
saat itu aku tahu betapa bodohnya aku, yang tertipu oleh count, seharusnya aku tidak pergi, seharusnya aku tetap bersamanya dan menemaninya disini.
kenapa aku percaya dengan isi surat itu, aku tahu dia menyembunyikan ini karena dia tidak mau membuatku khawatir.
tapi kenapa kau menahannya leon, adikku pasti sangat kesepian di dalam penjara yang dingin itu.
aku terus menyalahkan diriku sendiri di hadapan leon.
" maafkan kakak leon, kakak sangat bodoh, seharusnya kakak tidak percaya begitu saja kepada count, jika saja kakak tidak pergi waktu itu, kau mungkin tidak akan menjadi seperti ini "
dia menangis tersedu-sedu di balik penjara itu, aku mencoba untuk membuka gembok penjara itu dengan pedangku untuk mengeluarkan leon.
tetapi , itu tidak bisa, sekuat apapun aku mencoba, itu tidak ada pengaruhnya sama sekali.
" itu tidak akan berguna kakak... " ucap leon putus asa
lalu count datang dari belakang dengan suara tawa terkekeh.
" hahahah....apa kau pikir penjara ini sama seperti sebelumnya ?..tentu tidak,aku sengaja mencari penyihir yang hebat hanya untuk mengurung adikmu dj sini, dan penjara ini hanya aku yang bisa membukannya "
aku tidak percaya bahwa dia sampai memanggil penyihir hebat, hanya untuk mengurung seorang anak yang berusia 9 tahun
" kau kejam count, kau tidak menepati janjimu, lepaskan adikku, lepaskan dia "
aku waktu itu sangat marah dan hampir menebas lehernya, tetapi para penjaga datang dan memegang kedua tanganku.
leon yang melihatku di tangkap oleh penjaga, dia berteriak panik.
" kakak....
" lepaskan kakakku....
" diam.." bentak count
" rantai kedua tangan wanita itu " count memberi perintah kepada prajuritnya untuk merantaiku
" jangan sakiti kakak ku , lepaskan dia.....
" brisik...."
count menghampiriku yang terduduk di tanah dengan kedua tangan di rantai.
" gadis yang malang "
count memegang daguku....
" jika kau ingin melihat adikmu hidup, kau harus mematuhi perintahku, aku tidak tahu kenapa beliau menginginkanmu, yang jelas ini akan membuatku semakin kaya. "
" jangan dengarkan dia kak " teriak leon di dalam penjara
" apa kau pikir aku akan percaya kepadamu setelah semua ini...
" pria tua , kau hanyalah laki-laki tua baj1ng4n , yang memanfaatkan seorang anak hanya untuk kekayaanmu sendiri" teriakku
" kau cukup sombong, coba lihat ke sini...
count terlihat berjalan ke arah leon, dan dia terlihat membaca mantra.
pintu penjara itu terbuka setelah count membaca mantra, dia manarik leon keluar dari penjara itu dengan paksa.
leon melihat ke arahku dengan tatapan sedih
" apa yang akan kau lakukan kepada adikku ? " aku bertanya dengan nada marah
" kau lihat saja sendiri....cambuk dia 20 kali " perintah count kepada penjaga
" leonn, tidak, leonnnn.....jangan cambuk dia... count jangan cambuk dia....hiksss... jangaaan
__ADS_1
penjaga itu bersiap untuk mencambuk leon, leon hanya bisa tersenyum pasrah.
' ctak ' satu cambukan mengenai punggung leon
' ughh,heuk ' erangannya terdengar nyaring di telingaku.
" ahhhkkkk, leonnnnn...berhenti count....berhenti....
cambukan ke dua, ke tiga, ke empat dan seterusnya..
suara erangan terdengar memenuhi ruangan bawah tanah dan bau anyir darah tercium jelas di hidungku.
" hiksss....leonn...
punggungnya mulai mengeluarkan darah, bagaimana bisa dia menahan rasa sakit itu dengan tubuhnya yang kurus.
apa perlakuan seperti itu pantas bagi anak yang berusia 9 tahun . penjaga itu terus mencambuk leon , bukan hanya mencambuk leon, mereka bahkan menjatuhkannya ke lantai, dan dengan kejam memukulnya dengan tinju dan kaki mereka. sedangkan penjaga lain , yang setidaknya tidak berpartisipasi dalam kekerasan yang tidak masuk akal, tidak melakukan apa pun untuk menghentikan tindakan mereka. Mereka hanya menonton dengan tatapan tak berperasaan.
waktu itu aku pun hanya bisa melihatnya di cambuk, dan di siksa.
karena aku tidak bisa melepaskan rantai yang mengikat kedua tanganku..
aku memang tidak berguna, untuk apa aku mempelajari ilmu berpedang, dan memanah.
aku tidak bisa berbuat apa-apa......
" tidaakk....leon... berhenti..
" Ku mohon berhenti....count aku mohon, adikku bisa mati, aku,aku akan menuruti keinginanmu...
" jadi berhentilah...dia masih kecil count..
