
" Sudah juga Sin, baru saja Selesai. Bagaimana liburannya hari ini?".. Jawab Zain dan bertanya mengenai perasaan Sindy setelah ke pantai.
" Menyenangkan Zain, hanya saja kami tidak bisa mandi karena ngak ada yang jagain tas kami". Jawab Sindy
" Lo kenapa? kan kalian bisa bergantian mandi nya di sana". Ucap Zain
" Ngak asyik dong Zain, masa' mandi sendirian kalau di pantai. Mending mandi d rumah kalau gitu". Jawab Sindy
" Haha.. Nanti mandi bersamaku saja kalau ada kesempatan kita ke pantai". Ucap Zain
" Ets.... Bukan Muhrim". Ucap Sindy menolak
" Tunggu Muhrim baru bisa mandi berdua ya Sin. Kalau begitu apa kamu mau menikah dengan ku". Tanya Zain blak-blakan
" Haaaa.... Apa kamu sadar dengan ucapan mu Zain? ". Sindy balik bertanya kepada Zain, padahal Zain hanya menguji perasaan Sindy
" Yaa... aku sadar dan aku yakin. Apa kamu mau? ". Tanya Zain lagi
" Maaf Zain untuk saat ini aku belum bisa dan bahkan aku belum siap untuk menikah". Jawab Sindy
" Baiklah Sin, jika nanti kamu Sudah siap aku akan mempersuntingmu". Ucap Zain meyakinkan Sindy dengan tujuan untuk membuat Sindy jatuh hati kepada nya
" Masih lama Zain, mending kamu cari wanita yang benar-benar siap untuk menjadi pendampingmu". Ucap Sindy
__ADS_1
" Aku maunya kamu Sin, kenapa di suruh cari yang lain". Jawab Zain
" Terserah kamu saja Zain". Ucap Sindy sambil tersenyum membalas chat dari Zain, tiba-tiba Tisa yang sedang nginap di rumah nya menyadari bahwa Sindy senyum sendiri dengan hp nya itu.
" Heii... kenapa senyum-senyum sendiri? ". Tanya Tisa kepada Sindy
" He... Tidak ada apa-apa". Jawab Sindy
" Bohong kamu Sin, pasti ada sesuatu ya? Emang chat apa dengan Zain, kok seperti nya serius dan asyik gitu". Tanya Tisa di kamar Sindy itu.
" Chat biasa saja, tidak ada yang serius kok". Jawab Sindy
" Hm... aku yakin banget ni pasti ada sesuatu, terlihat jelas di matamu ". Ucap Tisa bertanya-tanya
" Hm.. mulai mengalihkan pembicaraan deh". Ucap Tisa
" Sudah larut ini Tisa, tidur yuk". Sindy mengajak Tisa Tidur karena Tisa masih menanyakan chat nya.
" Iya, sebentar lagi". Ucap Tisa
" Sindy apa kamu Sudah Tidur? ". Tanya Zain masih menyambung chat nya
" Belum Zain, tapi sebentar lagi aku mau Tidur, soal nya Sudah larut malam". Jawab Sindy melalui Chat WhatsApp nya
__ADS_1
" Oh iya lah kalau begitu Sin, selamat malam Sin". Ucap Zain
" Iya selamat malam juga Zain". Jawab Sindy yang Sudah merasakan gejolak asmara.
Tisa masih penasaran dengan Chat Sindy, padahal itu adalah hal yang sangat biasa dialami remaja seusia mereka, Tisa merasa Sindy Sudah menjalin hubungan yang serius dengan Zain hanya saja Sindy tidak menceritakan kepada nya. Tisa menginginkan kejujuran Sindy baru ia merasa tenang.
" Sin ". Tisa memanggil Sindy untuk menanyakan hal yang sama.
" Iya Kenapa Tisa? Apa kamu perlu sesuatu? kamu mau minum atau mau cemilan? ". Tanya Sindy yang Sudah terbaring di kasur nya
" Tidak Sin, aku masih penasaran. Apa kamu Sudah jadian dengan Zain? ". Tanya Tisa yang sangat penasaran
" Ya ampun Tisa... segitu penasarannya kah? ". Jawab Sindy
" Cerita dong sekarang Sin, aku sungguh penasaran sampai aku tidak bisa memejamkan matamu". Ucap Tisa yang di anggap lebai oleh Sindy
" Hm.. baiklah jika itu alasannya mu, aku akan cerita". Jawab Sindy
" Akhir nya mau juga ". Ucap Tisa dengan Senang
" Tadi Zain bilang kalau aku Sudah siap menikah dia ingin mempersuntingku, jadi aku tersenyum, soal nya aku suruh cari yang lain tapi dia mau menunggu ku kalau aku Sudah siap. Itu saja tisa. Apa kamu puas? ". Sindy akhirnya menceritakan kepada Tisa
" Terus apa lagi? ". Tanya Tisa padahal Sindy Sudah menceritakannya
__ADS_1