
Tiga hari kemudian.
Setelah kekacauan hari itu, Brayen yang masih tak sadarkan diri, terpaksa harus di rawat di istana Rose.
Karena istana Brayen rusak parah, dan harus di perbaiki.
Semua sibuk setelah kekacauan yang terjadi, terutama Rose.
Dia harus mengurus istana dan juga kasus Ibu suri.
Belum lagi, para bangsawan yang terus berdatangan untuk bertemu dengan Rose, semakin menambah ke sibukkannya.
...----------------...
Ruang Kerja Rose.
Rose sedang menyelesaikan dokumen-dokumen yang menumpuk.
" Tensis!! " Rose memanggil Tensis.
" Hamba yang mulia. " Jawab Tensis.
" Kenapa dokumen ini sangat banyak? " Tanya Rose yang kelelahan.
" Saya tidak tahu yang mulia, tapi yang jelas, semua dokumen dan surat pasti dikirim oleh para bangsawan. " Jawab Tensis.
" Ya, itu sudah pasti. Padahal, aku ingin segera menghukum Count Ferdi dan Ibu suri. " Gumam Rose.
Sehari setelah kejadian tersebut, Rose meminta hakim agung untuk melakukan sidang atas kejahatan yang telah di lakukan oleh Ibu suri dan juga Count Ferdi.
Para bangsawan yang mendukung ibu suri, sempat tidak setuju dan tidak percaya.
Tetapi pada waktu itu, Baron Zillion ayah dari Lady Viona dan juga Alex selaku Raja kerajaan Leopard, mendukung diadakannya sidang.
Keluarga Baron memang keluarga bangsawan terendah dalam tingkatnya.
Tetapi, Baron Zillion bukan keluarga Baron biasa, dia memiliki kekayaan yang melimpah di bandingkan dengan keluarga bangsawan lainnya.
Mengetahui bahwa sidang ini di dukung langsung oleh kerajaan Leopard dan juga Keluarga Baron yang pada saat itu kuat.
__ADS_1
Maka, para bangsawan yang awalnya tidak setuju kini menjadi setuju.
Mereka sadar, bahwa singa yang mereka anggap kuat, perlahan-lahan mulai kehilangan taringnya.
Para bangsawan, mereka hanya manusia yang mencari kekuasaan dan kekayaan.
Jika orang yang mereka dukung sudah tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan.
Mereka akan meninggalkannya.
Dan mencari lagi yang lebih kuat.
...----------------...
Dengan alat tulis yang seperti bulu di tangannya, Rose terus mengerjakan dokumen hingga larut malam.
" Tensis!! " Panggil Rose.
Tensis yang sedang merapikan dokumen yang sudah selesai, menjawab dengan sopan.
" Hamba yang mulia, apa ada yang ingin anda tanyakan? " Jawab Tensis, sekaligus bertanya.
Rose menatap Tensis dan bertanya dengan serius.
Tensis dengan cepat menjawab.
" Hamba sudah mengurung beliau di tempat yang paling aman. " Jawab Tensis.
" Besok adalah hari persidangan, perketat keamanan di penjara. " Pinta Rose.
" Baik Yang mulia. " Jawab Tensis patuh.
" Satu lagi Tensis, aku ingin kau mengirim hadiah kepada Ibu suri, aku belum memberi hadiah ulang tahun waktu itu, kau tahu apa maksudku kan?! " Ucap Rose.
" Saya mengerti yang mulia. " Jawab Tensis.
" Kau boleh pergi Tensis. " Rose menyuruh Tensis pergi.
...----------------...
__ADS_1
Tensis segera melakukan apa yang di minta oleh Rose.
Dia pergi ke penjara, tempat di mana Ibu suri di tahan.
" Aku tidak tahu jika yang mulia Ratu sangat sadis, dia bahkan mengirimkan hadiah seperti itu. Tapi, ibu suri memang pantas mendapatkannya. " Gumam Tensis.
Tensis tepat berada di depan pintu penjara yang menahan ibu suri.
Ibu suri yang melihat kedatangan Tensis, dia dengan cepat berteriak seperti orang gila.
" Hei!! Kau!! Beraninya dirimu menahanku di tempat seperti ini!! " Teriak ibu suri dari dalam.
Tensis menjawab dengan suara dingin.
" Anda pantas mendapatkan semua ini. " Ucap Tensis.
Ibu suri memelototi Tensis dengan mata merahnya.
Dia terlihat marah dan terlihat kacau.
" Apa kau pikir aku tidak akan lepas dari sini!! Dengarkan aku!! Aku akan lepas dari sini sebentar lagi, penyihir itu pasti akan menyelamatkanku. " Teriak ibu suri penuh nafsu.
Tensis yang mendengar omongan tersebut. Dia tertawa mengejek dan berkata.
" Anda bahkan tidak tahu bahwa penyihir yang anda maksud sudah lenyap. " Ucap Tensis.
" Kau pikir aku percaya dengan omonganmu!! " Ucap Ibu suri tidak percaya.
" Itu terserah anda, saya hanya mengatakan yang sebenarnya. Lagi pula saya datang ke sini bukan untuk mengunjungi anda, saya hanya ingin mengantarkan hadiah dari Yang Mulia Ratu. " Ucap Tensis.
Ibu suri semakin marah, ketika mendengar kata Ratu.
" Ratu!! J*lang itu!! Dia yang sudah melakukan semua ini. Ya....Perempuan itu. " Ucap ibu suri seperti orang gila.
Tensis memberikan sebuah kotak kepada Ibu suri dan setelah itu dia pergi.
Ibu suri yang di tinggalkan sendirian, dia mengambil kotak tersebut dan membukanya.
Saat kota itu di buka isinya ternyata.
" Kurang ajar!!! " Ibu suri melempar kotak tersebut dengan emosi.
__ADS_1
Isinya ternyata organ dalam manusia yang sudah membusuk.
Entah itu organ dalam siapa, tapi yang jelas hadiah tersebut sukses membuat Ibu suri semakin gila.