AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 61


__ADS_3

" Penjaga!! " Teriak ibu suri.


Dua penjaga masuk, setelah mereka di panggil.


Mereka meringis melihat banyak darah dan mayat yang tidak berbentuk.


" Kami menghadap yang mulia ibu suri!! " Ucap prajurit.


" Bersihkan!! " Ibu suri memberi perintah.


" Maaf? " Tanya seorang prajurit kikuk.


" Aku meminta kalian untuk membersihkan mayat ini!! " Teriak ibu suri.


" Ba...Baik yang mulia!! " Jawab mereka serentak.


Saat para prajurit akan membersihkan mayat para dayang yang mati.


Ibu suri dengan enteng berbicara.


" Jika kalian sudah selesai membersihkannya, buang mayat mereka dan jadikan makanan serigala. " Ucap ibu suri seraya meninggalkan ruangan dengan wajah sangar.


...----------------...


Tensis dan taran telah sampai di istana brayen bersama dengan prajurit yang mereka bawa, mereka terkejut setelah melihat kondisi istana yang sudah terbakar, mereka melihat banyak mayat yang sudah gosong terbakar.



" Semuanya mati. " Ucap tensis tidak percaya.


" Apinya semakin membesar, kita harus menyelamatkan yang mulia, secepatnya!! " Ucap tensis seraya berlari menerobos masuk.



Taran dengan sigap menarik lengan tensis dan berbicara.


" Tunggu!! " Taran menghentikan tensis.


" Apa lagi? Yang mulia akan mati jika kita terlambat!! " Ucap tensis panik.


" Sebelum kau masuk, kau akan mati terbakar oleh api ini!! "Ucap taran serius.


" Apa maksudmu? " Tanya tensis.


" Ini bukan api biasa, melainkan api sihir. Aku akan memadamkannya terlebih dahulu, agar kita bisa masuk. " Ucap taran.


" Kalau begitu cepat!! " Ucap tensis.


Taran memadamkan sebagian apinya, dengan kekuatan sihir yang dia punya.


__ADS_1


Setelah api di padamkan mereka masuk ke dalam ruangan dan pastinya ruangan itu terbakar.



" Sial, ternyata penyusup itu adalah penyihir hitam. " Taran meludah kesal.


Dia dengan tongkat sihirnya segera memadamkan api yang sudah merambat.


" Taran? Apa kau baik-baik saja? " Ucap tensis.


" Aku baik-baik saja, tetapi mana yang aku punya tidak akan cukup, jika harus memadamkan semua ruangan yang ada di istana ini. "


" Sepertinya api ini hanya membakar ruangan yang menuju ke arah kamar yang mulia raja. " Ucap tensis.


" Kau benar tensis, kita harus cepat!! "


Mereka bergegas ke ruangan brayen dengan para prajurit.


Tapi, sayangnya.


Saat mereka akan masuk ke dalam, pintu tersebut di segel oleh sihir.



Sehingga mereka tidak bisa masuk.


" Apa-apaan ini, pintunya di segel? " Ucap tensis panik.


" Hah...ini tidak baik. " Ucap taran yang semakin panik.


" Aku bisa membukanya, tetapi, aku membutuhkan waktu!! " Ucap taran.


" Berapa lama? " Tanya tensis.


" Kurang lebih 2 Jam, itu paling sedikit. " Taran yakin.


" Apa kau gila? Yang mulia di dalam dengan kondisi seperti itu, jika kita tidak membuka segel ini secepatnya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi!! " Tensis emosi.


" Membuka segel ini tidak mudah, butuh waktu!! " Taran pun ikut emosi.


" Sial!! Sial!! Sialll " Tensis mengacak-acak rambutnya kasar.


" Bagaimana keadaan yang mulia saat ini, bahkan kita tidak tahu. " Ucap tensis panik.


" Kau tenang saja, aku bisa memperlihatkan yang mulia raja lewat cermin sihirku. " Ucap taran yang sembari mengeluarkan cermin dengan sihirnya.




" Itu beliau!! " Ucap tensis.

__ADS_1


" Sepertinya beliau sedang mengulur waktu, tapi bagaimana bisa? " Ucap taran.


" Sudah, jangan membuang waktu, lebih baik kau buka segel pintu ini, sebelum yang mulia sudah mencapai batasnya. " Ucap taran.


Taran segera melakukan ritualnya, dan tensis terus memperhatikan brayen dari kaca tersebut.


...----------------...



Brayen masih mengulur waktu dan menahan berta agar mana miliknya tidak jatuh ke tangannya.


" Kau tidak akan mampu melawanku dengan keadaanmu yang seperti itu brayen!! " Ucap berta sombong.


Brayen memuntahkan darah dari mulutnya, karena dia terus menerus menahan sihir yang di lemparkan oleh berta.


" Puuufft......Huuft...huhft... "


" Ciihhhhh. "


Brayen mengelap darah yang keluar dari mulutnya.


" Kau..kau pikir bisa mengambil mana ini...dengan mudah? " Ucap brayen lemah.


Berta semakin kesal dengan brayen yang terus mengejeknya.


" Kau masih saja sombong seperti biasanya!! "


Berta dengan emosi mengeluarkan sihir lagi dan mengarahkannya kepada brayen yang sudah tak berdaya.



Tapi brayen dengan sisa kekuatannya, menghindar dengan cepat.


" Huh..hanya itu? " Ejek brayen.


" Kau bahkan sudah tidak mampu berdiri lagi brayen!! " Ucap berta sembari tersenyum sinis.


" Haaah...."


" Hahahahahah....Kau itu pengecut..." Ucap brayen dengan suara terputus-putus.


" Mana yang ada dalan tubuhku tidak bisa kau ambil dengan mudah. " Ucap brayen.


| Jika aku sudah sampai batasnya, tidak ada cara lain selain mengeluarkan semua mana yang ada dalam tubuhku, sehingga ruangan ini akan meledak, dan penyihir ini akan mati bersamaku. |


| Aku tahu jika ledakkan mana milikku akan menghancurkan seluruh istana, tapi untungnya penyihir ini menyegel pintu ruangan ini dengan sihirnya. |


| Dengan begitu, efek dari ledakkan yang di timbulkan, hanya akan terjadi di ruangan ini saja. Jika aku mati, dan ternyata ada kehidupan kedua, aku ingin hidup lagi bersama dengan orang yang ku cintai. |


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG........



__ADS_2