Akhir Cinta Sindy

Akhir Cinta Sindy
Episode 35


__ADS_3

" mungkin Ibu di dapur Tisa, dan ayah mungkin masih tidur". Ucap Sindy


" Tadi Ibu mu tidak sedang di dapur Sin, ya Sudah lah aku pulang saja ya. Nanti kalau ayah dan Ibu mu menanyakan ku, bilang aku Sudah pulang". Jawab Tisa


" Oke Tisa ". Jawab Sindy


Tisa langsung Pulang pada saat matahari terbit tanpa pamit kepada ayah dan Ibu Sindy, karena takut kesiangan sampai rumah nya made Tisa buru-buru pulang.


Ketika Tisa Sudah berangkat untuk pulang tiba-tiba Ibu nya datang Dari arah belakang rumah nya dan melihat Sindy Sudah di depan Pintu.


" Loh Sin, kenapa berdiri di depan Pintu". Ucap Ibu yang belum mengetahui kalau Sindy sedang mengantar Tisa di depan Pintu, tetapi Tisa Sudah bergegas pulang sehingga tidak kelihatan lagi oleh Ibu.


" Tisa Sudah pulang? cepat banget. Apa kalian Sudah sarapan? ". Tanya Ibu


" Belum bu, Tisa buru-buru jadi aku Lupa untuk menawarkan sarapan". jawab Sindy benar-benar Lupa untuk mengajak Tisa sarapan sebelum Tisa pulang.


" Kamu ini bagaimana sih Sin, bisa-bisa Tisa jera untuk menginap di sini lagi". Ucap Ibu dengan Nada sedikit tinggi sehingga Sindy berlinang air mata tetapi belum menetes.


" Iya Maaf Ibu". Jawab Sindy dengan perasaan sedih karena jarang sekali Ibu bisa berbicara dengan Nada tinggi


" Lain Kali jangan di ulangi, ". Ucap Ibu

__ADS_1


" Iya Bu". Jawab Sindy sambil menundukkan kepala nya


Ibu langsung pergi ke dapur, karena sedikit kecewa kepada Sindy karena tidak menawarkan sarapan kepada temannya yang menginap di rumah nya. Setidaknya sebelum temannya pulang Sindy harus menawarkan sarapan yang Sudah di siap kan oleh Ibu nya tetapi Sindy malah Lupa mengajak Tisa untuk sarapan.


Sindy menghampiri Ibu nya di dapur " ibu, apakah Ibu marah dengan ku? ". Tanya Sindy kepada Ibu, tetapi Ibu tidak menjawabnya.


" Bu, maafkan aku, aku benar-benar lupa, bahkan aku belum sempat kedapur, jadi aku tidak mengetahui kalau Ibu Sudah menyiapkan sarapan bu". Ucap Sindy menjelaskan apa yang sebenarnya Terjadi, bukan karena dirinya sengaja tidak menawarkan sarapan.


" Iya tapi lain Kali jangan kamu sepele kan hal seperti ini". Jawab Ibu menerima penjelasan Sindy


" Iya Bu, sekali lagi aku minta Maaf. aku permisi ke kamar dulu ya Bu". Ucap Sindy


" Iya ". Jawab Ibu sangat


" Sindy selamat pagi, apa kamu Sudah bangun Sin? ". Baru saja pesan WhatsApp di Kirim oleh Zain ketika Sindy akan ke kamar nya.


"Iya Sudah bangun Zain, kamu baru bangun ya ". Dengan cepat Sindy merespon chat Dari Zain karena saat ini Zain adalah laki-laki satu-satu nya yang mengisi kekosongan hatinya selain ayahnya.


" Iya baru bangun, buru-buru chat kamu Sin, sampai-sampai aku belum cuci muka". Ucap Zain dengan Jujur dan sedikit memalukan, padahal ia sedang chat dengan wanita pujaannya


" haaa... kenapa belum cuci? cuci dulu la nanti baru lanjut chat nya". Jawab Sindy

__ADS_1


" Iya Sin, ini mau cuci kok". Jawab Zain lagi


" Iya cuci sana ". perintah Sindy dan Zain langsung pergi untuk mencuci wajahnya


Dalam 5 Menit Zain Sudah selesai mencuci wajahnya dan melanjutkan chat nya kembali.


" aku Sudah selesai. Sin, apa kamu sibuk hari ini? ". Tanya Zain di chat nya


" Tidak. Memangnya kenapa Zain? ". Tanya Sindy


" Kalau begitu kita bisa dong ketemuan? ". Tanya Zain sekalian mengajak Sindy bertemu


" Hm.. hari ini? ". jawab Sindy dan bertanya kembali kepada Zain.


" Iya hari ini, kamu ngak ada janji kan Sin? ". Tanya Zain lagi.


" Tidak Sih tapi.... ". Jawab Sindy ragu


" Tapi apa Sin? ". Tanya Zain


" Tapi aku ngak yakin bisa keluar rumah tanpa keperluan". Jawab Sindy karena takut ayahnya marah jika ia keluar hanya untuk menemui seorang pria.

__ADS_1


" Loh kenapa? ". Tanya Zain


__ADS_2