Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 22


__ADS_3

" Belum ayah, aku belum bicara dengan Kakak ayah". Ucap Sindy juju mengatakan kepada ayah, sedikit merasa takut Sindy ungkapkan ke ayah


" Belum? Kamu seharian ngapain aja? bagaimana Mau di panggil bekerja di suruh belajar buat surat lamaran kerja aja tidak di jalan kan". Ayah emosi lagi mendengar ungkapkan Sindy


" Ibu ternyata itu penyebabnya mengapa Sindy seharian mengurung diri nya di kamar". Ucap Kakak yang sedang menguping pembicaraan Sindy dan ayah nya


" Pantas saja mata Sindy terlihat habis menangis ". Ucap Ibu kepada Kakak


" Sekarang temui Kakak mu dan belajar cara buat nya bagaimana! ". Ucap ayah dengan Nada tinggi sehingga Sindy meneteskan air matanya kembali


" Iya Ayah". Jawab Sindy dengan Nada sedih


" Kalau sudah selesai tunjukan kepada ayah". Ucap ayah


"Iya ayah " Jawab Sindy


" Kak ajari aku bagaimana cara pembuatan surat lamaran kerja yang benar ". pinta Sindy kepada Kakak nya untuk mengajarinya membuat surat lamaran kerja


" Mana surat yang kemarin kamu buat bagaimana, aku lihat dulu punya mu". Kakak ingin melihat surat lamaran yang dibuat Sindy kemarin.

__ADS_1


" Ini kak, Salah NY d mana kak ". Tanya Sindy mengenai surat lamaran kerja yang dibuat nya


" Kalau menurut Kakak surat yang kamu buat Salah pada penulisan saja Sin, yang harus d perhatikan adalah letak huruf kapital nya di mana, tanda titik komanya, dan mengajukan diri untuk bekerja di bidang yang perusahaan perlukan. Kalau disini kamu tidak mencamtumkannya, penulisan nama tempat saja ini belum tepat". Ucap Sang Kakak


" Baiklah kak akan ku perbaiki penulisannya, tolong kasih tanda yang Salah di situ kak, Coret saja tidak masalah kak". Pinta Sindy kepada Kakak


" Baiklah Jangan sampai Salah lagi ya ". Ucap Kakak


" Siap kak ". Ucap Sindy semangat


" Ini bagaimana kak? Apakah sudah benar? " Tanya Sindy setelah 10 menit berlalu sambil menyerahkan selembar kertas polio nya.


" Baik kak, Terimakasih ya kak bantuannya". Jawab Sindy dengan mengucapkan terimakasih dengan Kakak nya


" Iya, Sama-sama. Sana temui ayah! ". Ucap kakak mengulangi perkataannya


" Iya kak ". Jawab Sindy


" Ayah ini surat lamaran yang aku buat, Apakah sudah benar ". Sindy langsung menyerahkan surat lamaran kerja setelah belajar dengan Kakak nya

__ADS_1


" Sini ayah lihat". Ucap ayah sambil mengulurkan tangan mengambil surat lamaran dari Sindy, Sindy menyerahkan kepada ayah


" Ini sudah lumayan rapi, dan penulisannya sudah benar, lain Kali Jangan kebanyakan main hp yang cuma asyik telpon dan pacaran saja, dipergunakan dengan benar untuk mencari informasi". Ucap Ayah


" Iya ayah" Jawab Sindy singkat


Sindy langsung pergi ke kamar nya lagi dan membawa kertas polio nya itu. Ketika masuk ke kamar Sindy melihat layar hp nya ada beberapa pesan WhatsApp yang di kirim dari Zain.


" Sindy Jika kamu sudah tidak sibuk lagi, tolong hubungi aku atau balas saja chat ini". Isi chat yang terlihat di layar hp ny


" Iya Zain, maaf ya baru sempat lihat hp lagi, tadi lagi ada yang diurus". Sindy membalas chat dengan suasana sedikit melegakan


" Iya tidak apa-apa Sin, sekarang aku merasa senang Karena kamu sudah merespon chat ku". Ucap Zain senang membaca chat Sindy


" Memangnya tadi kamu kenapa tidak senang? ". Tanya Sindy


" Karena kamu lama balas Chat dari aku, aku kawatir kalau kamu seperti hari ini". Jawab Zain jujur dengan Sindy, pelan-pelan mengungkapkan perasaannya yang sempat tertunda


" Lah kan aku bukan adikmu, bukan juga Kakak mu, atau... pacarmu. Jadi untuk apa kamu khawatir dengan aku, tidak usah membuat diri mu pusing Zain". Ucap Sindy yang sedikit merasa senang Karena masalah surat lamaran yang ayah nya permasalah kan sudah selesai

__ADS_1


__ADS_2