kopi untuk nya.


" Ini Zain kopi nya". Sambil menyerahkan kopi itu, Sindy sadar bahwa Zain mengantuk.


" Iya Sin, letakkan di situ". Sambil menunjuk ke arah meja, Dan Zain mulai terlelap.


" Zain kalau kamu ngantuk tidur di sini saja, menginap". Ucap Sindy yang tidak enak mengusir Zain Pulang, takut Zain kecil hati mendengarnya.


" Tidak Sin, Sebentar lagi aku Pulang kok. Setelah Menghabiskan kopi ini ". Jawab Zain


" Apa kamu yakin ingin Pulang, kamu saja sekarang sedang ngantuk Zain". Ucap Sindy mengkhatirkan Zain karena kondisinya sedang mengantuk dan perjalanan menuju rumah nya lumayan jauh dari rumah Bela.

__ADS_1


" Iya aku yakin. Kamu jangan khawatir Sin, aku Sudah biasa Pulang jam segini". Jawab Zain dengan santai.


" Baiklah jika itu Sudah keputusanmu". Jawab Sindy


__ADS_2