
para prajurit itu pergi mencari rose lagi, mereka kini memiliki sedikit petunjuk dari pemilik toko kue, bahwa sang ratu masih berkeliaran di kerajaan.
...----------------...
di istana .....
tensis, viktor, dan alex sedang berkumpul dalam satu ruangan, mereka sedang memikirkan brayen dan rose.
" tensis, apa kau sudah mendapat kabar tentang brayen ? " tanya alex
" saya belum menerima laporan apapun " jawab tensis
" bocah itu!!!...
alex menggosok wajahnya dengan kasar...
" sepertinya aku harus turun tangan.....
" apa maksud anda yang mulia ? " tanya viktor
alex berdiri dari duduknya dan berbicara
" kau tidak perlu mencegahku lagi, aku akan mencari brayen dan rose " ucap alex seraya meninggalkan ruangan
" yang mulia!!! " panggil viktor panik dan mengikuti alex
sementara itu tensis yang di tinggalkan sendirian, dia memutuskan untuk meminta bantuan taran.
tensis tahu, jika taran tidak di perbolehkan untuk di ganggu sesuai dengan perintah brayen.
karena taran sedang sibuk mencari jejak penyihir yang sudah menyamarkan identitas rose.
tapi keadaan saat ini sangat kacau, tensis tidak tahu harus berbuat apa lagi...
" aku harus menemui taran, dia pasti bisa melacak yang mulia ratu dan yang mulia raja. maaf yang mulia saya melanggar perintah anda " ucap tensis seraya meninggalkan ruangan dan pergi keruang sihir
...----------------...
rose dan layla sudah membeli pakaian dan 2 kuda, rose membeli semuanya dengan perhiasan yang dia bawa.
perhiasan yang di bawanya memang cukup mahal, bahkan satu mutiara saja, cukup untuk membeli satu mansion istana.
" ayo layla, kita harus cepat pergi dari kerajaan ini " ucap rose seraya menaiki kuda..
| untung saja aku membawa beberapa perhiasan, jadi untuk saat ini aku mungkin tidak akan kekurangan uang | pikir rose
" baik lady " ucap layla , seraya menaiki kudanya
rose dan layla mulai pergi dengan kuda mereka masing-masing..
| aku harap, kau bisa hidup dengan baik ray, menikahlah dengan lady viona.| pikir rose
...----------------...
__ADS_1
ruang sihir.....
" taran!!! " tensis masuk begitu saja tanpa ada pemberitahuan
" apa yang membawamu kemari tensis? " tanya taran yang sedang sibuk dengan bola sihirnya....
tensis tanpa basa basi, langsung bicara mengenai kejadian yang sudah terjadi, selama taran berada di ruang sihir 5 hari.
" yang mulia ratu pergi dari kerajaan, beliau meninggalkan yang mulia raja, saat ini yang mulia sedang pergi mencarinya seorang diri, namun kondisinya tidak baik....
sebelum perkataannya selesai taran menyelanya...
" yang mulia ratu melarikan diri? kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal ?!! " taran sedikit kesal
" yang mulia tidak ingin mengganggumu, tapi sekarang kau sudah tahu, maka dari itu. cepat kau lacak keberadaan mereka " ucap tensis
" baiklah....
taran belacak keberadaan rose dan brayen......
tapi yang pertama terlihat adalah rose dan layla,di dalam bola sihir itu, rose pergi ke arah gerbang keluar kerajaan.
" gawat, yang mulia ratu sepertinya ingin meninggalkan kerajaan, dia menuju gerbang keluar kerajaan, cepat kau perintahkan prajurit untuk menutup gerbang keluar kerajaan " ucap taran resah
" aku sudah menyuruh mereka untuk menutup gerbang keluar kerajaan, tapi apa kau yakin bola mu tidak rusak? " ucap tensis
" rusak apanya, apa kau kira bola sihir ku bola biasa, enak saja kau bilang seperti itu, ini bola sihir yang turun temurun dari generasi ke generasi " celoteh taran sambil mengotak atik bola sihirnya yang tua
" ya....ya......
saat taran mengucapkan mantra, tidak ada tanda-tanda apapun dari bola sihir itu, taran mencobanya beberapa kali tapi itu tidak ada reaksi apapun...
