AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 26


__ADS_3

keesokan harinya, tepatnya saat lusa


aku pergi meninggalkan kamp tanpa memberitahu siapa pun, karena aku tidak mau melihat wajah brayen yang murung.


dan ada alasan lain selain itu, yaitu aku tidak di perbolehkan untuk meninggalkan jejak, aku harus terus bersembunyi layaknya tikus


aku tidak tahu apa reaksinya ketika dia tahu bahwa aku pergi tanpa berpamitan dan tanpa sepucuk surat apa pun.


aku kembali ke kediaman count dengan menunggang kuda, count tidak tahu bahwa aku akan pulang pada hari itu..


aku pulang bukan untuk bertemu dengan count, tapi aku ingin bertemu dengan adikku.


aku sangat merindukan adikku, aku ingin tahu apa dia hidup dengan baik?, sebesar apakah dia saat ini? , apa dia merindukanku ?....


banyak yang ingin aku tanyakan ketika aku sampai.


aku memang selalu bertukar surat denganny.


isi surat terakhri yang dia kirim adalah



untuk kakakku tersayang....


waktu itu kakak bertanya bagaimana kabar leon ?


bagaimana ketika musim dingin tiba, apa leon kedinginan atau tidak ?


apa leon makan dengan benar?


apa count memperlakukan leon dengan baik atau tidak ?


kakak tidak perlu mengkhawatirkanku, di sini leon baik-baik saja,


setiap musim dingin tiba,


leon tidak lagi kedinginan.


bagaimana dengan musim dingin kakak disana ?


apa kakak kedinginan atau tidak ?


leon di sini makan dengan baik dan lahap.


sebaliknya apa kakak makan dengan baik di sana?


dan juga, aku tidur dengan nyaman di sini ,


count pun memperlakukan leon dengan cukup baik.


lebih dari itu, leon sangat merindukan


sosok kakak yang selalu memelukku dengan hangat dan


selalu menghiburku.


leon rela di cambuk sebanyak - banyaknya


asalkan bisa bersama dengan kakak.


leon sangat merindukanmu kak, cepatlah pulang dan peluk

__ADS_1


leon lagi dengan hangat.


dia selalu mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


itu sedikit membuatku lega, mungkin count memang menepati janjinya.


...----------------...


kediaman count.....



" Dimana adikku?!!! Aku akan pergi dari sini, aku tidak butuh sosok ayah seperti dirimu!! " Tanyaku kepada Count yang duduk dengan mengangkat kakinya.



" Seorang bocah 13 tahun berani bicara tidak sopan kepadaku, kau sudah mulai sombong rupanya, hanya karena kau masih hidup sampai sekarang, meski aku sudah mengirimu ke medan perang. " Ucapnya mengejek


Aku tersenyum sinis, dan berkata.


" Berkatmu aku jadi belajar banyak di sana, aku tahu kau berharap aku tidak akan kembali lagi ke sini, tapi harapan itu musnah setelah kau melihatku berdiri di sini."


" Justru aku sangat beruntung, bahwa kau masih hidup sampai sekarang, jika kau mati aku akan rugi besar. "


" Apa maksudmu? "


Aku yang pada saat itu berusia 13 tahun, tidak mengerti apa yang di bicarakan count, kenapa dia bicara seperti itu.


" Yaaaa, kau memang bodoh seperti biasa, kau bilang kau akan pergi dengan adikmu dari sini, apa kau pikir aku akan membiarkanmu pergi. tidak semudah itu. "


" Counttt??!! " Teriakku.


Aku merasakan ada sesuatu yang salah, dari tadi aku tidak melihat adikku.


" Tenanglah...anjing kecil sepertimu tidak cocok untuk menggonggong. "


" Cepat katakan di mana dia. "


Aku mengeluarkan pedang yang ku bawa, dan mengarahkan pedang tersebut tepat ke arah leher Count.


* Sriiing *


" apa kau pikir aku takut dengan pedang mu ini, ingat, bahwa aku masih memiliki adikmu!!


Aku terus mengarahkan pedang itu ke leher Count, lebih dekat, dan membuat lehernya berdarah walau hanya sedikit.


" Apa kau yakin akan membunuhku? " Tanya count yakin.


Aku memejamkan mataku, dan berfikir apa yang sebenarnya dia lakukan kepada adikku.


" kau yakin akan membunuhku ? " sekali lagi dia bertanya


Aku melepaskan pedangku dari lehernya dan kembali bertanya di mana adikku berada, aku tidak bisa membunuhnya sekarang, karena dia masih memiliki adikku di belakangnya.


" Sekali lagi aku bertanya di mana adikku "


" ikuti penjaga ku , tapi setelah itu kau harus menuruti perintahku "


demi adikku, aku akan melakukan apa pun..


" ...... "

__ADS_1


aku mengikuti penjaga itu, semoga apa yang ada di surat itu benar adanya, bahwa count menepati janjinya.


tapi, kenapa arah jalannya menuju ke arah penjara bawah tanah,tempatku dulu di kurung , firasatku mulai tidak enak.


dan benar saja , count tidak menepati janjinya, dia masing mengurung adikku di penjara itu.


bahkan keadannya jauh lebih buruk , dari pada sebelum aku meninggalkannya waktu itu.


" kakakk "


panggil seorang anak laki-laki yang berada di dalam penjara, yang penuh dengan luka



" apa itu benar kakak....


" pasti ini hanya halusinasiku....kakak ku sedang berjuang di sana....


leon menutup matanya...


aku tidak tega meilihatnya seperti itu, dia terus bergumam memanggil namaku, aku tidak kuat menahan air mataku untuk tidak keluar.


aku memikirkan, bagaimana dia bisa hidup selama 3 tahun di dalam penjara yang dingin dan gelap, tanpa ada siapapun di sisinya.


" leonnnn " panggilku lembut


dia membuka matanya lebar, dia mungkin tidak percaya bahwa kakaknya yang tidak berguna ini sudah kembali.


Mata biru-abu-abunya menatapku tidak fokus.



dan dia memanggilku...


" kakak " panggil leon


suaranya yang kasar dan terdengar serak, membuat hatiku semakin sakit


" ya ini aku, kakak mu.....


" kakakmu sudah kembali leonn....


" kakak..sudah kembali.....


leon yang di balik jeruji besi itu mulai melangkah ke arahku perlahan, dengan kaki penuh luka...


itu pasti sangat menyakitkan...


" kakak.....heeuk..


dia terus memanggilku dan menangis....


" aku sangat merindukanmu kak....aku sudah lama menunggumu, 3 tahun tanpamu sangat menyesakkan, aku tidak tahan...



" maafkan kakak leonnn.......


...----------------...


BERSAMBUNG.....

__ADS_1



__ADS_2