AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 55


__ADS_3

tensis masuk ke dalam dan memberi hormat..



" salam yang mulia ratu, maaf saya mengganggu anda " ucap tensis sopan.



" tidak apa-apa tensis, kamu kesini pasti ada hal yang harus kamu sampaikan "


" anda benar yang mulia, melihat kondisi yang mulia raja masih seperti itu maka...


" sekarang, urusan kerajaan akan di alihkan sementara kepada anda, karena yang mulia raja masih sakit " ucap tensis


rose terdiam ketika mendengar hal itu, dia dulu hanya mengambil setengah pekerjaan pemerintah yang ada di kerajaan, seperti menghadiri pertemuan bangsawan kelas atas, dan beberapa dokumen.


" aku tidak yakin, meski pun sementara, pasti akan sangat berat. " jawab rose serius dengan mata yang masih memperhatikan brayen.


" saya tahu, tapi tidak ada orang yang cocok untuk menggantikan yang mulia raja, selain anda "


" dan juga, para bangsawan akan terus bertanya-tanya " ucap tensia serius


" bukankah sama saja jika aku yang menggantikan yang mulia raja, mereka akan bertanya kemana perginya yang mulia raja " ucap rose


" ya, anda benar. tapi, ini lebih baik dari pada ibu suri yang menggantikan yang mulia raja, anda bisa bayangkan apa yang akan terjadi " tensis meyakinkan


rose tidak punya pilihan lain, dia menyetujuinya.


" baiklah "


" anda harus menyelesaikan urusan kerajaan mulai dari sekarang "


" haaa......


" ......."


" baiklah... " ucap rose


rose yang masih melihat brayen dengan intens, bergumam.


" cepatlah pulih jika kau tidak ingin membuat rakyatmu khawatir." gumam rose


" ada sesuatu yang harus anda lakukan terlebih dahulu, itu juga merupakan permintaan dari yang mulia raja " ucap tensis


rose berbalik dan menatap tensis dengan wajah penasaran.


" apa itu? " tanya rose


" anda harus mengeksekusi count ferdi....


wajah rose berubah menjadi lebih dingin di banding dengan sebelumnya, rose benci mendengar nama yang tensis lontarkan dari mulutnya.


" jadi..dia sudah tertangkap lagi? " ucap rose dingin.


" anda benar, saya dan para prajurit berhasil menangkapnya...


" anda harus segera menghukumnya, yang mulia raja memberikan perintah, bahwa hukuman count ferdi hanya anda yang berhak menentukannya " ucap tensis serius.


| yang mulia raja sengaja membiarkan sang ratu untuk menghukum langsung count ferdi, karena beliau tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang adik yang paling mereka cintai, apalagi keduanya sama-sama mati di bunuh.| pikir tensis


" aku akan menghukumnya, bahkan lebih dari adikku " ucap rose dingin

__ADS_1


saat mereka berbincang, tiba-tiba saja pintu kamar brayen terbuka, dan ternyata yang masuk adalah ibu suri.


dengan para dayangnya, ibu suri menerobos masuk, dia terlihat marah.


" salam ibu suri, semoga berkat anda mengiringi kerajaan " rose dan tensis memberi salam penghormatan.


ibu suri tidak menghiraukannya, dia langsung duduk di sebuah kursi.


" kenapa urusan kerajaan tidak di alihkan kepadaku? " tanya ibu suri kesal.


" anda tidak berhak atas itu yang mulia " ucap tensis dingin


" kenapa? " tanya ibu suri acuh


"karena saya sudah kembali ke istana ini " rose menjawab pertanyaan yang di tujukan untuk tensis.


ibu suri tersenyum sinis dan berdiri menghampiri rose.


" kau pikir, kau masih ratu di sini " ucap ibu suri


" ya, jadi anda tidak berhak atas urusan kerajaan. " ucap rose tegas


" janet!!!!..... " panggil ibu suri


seorang dayang maju dengan kepala tertunduk dan di tangannya ada sebuah kertas.


" saya yang mulia " ucap dayang yang di panggil Janet itu.


" berikan kertas yang ada di tanganmu, biarkan dia melihat surat itu " ucap ibu suri


dayang itu memberikan surat tersebut kepada rose.


" silahkan anda baca surat ini yang mulia " ucap Janet.


" ini pasti palsu, dia tidak mungkin menulis surat ini " ucap rose tidak percaya.