" ada apa? " tanya tensis
taran menggaruk kepalanya dan mulai mengotak atik lagi bola sihirnya...
" haaaa....sepertinya bola sihirku sedang error....
" sialan.....ini semua salah mu karena masih mempertahankan bola sihir tua itu, yang mulia bahkan sudah membelikan bola sihir yang terbaik untukmu, tapi kau tidak menerimanya sama sekali..." ucap tensis marah
" ini salahmu karena sudah mengejeknya , jika saja kau tidak bilang bola sihirku rusak, ini tidak akan terjadi..... "celoteh taran
" benar-benar......dasar penyihir gila, apa hubungannya dengan itu, apa bola itu hidup seperti layaknya manusia ? tidak kan. " tensis membalas
" yasudah, mana bola sihir yang di berikan oleh yang mulia " tanya taran
" apa kau tidak ingat, bahwa yang mulia sudah menghancurkan bola sihir itu, karena kau tidak mau menerimanya.ugghhh.....baru kali ini aku berdebat dengan penyihir seperti dirimu....." tensis meninggalkan ruangan sihir dengan wajah emosi...
" kenapa bola sihir ini malah rusak di saat seperti ini, apa kau sudah bosan denganku? " tanya taran kepada bola sihir tersebut....
" ........" tidak ada jawaban
" ahhhhh....cepat kembali lagi, apa kau tahu sekarang kau sedang di butuhkan " celoteh taran
tapi bola sihirnya tetap tidak menyala sama sekali......
__ADS_1
tensis yang keluar dari ruang sihir, dia berfikir bahwa, mungkin saja brayen sudah tahu bahwa rose akan pergi ke gerbang keluar kerajaan.
jadi tensis mulai memerintahkan prajurit untuk memperketat gerbang keluar kerajaan.
...----------------...
sementara itu, brayen masih mencari rose tanpa tidur dan tanpa makan , dia membabi buta mencari rose bahkan dengan kondisinya yang buruk.
brayen berada di pusat desa dimana rose berada, seperti apa yang tensis pikirkan brayen tahu rose pasti akan pergi dari keraajaannya.
dan rose pasti akan melewati gerbang keluar kerajaan
" aku tahu kau akan pergi jauh dariku rose...aku tidak akan tertipu lagi olehmu " gumam brayen
dia menuju ke gerbang keluar kerajaan.
" rose, aku tidak akan membiarkanmu pergi, jadi aku mohon tunggu aku sebentar lagi " gumam brayen
...----------------...
tidak terasa sore hari pun tiba......
aku sudah meninggalkan istana cukup jauh, kini aku dan layla sudah sampai di gerbang keluar kerajaan.
tapi saat aku memperhatikan suasana di sana, ternyata banyak prajurit yang berjaga di gerbang itu.
" ughh...layla sepertinya kita akan sulit keluar dari sini " bisik rose
|semua orang yang ingin keluar dari kerajaan harus di periksa terlebih dahulu , jadi bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari sini |
| bahkan gerbang keluar pun di blokir |
" layla, kau bilang jika mustika milik kakekmu itu bisa di gunakan sebanyak 3 kali, apa itu benar? " tanya rose
" benar lady, jika anda ingin menggunakannya, maka gunakanlah sekarang, saya akan menyusul anda nanti, jadi lady tidak perlu khawatir " ucap layla yakin
" baiklah layla, aku percaya kepadamu "
karena aku masih memiliki mustika milik layla sepertinya aku akan menggunakan mustika itu untuk yang ke dua kalinya.
aku segera mengaktifkan mustika itu dan berubah wujud menjadi elisa kembali, mereka tidak akan mengenaliku , karena mereka hanya memasang lukisan diriku yang asli bukan sosokku yang menjadi elisa.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG.........