
" Sudah Sin, baru saja sampai. Kamu di mana? Apa sudah di Alun-alun sekarang? " Balas Zain kepada Sindy
" Iya Sudah, tapi masih di parkiran". Ucap Sindy di Chat WhatsApp nya
" Sebelah mana, aku juga di parkiran". Jawab Zain di WhatsApp
" Di dekat Cafe Zain, kamu di mana ? ". Ucap Sindy
" O iya aku lihat, aku akan ke sana ". Jawab Zain
" Oke ". Sindy
2 menit kemudian Zain menghampiri Sindy tepatnya di dekat parkiran itu.
" Hai ". Ucap Zain kepada Sindy
" Hai Zain.". Jawab Sindy
" Mau jalan dulu atau Mau langsung ke cafe aja? ". Tanya Zain sambil tersenyum kepada Sindy
" Kita jalan aja dulu ya, aku mau menikmati pemandangan sore ini, kamu tidak masalah kan Zain? ". Ucap Sindy
" O iya tidak masalah dong, dengan senang hati". Jawab Zain
" Terimakasih Zain". Ucap Sindy
" Tidak perlu berterimakasih Sindy, jika kamu ingin setiap hari jalan, aku siap 24 jam menemanimu". Ucap Zain sambil tertawa
" Ah kamu ini, jangan lebay ngomongnya ". Jawab Sindy
" Kenapa Lebay, aku serius Sindy. Jadi kalau kamu mau jalan dan jika kamu sudi aku siap menemanimu hari-hari mu". Ucap Zain menunjukkan keseriusannya
" Sudahlah Zain jangan membuang waktu mu hanya untuk ku saja, kenapa tidak menemani teman mu yang lain saja". Jawab Sindy
" Kenapa Begitu, kamu tidak suka kalau aku menemani mu ? ". Tanya Zain
__ADS_1
" Tidak bukan begitu Zain". Ucap Sindy
" Terus ? ". Ucap Zain
" Ah sudahlah jangan merusak suasana sore ini Zain". Jawab Sindy
" Baiklah Sindy, maafkan aku. Ayo ke sana seperti nya lebih bagus di sebelah sana ". Ucap Zain sambil menunjukkan jari ke arah kanan
" Ayo ". Jawab Sindy dengan sangat Singkat
Beberapa menit mereka terdiam menikmati suasana di alun-alun itu, Zain berpikir bagaimana cara untuk menyatakan perasaannya.
" Eh Ada yang jual rujak itu Sin, kamu mau? ". Tanya Zain kepada Sindy
" Mana? ". Jawab Sindy
" Itu. Kamu mau? ". Tanya Zain untuk mengulangi nya
" Boleh deh, ngak usah ke sana Zain. ntar juga Ibu Rujak nya ke sini".Jawab Sindy
Beberapa menit kemudian penjual rujak menghampiri mereka dan menawarkan jualannya kepada Zain dan Sindy.
" Permisi Mas, Mbak. Rujak ny Mbak ? ". Penjual rujak bertanya kepada mereka
" Iya bu boleh. Berapa 1 bungkus bu? ". Tanya Sindy kepada Ibu penjual rujak
" 5000 dapat 2 bungkus Mbak". Jawab ibu penjual rujak kepada Sindy dan sambil tersenyum
" 2 bungkus aja deh bu". Ucap Sindy
" O iya Mbak". Jawab Ibu penjual rujak
" Yakin coma 2 ? Cukup ngak? ". Tanya Zain kepada Sindy
" Iya cukup 2 aja dulu, nanti kurang baru beli lagi ". Ucap Sindy
__ADS_1
" O ya sudah kalau begitu". Jawab Zain
" Ini Mbak rujak nya". Ucap penjual rujak sambil menyerahkan rujak kepada Sindy
" Ini bu yang nya". Ucap Zain dan Sindy bersamaan
" Aku saja Zain yang bayar". Ucap Sindy
" Jangan Sin, aku saja yang bayar. Ini bu uangnya". Ucap Zain
" Terimakasih ya nak ". Ucap penjual rujak kepada Zain dan Sindy
" Iya sama-sama bu". Ucap Zain dan Sindy bersamaan
Ibu penjual rujak langsung menawarkan ke arah lain dan menghampiri pengunjung lain.
" Ini di makan Zain rujak nya". Ucap Sindy menawarkan rujak kepada Zain
" Iya. aku mau beli minum". Ucap Zain
" Loh bukannya kita mau ke cafe itu? ". Tanya Sindy
" Sempat ngak ni. sudah mau maghrib soalny". Jawab Zain
" Iya Juga Sih, lain Kali saja lah baru ke cafe, nanti pergi nya biar lebih awal". Ucap Sindy
" Oke. Tunggu di sini, aku akan beli air minum sebentar". Ucap Zain
" Oke ". Jawab Sindy
Ketika menunggu Zain, Sindy santai sambil menikmati rujak yang di beli nya tadi, sejenak Sindy lupa tentang pemecatan itu yang membuatnya pusing.
" Hei. Jangan bengong! Ini minum nya ". Ucap Zain
" Hm.. tidak. Siapa yang bengong, kamu ngak liat aku sedang makan ni". Jawab Sindy
__ADS_1