AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 10 (Revisi)


__ADS_3

Istana Ibu Suri.



" Yang mulia Ibu Suri, apa anda benar-benar tidak akan pergi untuk merayakan pesta ulang tahun anda ? " Seorang dayang kepercayaan Ibu Suri yang bernama Janet bertanya.



" Aku tidak akan pergi ke sana, belum saatnya aku muncul, aku akan muncul saat dia sudah benar-benar hancur dan menderita." Jawab Ibu suri.


" Apa anda akan melakukan sesuatu lagi di sana ? " Tanya Janet penasaran.


" Kau hanya dayang, jadi kau tidak perlu tahu!! " Jawab Ibu Suri tegas.


" Ba..baik yang mulia, maafkan saya." Dayang itu sedikit ketakutan.


" Lebih baik kau pergi!! " Teriak Ibu Suri.


" Saya undur diri, yang mulia ibu suri." Janet dayang tersebut pergi.


...----------------...


Kembali ke pesta.



Alex menyipitkan mata, ketika dia melihat Brayen dari kejauhan mengajak wanita lain berdansa.


" Apa yang dia lakukan Viktor? " Tanya Alex penasaran.


" Saya tidak tahu yang mulia. " Jawab Viktor dengan bahu terangkat.


" Kenapa dia mengajak wanita lain berdansa?Sejak aku perhatikan dari awal, dia memang sudah membawa perempuan itu.Tapi, sampai dansa pertama pun, dia tidak melirik Ratu sama sekali? " Ucap Alex heran.


Alex terlihat tidak menyangka dengan sikap sahabatnya yang sekarang.


" Saya dengar, Ratu Rose ada hubungannya dengan kematian putri Raisya Damian Turnatara." Viktor tiba-tiba mengatakan hal yang tak terduga.


" Apa!!?" Alex kaget mendegar hal itu.

__ADS_1


Mata Alex terbelalak kaget, seakan tidak percaya bahwa wanita dengan wajah lembut dan lugu bisa terlibat dengan kasus kematian adik kesayangan sahabatnya.


" Apa itu sudah di pastikan? bahwa dia terlibat? " Alex bertanya, seolah ingin mengetahui lebih banyak lagi.


" Maaf yang mulia, sepertinya kita tidak bisa membicarakan ini disini. " Viktor berbisik.


" Kau benar, kita bicarakan lagi nanti, setelah pesta ini selesai. " Alex dengan nada serius berbicara.


...----------------...


Lihatlah Rose, mereka berdua berdansa dengan riang di tengah para bangsawan.



Semua orang mengatakan, bahwa mereka berdua sangat cocok satu sama lain.


Mereka berdua terlihat saling mencintai di mata para bangsawan, Brayen menggenggam tangannya, merangkul pinggang wanta itu, dan dia memeluk wanita itu hangat.


Mungkin sudah saatnya untuk aku menyerah kepadanya, untuk sekarang aku hanya akan menjalankan perintah orang itu sampai adikku Zekilion lepas darinya, aku pun akan melindungimu darinya untuk saat ini.


Jika adikku sudah bebas darinya, aku akan menyerahkan posisi Ratu untuk wanita yang dia cintai.


" Pergi dengan tenang dan damai." Gumamku.


" Siapa yang akan pergi!!? " Seorang laki-laki dengan rambut kuning bertanya, itu alex.


" Ahkkk, mungkin anda salah dengar." Jawabku bohong.


" Hmmmmmm....sepertinya telingaku sedikit tuli yah? "Alex bercanda lagi seperti biasa, aku tidak tahu dia mau apa menghampiriku.


" Yang mulia, sepertinya dansa pertama sudah selesai. Jadi.....


" Jadi apa? " Jawabku penasaran.


" Ternyata anda sudah lupa." Alex terlihat kecewa.


" Astaga saya baru ingat, anda meminta saya untuk berdansa? " Akhirnya aku ingat, jika Alex sudah memesan dansa pertamaku.


" Jadi, mari kita berdansa yang mulia." Ucap Alex

__ADS_1


" Baiklah, jika anda memaksa." Jawabku.


Aku dan Alex turun dari tangga, Brayen yang selesai berdansa. Dia melihat ke arah kita dengan tatapan bingung.


Aku dan Alex berjalan ke tengah dan mengabaikan Brayen.Dia terlihat berbalik dan memperhatikan gerak-gerik alex.


Alex yang berlutut tiba-tiba, membuat seluruh aula istana heboh.


" Yang mulia ratu Turnatara, izinkan saya berdansa dengan anda? " Ucapnya sopan.


" Suatu kehormatan bisa berdansa langsung dengan Raja Leopard. " Ucapku dengan suara yang sopan.


Aku mengulurkan tanganku, Alex tiba-tiba menarik dan mencium tanganku lembut.



Semua heboh, terutama gadis muda yang berharap akan berdansa dengan Alex.


" Apa beliau akan merebut raja kerajaan leopard juga? " Ucap seorang Lady.


" Setelah di campakkan oleh yang mulia Raja, dia mulai menggoda raja leopard, memang pantas di sebut ******!!! "


" Kau benar, pantas saja yang mulia Raja begitu membencinya. "


Sedangkan Brayen, dia terlihat tidak suka, dia mengerutkan alisnya.


Tapi kenapa? bukankah dia tidak mencintaiku.


|Aku tahu, dia hanya marah karena aku mempermalukan dirinya.|


...----------------...


|Apa yang dilakukan bocah itu?!! Memangnya ini di mana? Beraninya dia mengajak dansa seorang perempuan yang sudah menikah!! Kenapa wanita itu tidak menolaknya!! |


Brayen mengepalkan tangan, lalu Tensis bicara kepadanya.


" Apa anda cemburu yang mulia? " Tanya Tensis.


...----------------...

__ADS_1



__ADS_2