AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 9 (Revisi)


__ADS_3

...----------------...


" Apa? masalah!!! " Brayen tampak marah.


" Heii!! kau itu kejam sekali kepada sahabat lamamu ini!! kau tahu seberapa lama aku merindukanmu? "Alex terlihat menggoda Brayen.


" Kau seharusnya mengatakan hal seperti itu kepada pasanganmu, bukan kepadaku!! " Kata Brayen dingin.


" Lagi pula, kau tidak perlu ikut campur dalam urusanku. Terserah jika aku mau mengabaikan dia (Ratu) atau tidak. " Sepertinya, Brayen tidak bisa di ajak bercanda.


" Dia itu kan istrimu kau tidak seharusnya bersikap seperti itu. " Alex berusaha memberi pengertian kepada Brayen sebagai sahabatnya.


" Ini kerajaan ku!! bukan kerajaanmu. Jadi jangan mengajariku!! lagi pula aku tidak pernah menganggap dirinya sebagai istriku. "


|Sekali lagi, aku di permalukan oleh dirinya.|Pikir Rose.


" Kau benar-benar brengsek." Alex terdengar bergumam.


" Apaaa? " Seolah Brayen menyadari Bahwa Alex bergumam mengutuknya, dia bertanya.


" Tidak ada, kau tidak lihat rakyatmu sedang membicarakan Ratumu. " Alex pada saat itu mengalihkan pembicaraan.


Semua tamu undangan yang ada di sana melihat ke arah mereka.


" Biarkan mereka mengetahui, bahwa aku tidak mengganggap ratu sebagai istriku." Brayen dengan suara yang dingin berbicara, dia memang tidak peduli denganku.


Karena Rose sangat kesal, Rose akhirnya berteriak.


" Yang mulia!!!! " Rose berteriak, semua orang yang ada di aula pesta diam.


" Tolong berhenti...hentikan!! " Rose mengepalkan lagi tangannya, berusaha menahan semua amarah dan rasa sakit hati.


" Lebih baik, kita lanjutkan pesta ini saja." Brayen melihat tangan Rose mengepal, Rose pun menyadari itu, dia pun melepaskan kepalan itu.


...----------------...


" Kau cukup gigih untuk bertahan, meski tubuhmu sudah gemetar seperti itu. " Brayen berbisik di telinga Rose.


| Gigih sekali, ini baru permulaan. | Pikirnya.


" Lanjutkan pestanya!! " Teriak Brayen.


Alex dan Viktor, pergi ketempat duduk khusus tamu kehormatan.


Ketika dia pergi.


" Yang mulia ratu, saya harap anda akan menari dengan saya nanti. " Pinta Alex kepada Rose.


" Apa!!? " Rose heran dengan ajakannya itu.


Sedangkan Brayen, dia terlihat murung.



|Ada apa dengan raut wajahnya, kenapa dia terlihat murung. | Batin Rose.


" Tapi–

__ADS_1


Sebelum perkataan Rose selesai, Alex sudah memotongnya.


" Jangan mengabaikanku yang mulia." Alex memelas.


" Kita lihat saja situasinya nanti. " Jawab Rose.


" Baiklah yang mulia, saya menantikannya."


Alex pergi ke tempat duduk tamu kehormatan.


Perempuan yang di bawa oleh Yang Mulia Raja, akhirnya membuka mulutnya.


" Yang mulia, saya akan pergi untuk bergabung dengan teman saya." Ucapnya terdengar manis.


" Kau, di sini saja bersama ku." Ucap Brayen, dia pun meraih pinggang wanita itu, dan mendudukkannya di atas pahanya.


" Yang muliaa." Suara wanita itu lembut.


Brayen menatap Rose dia mengharapkan reaksi yang akan di buat oleh Rose, tapi Rose tidak bereaksi sama sekali.


|Apa dia tidak cemburu sedikit pun melihat suaminya sendiri melakukan hal ini kepada perempuan lain? lagi pula, kenapa aku berharap dia cemburu. Bukannya tujuanku hanya untuk menghancurkan hatinya. | Pikir Brayen.


" Yang mulia ibu suri? apa beliau tidak akan datang? " Tanya Rose acuh.


| Meski aku marah melihatnya seperti itu, sekarang aku harus sabar.| Pikir Rose.


" Aku tidak dengar, di sini berisik!! " Ucap Brayen sarkas.


|Kau bercanda ya?!!| Batin Rose.


" Baiklah." Jawab Rose dingin.


Seorang penjaga tiba-tiba masuk dan dia berbisik kepada Tensis.


Setelah itu, Tensis menyampaikannya kepada Brayen.


" Yang mulia, saya menerima pesan bahwa ibu suri tidak akan datang ke sini, mereka bilang Ibu suri sedang tidak enak badan. " Tensis melapor kepada Brayen.


