
ketika layla sedang bersiap untuk pergi, tiba-tiba seorang dayang masuk ke dalam kamar layla, dayang itu bingung melihat layla yang sedang mengemasi barang-barangnya.
dayang itu pun bertanya ......
" layla!!??....apa yang kau lakukan ? " tanya dayang tersebut
layla yang sedang mengemasi barang-barangnya, sontak terkejut dan berbalik melihat ke arah dayang tersebut.
dayang itu kemudian bertanya lagi kepada layla, sembari berjalan...
" kenapa kau mengemasi barang-barangmu? " tanya dayang tersebut
layla yang masih kaget, menjawab dengan gugup.
" a..aku
" aku akan pulang, kakakku sedang sakit di rumah "
| bagaimana ini | pikir layla yang panik
" setahuku kau sangat membenci kakakmu itu. terus, sekarang kau tiba-tiba peduli kepada mereka? " ucap dayang tersebut ragu
| aku lupa, bahwa yang mereka (dayang-dayang) tahu, aku sangat membenci keluargaku, kenapa aku bodoh | pikir layla semakin panik
layla tahu, bahwa jika dia tertangkap basah , maka dia akan di hukum, atas dasar penghianatan.
karena sudah membantu rose kabur dari istana.
hukuman yang di berikan karena penghianatan, tidak lain dan tidak bukan adalah hukuman mati, atau penjara seumur hidup.
" apa kau sekarang sangat peduli dengan keluargamu ? " tanya dayang tersebut
" tentu tidak, kakakku bilang jika aku tidak datang ke sana, dia akan datang ke sini dan menyeretku keluar dari istana ini, itu sebabnya aku harus segera pulang, aku tidak mau yang mulia ratu harus terganggu karena masalahku dengan kakakku. " jelas layla
| tentu saja itu bohong, kakakku hanya membutuhkan uang, dia tidak peduli kepadaku, dan aku tidak perduli dengan kakaku |pikir layla
" ahhkk....
" jadi, seperti itu.... " ucap dayang itu
sepertinya dayang itu percaya....
" ya seperti itu..." ucap layla
" yasudah, kau lanjutkan saja mengemasi barangnya, kalau begitu aku keluar dulu " uvap dayang tersebut, seraya meninggalkan ruangan
' fyuhh,.....akhirnya dia pergi juga ' gumam layla lega
segera setelah layla selesai mengemasi barangnya, dia pergi meninggalkan asrama.
dan bergegas pergi menuju gerbang belakang istana.
...----------------...
setelah rose meninggalkan mereka, brayen terus menatap ke arah rose dengan mata heran .
| kenapa aku merasa ada yang tidak beres, mungkin itu hanya perasaanku saja | pikir brayen
brayen melihat ke arah alex dengan wajah dinginnya dan bertanya
" kenapa kau ada di sini? " tanya brayen kepada alex
" aku ingin menemui rose " alex menjawab
" untuk apa? lebih baik kau pulang saja ke kerajaanmu.... " ucap brayen sinis
alex seperti biasa, dia menganggap itu semua sebagai candaan.
" aku tahu kau merasa tersaingi , karena aku juga tampan, jadi kau menyuruhku pulang " ucap alex kikuk
__ADS_1
" hahh....aku tidak tahu apa yang bisa membuatmu menjadi raja, entah apa yang mereka lihat dari dirimu " ucap brayen seraya meninggalakan alex
" hei tunggu, jangan berjalan sendirian, nanti kau bisa tersandung " panggil alex dengan candaannya
" yang mulia tolong jaga sikap anda " viktor yang sedari tadi diam akhirnya mulai berbicara.
brayen dan alex berserta ajudannya masuk ke istana ratu, dan mulai menuju kamar rose..
selang beberapa menit, mereka pun sampai di depan kamar rose.
seperti biasa para penjaga di sana memberi hormat kepada mereka.
" salam yang mulia, semoga anda di berkahi.... " mereka memberi salam penghormatan kepada brayen...
" salam raja leopard " dan kepada alex
" apa ratu baik-baik saja ? " tanya brayen
" menjawab yang mulia, ratu baik-baik saja, beliau ada di dalam yang mulia " uvap salah satu penjaga
" buka pintunya, aku ingin bertemu dengan ratu " perintah brayen kepada penjaga
mereka pun membuka kamar rose...
brayen dan alex mulai masuk ke dalam...
kamar rose gelap tanpa cahaya, kegelapan yang mengerikan terlihat di kamar rose, semakin gelap karena langit mulai menunjukan malamnya.
