
Zekillion, menjadi salah satu dari mayat hidup yang di bangkitkan.
...----------------...
Tensis terus memantau Brayen dari cermin dan Taran berusaha membuka segel.
" Yang mulia masih bertahan, cepat buka segelnya!! " Ucap Tensis panik.
Taran masih berusaha membuka segelnya, saat sedang berkonsentrasi.
Tiba-tiba, mereka di kejutkan dengan segerombolan mayat hidup yang menerobos masuk.
" Ajudan! Sepertinya mayat para prajurit itu hidup kembali!! " Teriak prajurit.
Para prajurit menahan mayat hidup tersebut agar tidak mengganggu Taran yang sedang berkonsentrasi.
Tensis pun, mau tidak mau harus turun tangan dan membantu para prajurit.
" Kau harus membuka segelnya secepatnya, kita tidak punya banyak waktu!! " Teriak Tensis yang sedang berusaha menyingkirkan mayat hidup tersebut.
' Trang....Trang...Trang ' Suara besi berbenturan satu sama lain dan jeritan orang-orang terdengar satu demi satu.
Di tengah pertarungan, untungnya para Skuggi datang dengan cepat dan membantu mereka.
" Maaf, kami terlambat. " Ucap Rezef dan anak buahnya.
" Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Kau dan anak buahmu lebih baik melindungi Taran, dia sedang berusaha membuka segel pintu masuk." Ucap tensis risih.
" Baiklah kalau begitu. " Rezef patuh.
| Penyihir hitam pasti telah mencuri sedikit mana milik yang mulia raja, dia tidak akan mampu melakukan hal ini tanpa bantuan mana yang mulia raja. | Pikir Rezef.
...----------------...
Aku segera memimpin pasukan ke istana Brayen, saat tiba di sana.
Aku di kejutkan dengan mahluk aneh yang berkeliaran di mana-mana, mereka jelas bukan manusia.
Bau busuk terus tercium di hidungku, sebenarnya mereka ini mahluk apa.
" Rose!! Berhati-hatilah, mereka bukan manusia, melainkan mayat hidup! " Alex berteriak dari kejauhan.
Untungnya, anak buahnya juga bertarung dan membunuh musuh mereka.
" Kau tenang saja! " Ucapku.
Para prajurit yang ku bawa, menunggu aba-aba dariku untuk melakukan penyerangan.
__ADS_1
" Yang mulia! Izinkan kami untuk memulai pertarungan. " Pinta salah satu prajurit.
Melihat situasi yang seperti ini, aku segera memberi titah untuk melakukan penyerangan.
" SERAAAAANG! " Teriakku.
" SERAAAANG!!!!!!! " Teriak prajurit dengan semangat.
Para prajurit yang membawa panah, tombak dan senjata lainnya berlarian sejajar.
Mereka dengan semangat maju dan menyerang.
Dan kami pun memulai pertarungan dengan sengit.
' Trang.....Trang–' Suara besi dari pedang bergesekan terdengar di mana-mana.
Aku menghabisi para mayat hidup itu dengan pedangku sendiri.
Kemampuan yang ku punya tidak buruk sama sekali, meski aku tidak bisa menggunakan sihir.
Sebelum ibuku meninggal, dia memberikan pedang ini kepadaku.
Pedang yang ku gunakan memiliki efek sihir yang kuat, meski si pemilik tidak memiliki sihir sama sekali.
Tapi dengan niat dan hati yang tulus, pedang ini akan mengeluarkan sihirnya sendiri.
" Yang mulia! Mereka tidak bisa mati. " Teriak prajurit.
" Tetap bertahan!! Aku akan memotong sihirnya. " Teriakku lantang.
Saat aku terus maju dengan kudaku, beberapa monster terbang dengan kecepatan luar biasa, memuntahkan api, menyebabkan formasi menjadi sempit.
Alex masih berjuang menyingkirkan prajurit mayat hidup itu dengan keringat yang bercucuran.
Kita pasti bisa mengalahkan mereka, karena Prajurit yang ku bawa merupakan prajurit yang di latih langsung, di bawah pimpinan duke dan marquees.
Di tambah dengan prajurit istana yang sangat pandai dalam melakukan pertempuran.
" Rose! Cepat pergi ke gerbang masuk istana Brayen!! " Alex berteriak dari belakang.
Aku mengangguk dan segera menerobos dengan membabi buta menyingkirkan mayat hidup tersebut.
Saat aku masuk semakin dalam, aku merasakan kejanggalan yang menakutkan.
' Deg–' Tiba-tiba jantungku Berdetak kencang.
Dan benar saja, aku melihat sosok mahluk yang berbeda dari yang lainnya.
Dia nampak familliar, dia berdiri dengan gagah di antara para mayat hidup.
__ADS_1
Aku menyipitkan mataku seolah memfokuskan.
" Zekillion!!–
" Tidak, ini tidak mungkin " Aku menggelengkan kepalaku tanpa sadar.
Saat aku menyadarinya, bahwa yang ku lihat ternyata adalah adikku sendiri, seketika air mataku keluar membanjiri pipiku.
Aku tidak percaya dia ada di hadapanku.
" Kau bukan Zekillion!! " Teriakku frustasi.
Dia berdiri dengan wajah yang sedikit mengerikan, tetapi aku masih bisa mengenalinya.
Dia menghampiriku perlahan dengan membawa pedang di tangannya.
" Berhenti di sana! Jangan mendekat! " Teriakku.
" Kau tidak merindukanku? " Suara yang selama ini tidak aku dengar, bergema di telingaku.
Suara yang ku rindukan, tapi aku tidak akan percaya dengan mudah.
Adikku sudah mati, dia tidak mungkin hidup kembali.
" Kau! Yang telah berjanji akan melindungiku dan menjagaku, tapi apa yang aku dapatkan selama aku hidup? "
" Kau selalu berbohong, dan aku mempercayainya. " Dia terus maju ke arahku dengan wajahnya yang pucat.
" Adikku tidak akan pernah menyalahkanku , dia tidak akan berbicara seperti dirimu, kau bukan dia! " Ucapku.
Aku turun dari kudaku dan mengambil ancang-ancang.
Tapi, tiba-tiba suara tawa keluar dari mulut mayat yang mirip zekillion.
" Ha..hahahahahah, ternyata kakakku ini masih mengenali adiknya. " Aku tidak mengerti apa yang dia maksud.
" Apa maksudmu!? " Tanya ku
" Aku tidak bisa memberitahumu, yang jelas pergilah sekarang, sebelum semuanya terlambat, kita akan bertemu lagi nanti. "
" Dan, di dalam aula istana kamu akan berhadapan dengan Ratu Ajertina dan Raja Aleandro I, mereka berbeda dariku. "
...----------------...
BERSAMBUNG...........
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN
KALO BISA VOTE DAN JADIKAN FAVORIT😁
Jadi, dia itu zekillion apa bukan?
Jahat atau tidak, apakah dia mempunyai rencana di balik sikafnya.
__ADS_1
Nantikan di ch selanjutnya.