" Dia yang berulang tahun, dan dia pula yang tidak hadir, dasar nenek lampir. " Seperti biasa reaksi Brayen dingin dan tidak peduli.


Brayen berdiri dan dia memberi perintah bahwa pestanya di mulai sekarang, mereka tidak perlu menunggu yang mulia ibu suri.


| Aku sudah menduga ini, apa sebenarnya yang di rencanakan ibu suri kali ini. | Rose dalam batinnya.


" Aku harus menyelidikinya. " Ucap Rose pelan.


Viona terus menatap Rose, entah kenapa matanya tidak pernah berpaling.


" Apa ada yang ingin kau tanyakan? " Rose menyadari itu, dia pun bertanya.


" Tidak yang mulia, anda terlihat cantik walau hanya dengan gaun putih biasa. " Viona tiba-tiba memuji kecantikan Rose.


Rose memang cantik, dia menggunakan gaun putih yang sederhana, tapi itu tidak mengurangi kecantikan Rose.



" Setiap wanita pasti cantik, tapi terima kasih untuk pujianmu. " Rose berterima kasih, dia tidak pernah menganggap Viona sebagai musuh.

__ADS_1


Brayen melirik Rose, Rose pun meliriknya kembali, tetapi anehnya dia memalingkan wajahnya lagi. Entah apa yang dia pikirkan.


Tapi, Rose yakin jika dia sekilas melihat telinga Brayen memerah.


| Setelah di lihat lagi, aku melihat telinganya memerah. Ada apa dengannya?| Rose bertanya-tanya dalam batinnya.


|Apa dia sakit?| Sekali lagi dia bertanya dalam batinnya.


" Viona, kau tidak perlu memuji wanita itu. Menurutku kau jauh lebih cantik dari dirinya. " Akhirnya Brayen berkomentar, dia mengatakan untuk tidak memuji Rose.


Brayen juga membandingkan kecantikan Rose dengan Viona.


" Pendapat seseorang berbeda-beda yang mulia, saya tidak ingin berdebat dengan anda. " Rose dengan dingin menanggapi ucapan Brayen.


" Anda tidak lihat kalau tamu sedang menunggu anda untuk memberi perintah, bukankah ini saatnya untuk berdansa. " Rose berbicara seolah memberitahu Brayen.



" Kau tidak perlu memberitahuku. " Brayen acuh.


Dansa pertama harus yang mulia Raja dan Ratu, namun jika yang mulia Raja ingin memilih pasangan lain itu di perbolehkan.


|Sejak 3 tahun lalu, aku tidak pernah berdansa dengan Brayen, karena dia tidak pernah mau berdansa.| Rose dalam pikirannya membatin.


Orang-orang juga pasti sudah menduga bahwa Brayen tidak akan berdansa. Akan tetapi berbeda untuk kali ini.


" Yang mulia Raja pasti tidak akan berdansa, setiap ada pesta di kekaisaran, beliau tidak akan ikut berdansa. " Ucap seorang lady.


" Kau benar, yang mulia ratu pun tidak pernah berdansa. " Bangsawan lainnya menggunjingkan Rose.


Dugaan mereka salah, Brayen melangkah maju dan turun ke bawah.


" Aku akan berdansa hari ini, karena hari ini aku menemukan seseorang yang cantikk. "Ucap Brayen dengan senyum di wajahnya.


|Siapa yang dia maksud, jangan-jangan.....| Dengan penuh ke bingungan Rose bertanya dalam batinnya.


" Lady Viona, maukah anda berdansa dengan saya malam ini? " Brayen ternyata ingin berdansa dengan Viona.


" Suatu kehormatan bisa berdansa dengan anda yang mulia. " Viona menjawab dengan penuh kelembutan.


" Astaga, yang mulia akan berdansa. " Bangsawan mulai ricuh.


" Tanpa yang mulia ratu? " Mereka mulai melirik Rose.


" Sepertinya posisi ratu sudah terancam. "


Semua orang pasti akan heboh, karena yang Brayen memilih pasangan lain selain Rose yang merupakan Ratu.


| Lagi, Lagi, Dan Lagi....Haaaaaah, bodohnya aku masih berharap, Rose!! apa yang kamu harapkan dari seseorang yang bahkan membenci dan tidak mengingatmu sama sekali.| Batin Rose kacau.


| Aku bahkan, sudah lama tidak berdansa, karena aku tidak mau mencoreng nama seorang raja. Aku memutuskan untuk tidak berdansa jika bukan dengan yang mulia raja.


Tapi sudah seperti ini, aku akan melanggar aturan yang sudah ku buat.| Pikir Rose.


...----------------...


BERSAMBUNG...........

__ADS_1


______________________________________________



__ADS_2