AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 59


__ADS_3

Saat rose keluar dari ruangan tersebut, tiba-tiba layla menahan rose.


" Tunggu yang mulia!!! " Layla menghentikan rose.


" Beraninya kau menghentikan yang mulia ratu!!! " Tensis yang emosi.


" Hentikan tensis!! biarkan dia berbicara. " Ucap rose dengan panik.


" Anda harus membawa prajurit ke sana yang mulia, karena prajurit di istana raja sudah lenyap terbakar. " Ucap layla.


" Hah...sial....wewenang kerajaan di pegang oleh ibu suri, aku harus meminta izinnya. " Ucap rose.


| Prajurit yang ada di istanaku hanya sedikit, mendengar banyaknya prajurit yang mati karena penyusup itu, sepertinya tidak akan cukup untuk menghadapinya. |


| Aku harus membawa prajurit khusus, seperti skuggi dan prajurit lainnya. Tapi, aku harus mengambil alih wewenang kerajaan terlebih dahulu dari tangan ibu suri. |


Rose memutar otaknya dengan cepat agar dia bisa membawa prajurit ke istana brayen.


" Alex, kau ikut denganku menemui ibu suri, dan sisanya pergi ke istana yang mulia raja. " Rose memberi perintah kepada taran, tensis dan layla.


" Tapi!?...


" Cepat!!!!! " Teriak rose tegas.


" Baik yang mulia!! " Mereka mematuhi perintah rose.


" Alex kau tahu maksudku kan? "


" Aku tahu apa maksudmu. " Ucap alex yakin.


Rose mengangguk dan mereka pergi menuju istana ibu suri.


...----------------...


Istana ibu suri.



Ibu suri, dengan santai memakan buah-buahan.


Dirinya duduk di atas singgasana, layaknya ratu penguasa kerajaan.



Ibu suri Itu bertanya kepada dayangnya.


" Leylin? Apa yang kau dapatkan dari istana ratu dan istana raja? " Tanya ibu suri.


" Menjawab ibu suri, saya tidak menemukan apa-apa di istana ratu, tetapi ada sesuatu yang menakjubkan yang datang dari istana raja. "


" Apa itu? " Sekali lagi dia bertanya.


" Kekacauan terjadi di sana yang mulia, dan yang membuat kekacauan itu adalah penyihir. "


" Itu sudah pasti, aku tahu dia akan datang malam ini, biarkan saja. " Ucap ibu suri, seraya memakan buah yang ada di tangannya.


" Wewenang kerajaan sudah ada di tanganku, aku tinggal menunggu anak itu mati, dan istrinya yang bodoh itu pergi dari kerajaan. " Ucap ibu suri dengan sombongnya.


" Tapi, akan lebih baik jika dia ikut mati. " Wanita tua itu menambahkan perkataannya.


Di tengah pembicaraan mereka.


Rose, alex dan viktor menerobos masuk dan di situlah ibu suri murka.


' Brakkkkk '

__ADS_1


" Apa-apaan itu!!! " Teriak ibu suri, seraya bangkit dari duduknya.


Rose tanpa basa basi menghampiri ibu suri dan berbicara.


" Aku hanya ingin meminta kembali wewenang kerajaan yang kau ambil!! " Ucap rose serius.


" Heh....aku tidak akan memberikannya. " Ucap ibu suri sombong.


" Jika kau tidak berniat menyelamatkan kerajaan ini. Lebih baik serahkan stempel kerajaan dan cincin milik yang mulia raja. "


" Ahh....kau ingin stempel dan cincin ini? "




" Aku beri tahu, kau tidak akan bisa mengambilnya!! "


" Selama ini aku selalu diam, diam layaknya patung yang tidak berkutik ketika kau menyenggolnya."


" Cepat, aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan nenek tua sepertimu!! "


Ibu suri sangat murka ketika dirinya di panggil nenek tua.


Dia menatap tajam ke arah rose dengan matanya yang lebar dan merah.


" Apa? " Rose mengejek ibu suri.


" Berani sekali kau berbicara tidak sopan di hadapanku!!!! " Ibu suri berteriak dengan emosi.