" yang mulia, jika di beri izin saya ingin melihatnya. " ucap tensis serius


" aku memberi izin " rose menginzinkan, karena dia tahu bahwa tensis kenal dengan tulisan brayen


saat tensis melihatnya, dia mengerutkan alisnya dan berkata.


" dari mana anda mendapatkan surat ini ? " tanya tensis


| ini, tulisannya hampir sama dengan tulisan yang mulia, tidak ini sangat mirip, tapi yang mulia raja tidak pernah menulis surat perceraian. | pikir tensis.


" kau tanya saja pada orang yang terbaring seperti orang mati itu " ucap ibu suri.


" yang mulia tidak pernah menulis surat ini, ini pasti palsu " ucap tensis


" ini tidak akan berlaku jika saya tidak menandatanganinya " ucap rose.


" kau benar, tapi tetap saja, kau tidak berhak mengambil urusan kerajaan " ucap ibu suri sombong


" saya masih ratu di sini, kenapa saya tidak bisa " ucap rose.


" sepertinya kau lupa, ada peraturan di kerajaan yang menyebutkan bahwa, jika seorang ratu di gugat cerai oleh sang raja, maka ratu tersebut tidak bisa campur tangan dalam urusan kerajaan, baik urusan dari dalam maupun dari luar " ucap ibu suri yakin.


tensis dan rose tidak bisa berkata-kata lagi, memang benar bahwa peraturan itu sudah lama di buat dan di cantumkan dalam peraturan kerajaan.


tapi, rose dan tensis pasti akan menyelidiki tentang surat cerai yang di berikan oleh ibu suri.

__ADS_1


jika ibu suri memakai stempel kerajaan tanpa persetujuan raja, maka dia akan di hukum mati.


dan jika dia terbukti memalsukan stempel kerajaan, maka dia akan di usir dari kerajaan dan di hapus status kebangsawanannya.


" anda tahu apa hukuman dari memalsukan stempel kerajaan " ucap rose.


ibu suri terdiam sejenak, dan dia berkata dengan yakin.


" aku tahu...mana mungkin aku berani berbuat hal yang tidak menguntungkan dan malah merugikan " ucap ibu suri.


| tetap tenang | pikir ibu suri


" saya akan menyelidiki hal surat itu, apa benar bahwa yang mulia yang menulisnya " ucap rose yakin


" jika tidak ada yang ingin anda sampaikan, lebih baik anda kembali saja ke istana anda "


rose mengusir ibu suri, karena dia sangat benci melihat ibu suri.


" heh.....lagi pula aku tidak ingin berlama-lama di tempat ini... "


ibu suri pergi, tapi dia kemudian berbalik dan bicara.


" anak ku tersayang.....hidupnya tidak akan lama lagi....sayang sekali " ucap ibu suri dan pergi


| aku akan mengambil alih semua nya | pikir ibu suri.


...----------------...


di sisi lain gunung iblis tempat berta berada.



Berta mempersiapkan rencananya, dia akan menjalankan rencanannya nanti malam.


" bersiaplah untuk kehancuran kalian, aku akan menghancurkan kerajaan kalian hingga tidak ada yang tersisa. "


" alat sihir ku sudah siap, aku tinggal mencuri mana milik bocah itu, di lihat dari kondisinya, sepertinya ini akan sangat mudah "


" hahahahahahahaha.........ini.....sudah ku nanti kan selama bertahun-tahun lamanya, brayeeeen lihat lah nanti.....


" lihatlah kerajaanmu yang hancur, rakyatmu akan mati terbakar karena sihir dari mana mu, mereka akan berteriak, aku sudah membayangkan bagaimana bentuk kehancuran kerajaanmu "



" tapi sebelum kerajaanmu, aku akan memusnahkanmu terlebih dahulu " ucap Berta kegirangan.


" sepertinya kau tidak bisa melihat itu semua, sayang sekali "


dia dengan ambisinya yang membara ingin cepat melakukan rencana yang telah dia susun selama ini.


apa yang akan terjadi nanti malam, semua orang yang ada di kerjaan tidak tahu apa yang akan mereka hadapi nanti malam.


sebuah akhir dari kerajaan turnatara, akankah semua nya berakhir seperti itu.


...----------------...


BERSAMBUNG.............


JANGAN LUPA COMMEN DAN LIKE


BYE..BYE.....

__ADS_1



__ADS_2