" jangan.....jangan menurutinya kak....lebih baik aku mati dari pada menjadi beban untukmu....jangan...
" leonnn, jangan bicara, kau harus tetap hidup, kakak akan melakukan apapun untuk mu....jadi count berhenti, aku akan menuruti semua yang kamu minta...semua....
" akhirnya kau menyerah juga "
" inti, langsung saja, apa mau mu "
" aku ingin kau menikah dengan putra mahkota brayen damian turnataraa dan menjadi ratu di sana, aku akan mengobati adikmu ini, dan tentu saja aku akan tetap mengurungnya di sini, untuk berjaga-jaga jika kau berhianat, bagaimana ? "
" lepaskan adikku dan biarkan dia ikut bersamaku "
" tidak, jika kau menolak aku akan memerintahkan penjagaku untuk mencambuknya lagi "
aku menggigit bibirku, dan menyetujui permintaan count.
" baiklah "
tidak apa, karena orang yang akan ku nikahi bukan orang asing, melainkan sahabatku.
" kakak, kau akan meninggalkanku lagi? " tanya leon yang terbaring lemah tak berdaya
" maaf leon, aku ingin kau hidup, bertahanlah sebentar lagi , kakak akan meminta bantuannya "
...----------------...
setelah itu, adikku di obati, tapi dia tetap berada di dalam penjara.
dan aku selama 2 tahun itu di latih untuk menjadi seorang ratu, berbagai macam pelajaran, mulai dari, tata krama sopan santun, sosial, geografi, politik, administrasi dan lain - lain.
aku di persiapkan sedemikian rupa, hanya untuk menjadi ratu orang-orangan sawah...
singkat cerita, aku masuk ke istana sebagai calon putri mahkota.
tapi identitasku di palsukan oleh count,dia memanggil penyihir tingkat tinggi untuk menyembunyikan identitas asliku.
__ADS_1
bahkan dia melakukan perjanjian dengan cara mengorbankan adikku, sihir ini akan patah jika adikku mati, count tahu bahwa kelemahanku adalah adikku.
aku tidak bisa melakukan apa pun, tentang identitasku yang di samarkan oleh sihir, sekarang aku tahu alasan count tidak mau membeberkan kebenaran tentang kematian anaknya, rose margarretta.
ternyata dia sudah merencanakan ini sejak dulu, dia ingin aku masuk ke istana sebagai rose margarreta bukan sebagai carla.
waktu itu, sekali lagi aku berharap.
karena yang ku nikahi adalah brayen yang merupakan sahabatku sewaktu kecil, aku berharap dia tidak membenciku, dan mengenaliku walau terhalang oleh sihir, aku harap dia bisa membantuku keluar dari masalah ini .
namun, harapan itu musnah, ketika aku datang ke istana, dia tidak mengenaliku dan dia bahkan membenciku .
selama 4 tahun setengah, setelah menikah...
aku hanya mendapatkan hinaan, dia menyiksaku secara batin/mental, dia melakukan segala cara untuk menyiksaku, karena dia pikir aku lah yang membunuh adiknya.
tapi kenyataanya tidak seperti itu....
sekarang aku tidak akan berharap apa pun lagi, aku hanya akan melanjutkan peranku menjadi ratu orang-orangan sawah.
dan count berjanji dia akan melepaskanku dan adikku setelah 5 tahun, dan waktuku di sini tinggal beberapa bulan lagi. aku hanya harus bersabar..
...----------------...
[ kembali ke keadaan sekarang ]
kamar rose...
" layla, apa yang mulia selalu datang ke sini ? ketika aku terbaring ? "
aku bertanya kepada layla yang sedang menyiapkan sarapanku .
" anda benar yang mulia, beliau terlihat cemas, tapi menurut saya, itu tampak seperti kebohongan, saya bahkan tidak percaya bahwa beliau memilih ratu ke 2 "
" ya kau benar, yang mulia hanya cemas karena dia takut tidak bisa membalaskan dendamnya. "
...----------------...
kamar brayen......
" tensis, selidiki lebih dalam siapa ratu sebenarnya, jika bisa, selidiki lebih dalam, sedalam, dalamnya, aku ingin tahu semuanya. dari yang terkecil sampai besar "
" baik, yang mulia saya akan menyelidikinya lebih dalam lagi. "
aku tidak bisa menutup mataku lagi, dia terlihat sama seperti dia, waktu itu aku masih belum memiliki kekuasaan dan otoritas yang tinggi.
karena aku saat itu masih menjadi putra mahkota, sehingga pergerakanku selalu di batasi oleh pak tua (raja) , tapi sekarang berbeda, aku yang sekarang adalah raja.
" dan perintahkan kepada prajurit bayangku untuk mengawasi gerak gerik ibu suri dan count, aku merasa ada sesuatu yang salah "
" baik yang mulia, lebih dari itu.....
" taran sudah kembali yang mulia, dia ada di ruang tamu, dia bilang dia tidak bisa menemukan seseorang yang anda cari itu, jadi dia kembali "
" pantas saja , perasaanku tidak enak....
...----------------...
BERSAMBUNG.........
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN
__ADS_1