Di sisi lain, viktor memberi tahu alex bahwa mereka tidak bisa membuang waktu lagi.


" Yang mulia, kita tidak punya banyak waktu. " Bisik viktor kepada alex.


Ibu suri, dengan ganas mendekati rose dan bersiap menamparnya.


Tetapi, rose dengan cepat menangkis lengan ibu suri yang hampir mendarat di pipinya.


Rose memegang tangan kanan ibu suri dengan keras.


" Kau ingin menamparku? " Tanya rose seolah mengejek.


" Kau!!!! "


Ibu suri semakin kesal, dia menggertakan giginya.


" Kau ingin tamparan kan? " Sekali lagi rose bertanya.


" Tidak mungkin kau akan menamparku? Kau tidak memiliki keberanian seperti itu. " Ucap ibu suri yakin.


" Siapa bilang? " Ucap rose serius.


Rose menatap tajam ke arah mata ibu suri, itu adalah tatapan yang sudah lama tidak ia keluarkan selama bertahun-tahun.



" Kenapa kau mentapku seper–


' PLAKKK '


Telapak tangan rose melayang dengan cepat dan mendarat di pipi ibu suri dengan mulus.


Suara tamparan bergema di ruangan itu, dengan sangat keras.


Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam dan ruangan pun seketika hening tidak bergeming.

__ADS_1


Rose memecah keheningan itu dengan berkata.


" Itu tamparan karena kau telah membunuh putri Raisya. " Ucap rose sinis dan emosi.


" Apa maks–


' PLAAKKK '


Tamparan yang kedua pun di layangkan, stempel dan cincin yang di pegang ibu suri pun sampai terjatuh.


" Tamparan untuk kau yang sudah membunuh Ratu kedua. " Ucap rose dengan tegas dan dingin.


" Kau....beraninya menamparku.... "


Sekali lagi, tangan rose mendarat dengan mulus di pipi ibu suri yang sudah merah.


' PLAAKK '


Tamparan yang sangat keras.


" Itu tamparan atas apa yang telah kau perbuat selama ini, itu tidak cukup. Tapi, aku tidak punya banyak waktu untuk bermain denganmu. " Rose melepaskan cengkramannya dan dia mengambil stempel dan cincin yang terjatuh.


" Rose!!!!!!!!!!! "


" Beraninya kau!!! "


Ibu suri dengan ganas menghampiri rose yang sedang mengambil stempel yang jatuh.


Wanita tua itu ingin segera menerjang kepala rose dari belakang.


Melihat hal itu, alex dan viktor panik.


Mereka ingin segera menghentikan wanita tua itu.


" Rose, di bela–


Tetapi, rose dengan cepat menghindar dan menarik lengan wanita tua tersebut.


' Ahhkkkk ' Wanita tua itu meringis kesakitan.


Dia meminta bantuan para dayangnya, agar dia bisa lepas dari rose.


" Apa yang kalian lihat!! " Teriak wanita itu.


" Cepat singkirkan wanita ini!!! " Wanita itu memberi perintah.


" Hanya seorang dayang, mereka tidak bisa menghentikan seorang ratu. " Ucap rose


" Ingat, bahwa dulu aku pernah mengalami sadisnya peperangan di umur yang cukup muda. "


" Kau hanya bisa mengandalkan seseorang, kau tidak bisa berdiri sendiri. Jadi, berhentilah dan bertobatlah. " Rose mendorong ibu suri dengan ganas.


Kemudian rose pergi dengan membawa stempel dan cincin di tangannya.


Tapi, rose berbalik dan berkata dengan tatapan sinis.


" Ini belum selesai, setelah kekacauan yang terjadi. Aku akan mengurusmu lagi!!!! " Rose pun pergi dari sana, di ikuti oleh alex dan viktor.


| Selama ini, aku menahan diri karena aku tidak ingin terlibat lagi dalam permainannya.|


| Tapi, aku sudah terlanjur masuk lagi dan terlibat ke dalam permainan miliknya. Dan aku tidak mungkin bisa keluar, karena masih ada seseorang yang harus, aku selamatkan dari permainan ini.|


...----------------...


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


__ADS_2