
" Aku harus segera membongkar semuanya."
Rose pergi dari ruangan brayen dengan tergesah-gesah.
Rose berencana membongkar semuanya, tetapi dia harus membicarakan hal ini dengan tensis, alex dan taran.
...----------------...
Rose melakukan pertemuan rahasia dengan beberapa orang kepercayaan brayen.
Yaitu Alex, Tensis, dan Taran.
" Maaf yang mulia, sebenarnya kenapa kami di kumpulkan di ruangan ini? " Tanya tensis penasaran.
" Sepertinya ada hal penting yang harus di bicarakan, sampai kau mengumpulkan kami di sini. " Ucap alex.
" Kalian benar, aku sudah membaca buku harian milik putri raisya."
Rose menceritakan semuanya dengan rinci, mereka mendengarkan rose dengan serius.
Setelah rose menceritakan semuanya, mereka terkejut dengan isi dari buku harian putri Raisya.
Pantas saja, count ferdi mengambil buku itu dan berusaha memusnahkannya.
Ternyata di dalamnya merupakan bukti dari kejahatan mereka.
" Jadi, Ratu pertama ajertina meninggal bukan karena penyakit, melainkan racun, dan putri raisya waktu itu di bunuh oleh ibu suri. " Ucap tensis kaget.
" Saya sudah menduga itu. " Ucap taran.
" Ibu suri, bekerja sama dengan penyihir hitam di gunung iblis? " Alex bertanya seolah tidak menyangka.
" Apa yang akan ibu suri rencanakan, sampai harus bekerja sama dengan penyihir hitam? " Tanya taran.
Mereka bertanya-tanya, apa alsan di balik itu semua.
" Aku akan melakukan pertemuan dengan menteri kehakiman kerajaan, bukti ini sudah cukup untuk menghukum ibu suri. " Ucap rose yakin.
__ADS_1
" Anda benar, tetapi yang mulia raja masih belum membuka matanya, para bangsawan hanya tunduk kepada yang mulia raja dan yang mulia ibu suri. Para bangsawan hanya akan percaya dan tunduk kepada orang yang berpengaruh, mereka akan mendukung ibu suri, meski kita membawa bukti. " Ucap tensis.
Rose mengerti, bahwa dirinya yang memegang gelar ratu, tetapi tidak berpengaruh, karena para bangsawan berpikir bahwa brayen tidak memberikan kuasa penuh kepada ratu, bukan itu saja.
Dulu brayen tidak menganggap ratu sebagai istrinya, maka dari itu. Para bangsawan tidak menganggap rose sebagai ratu.
Ada pepatah yang bilang bahwa " Anak ayam akan mengikuti induknya. " Maksudnya adalah, seorang rakyat pasti akan mengikuti pemimpinnya.
" Kau benar tensis, aku berharap yang mulia raja segera pulih. "
Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi.
...----------------...
" Ini kah yang di sebut istana turnatara?" Ucap berta yang berdiri di gerbang istana sambil memegang bola cahaya di tangannya.
Para penjaga istana yang ada di sana bertanya kepada berta.
" Siapa kau? " Tanya salah satu penjaga.
Berta tidak menjawab mereka, dia dengan ganas merusak pagar istana.
Para prajurit itu panik dan segera menyerang berta dengan panah dan pedangnya.
" Siapa kau, lebih baik kau menyerahkan diri !! " Ucap prajurit itu.
" Menyerahkan diri? " Berta mengejek.
" Cecunguk seperti kalian tidak pantas memberi perintah kepadaku!! " Teriak berta.
Berta membaca mantra dengan mulutnya, prajurit makin heran, dan salah satu prajurit berteriak.
" Dia...dia penyihir hitam!!!! " Tariak salah satu perajurit dengan terputus-putus.
" Cepat, beritahu ajudan—
Sebelum menyenyelesaikan kata-katanya, berta dengan ganas membakar mereka semua dengan sihir api miliknya.
Mereka terbakar habis, hanya menyisakan tulang yang hampir menjadi abu.
Berta dengan tawa mengejeknya segera masuk ke istana, dan mencari kamar brayen.
__ADS_1
Berta berpapasan lagi dengan para pelayan dan prajurit yang ada di dalam istana.
Salah satu pelayan heran dengan kedatangan berta dengan boneka yang di genggamnya.
Pelayan itu bertanya, tanpa tahu apapun.
" Siapa anda, kenapa anda bisa masuk ke sini." Tanya pelayan itu.
Lalu, tiba-tiba segerombolan prajurit dari belakang pelayan itu berteriak.
" Tangkap dia!!! " Teriak segerombolan prajurti.
Tapi, berta dengan mudah membakar mereka dan ruangan itu.
Teriakan terdengar di mana-mana, berta terus menelusuri setiap ruangan yang ada di sana.
" Aku mencium bau mananya di sekitar ruangan ini, mananya semakin kuat. " Ucap berta seraya menyusuri ruangan itu.
Para pelayan dan prajurit yang berpapasan dengannya, dengan mudah ia bunuh.
" Istana sialan, banyak sekali ruangannya. "
Berta hampir sampai di ruangan milik brayen, dia semakin bersemangat.
" Ahhhh, sangat harum.....mana miliknya sangat menggoda. "
Berta sekarang tepat di depan pintu milik brayen.
Para penjaga dan prajurit yang berjaga di sana, dengan brutal dia hancurkan.
" Lemah, kalian semua lemah, tidak ada manusia yang kuat selain diriku. " Ucap berta yakin dengan senyum puasnya.
Berta dengan mudah masuk ke dalam kamar brayen.
" Sembunyi dimana kau brayen...keluarlah, bairkan aku mengambil manamu yang berharga. "
...----------------...
__ADS_1