" rose ?...." panggil brayen
" kenapa kamarnya gelap sekali " ucap alex
" tensis nyalakan lentera nya " brayen memberi perintah
" baik yang mulia" jawab tensis patuh
" kenapa tidak ada siapa-siapa di sini....
" rose?... " brayen mulai panik dan terus memanggil rose
" rose !! " alex pun mulai mengikuti brayen
brayen yang panik mulai membuka pintu yang ada di ruangan tersebut, satu persatu pintu di buka, tidak ada yang terlewat.
tetapi rose tidak ada di ruangan tersebut....
" jangan bercanda " brayen meludah
" tolong tenang dulu yang mulia, mungki saja yang mulia ratu sedang keluar " tensis menenangkan
" apa kau bodoh, aku sudah memerintahkan kepada para penjaga yang ada di luar, bahwa sang ratu tidak boleh keluar, mereka bilang ratu ada di dalam...
" apa kau tuli... " brayen semakin emosi
dia bergegas berjalan keluar dan mulai menerjang kerah penjaga yang tadi berbicara.
ughh-' rintih penjaga itu
" a..ada..apa yang mulia..." tanya penjaga itu dengan susah payah
" dimana ratu? kau bilang dia ada di dalam...
" yang mulia mohon tenang, dan lepaskan penjaga itu, biarkan dia berbicara dulu " tensis menenangkan
" ya brayen, kau jangan terbawa emosi dulu " ucap alex mendukung tensis
" hah .... " brayen membuang nafas kasar
__ADS_1
segera penjaga itu di lepaskan.....
" jawab.. kemana sang ratu " tanya brayen
| dia tidak pergikan, kuharap dia tidak pergi, tapi, bagaimana jika dia benar-benar pergi.. | pikir brayen kacau
" yang mulia, kami selalu berjaga di sini, yang mulia ratu tidak pernah keluar... "
brayen dengan ganas menarik kerah penjaga itu, dan menyeretnya masuk kedalam.
" coba kau lihat baik-baik " brayen menghempaskan penjaga itu dengan kasar
penjaga itu mulai mengerti kenapa brayen marah, karena orang yang mereka jaga, tidak ada di dalam ruangannya..
" tidak mungkin, saya terus menjaga beliau di depan, bagaimana bisa beliau melarikan diri "
" persetan dengan ocehanmu, apa kau ingin mati?...
" tidak yang mulia, saya memang..
" hah..." brayen menggosok wajahnya dengan garang...
" berbelit- belit sekali bicaramu untuk minta di bunuh " brayen menatap penjaga itu dengan ganas
| gawat, yang mulia sudah emosi | pikir tensis
| sepertinya aku akan melihat darah | pikir alex
Mata brayen berkilat aneh, seolah ditelan oleh kegilaan karena amarah dan emosi.
Pada akhirnya, jelas bahwa dia marah tidak terkendali atas apa yang telah terjadi.
" jika kau pergi, aku akan gila" gumam brayen dan tersenyum sinis
brayen tiba-tiba mengeluarkan pedangnya...
penjaga itu mulai mundur perlahan sambil memohon di selamatkan
" se..selamatkan aku...tolong...
terlambat, brayen menerjangnya dan mengayunkan pedangnya. Tidak ada tanda-tandanya.
Tidak ada suara atau kehidupan, hanya satu gerakan lengan yang normal.
Dengan satu gerakan, bilahnya menarik jejak keperakan dan menusuk leher penjaga itu ke samping. Itu terjadi dalam sekejap mata. Itu terjadi begitu cepat sehingga alex, tensis,dan viktor, bahkan tidak menanggapi, mereka hanya menutup matanya.
Kepala penjaga itu jatuh berguling di lantai istana yang licin.
darah yang menyembur keluar berceceran di mana-mana.
alex berlumuran darah di dekatnya, membalik matanya dan mundur. Sekarang, alex mengingat adegan dari masa lalu bahwa mereka telah berjuang untuk mengubur dalam kenangan mereka. Segera setelah brayen pulang dari medan perang dan naik takhta, puluhan bangsawan dibantai olehnya.
seperti jullukannya, dia adalah mesin pembunuh yang gila.
| apa kegilaanya akan kembali? | pikir alex sembari mengelap darah yang teciprat
brayen menurunkan pedangnya dengan lesu dan menginjaknya.Penampilannya tidak berbeda dengan saat dia dirasuki kegilaan seperti di meda perang.
" jika aku tidak menemukanmu hari ini, aku tidak tahu apa yang akan terjadi, rose "
...----------------...
BERSAMBUNG.......
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN....
SEE YOU NEXT CHAPTER
__ADS_1
GAK ADA SPOILLER😂