
Ketika mereka sedang berbicara di aula pesta, mereka tidak tahu.
Bahwa ada sekelompok orang yang sudah memperhatikan mereka.
" Lama sekali mereka bicara, padahal kita sudah siap untuk menyerang calon ratu."
" Ssssst, brisik.....nanti mereka dengar!! " Tegur seorang perempuan.
" Hadehh....kapan kita akan bergerak ? " Tanya seorang laki-laki di atas.
" Mana ku tahu, kau tanya saja pada ketua."
Sekelompok orang itu, sedang meributkan kapan mereka akan menyerang Viona.
" Berisik sekali kalian!! " Seorang laki-laki dengan gagah maju, dia adalah ketua kelompok tersebut.
" Maaf ketua, tapi kapan kita akan menyerang? Ini terlalu lama, apa anda tahu di sini dingin!! " Celoteh laki-laki yang mengawasi di atas.
" Nikmati saja. " Jawab ketua ketus.
" Aku tidak kedinginan tuh." Celoteh seorang perempuan yang membawa busur panah dekat perapian.
" Cihhhh, sudah jelas kau akan hangat. Lihat saja di samping mu ada perapian!!! "
" Sudah jangan ribut, ayo kita mulai untuk menyerang." Ucapnya serius.
" Baik ketua!!" Serentak.
" Kau yang di atas, Jimmy!!"
" Ya ketua? " Jawab Jimmy.
" Lihat situasi lebih jelas, kau bisa melihat dari lampu gantung yang ada di aula pesta. Itu cukup kuat, dan pastikan kau tidak ketahuan!! " Ketua yang bernama Rezzef itu memberi strategi kepada anak buahnya satu persatu.
__ADS_1
" Dan kau Helmi, pergi dari perapian itu. Kau akan ketempat yang dingin sekarang. " Dengan tegas Rezzef memberi perintah.
" Tidak ku sangka, aku memiliki ketua yang pendendam seperti sekarang. " Helmi bergumam.
" Brisik kau, apa kau mau uang makan mu aku potong!!! " Bentak Rezzef.
" Ti...tidak ketua, aku hanya bercanda." Jawab Helmi kikuk.
" Cepat lakukan!!! " Ucap Rezzef tegas.
" Baik ketua. " Jawab Helmi patuh.
" Dan kau berdua, Peter dan Silia, kalian berdua pindah ke atap, untuk melihat situasi dari atas. " Perintah Rezzef kepada dua anak buahnya.
" Baiik ketua!! " Jawab mereka berdua.
" Ayo mulai " Rezzef memberi perintah.
Semua anggota pergi sesuai strategi yang sudah di buat oleh Rezzef.
...----------------...
Aula pesta.
Rose terlihat lelah, dia pun memutuskan untuk berhenti membahas ini, dan mencari makanan.
" Lebih baik sekarang aku mencari makan, dari pada berdebat di sini. Yang mulia, jika itu mau mu maka lakukanlah, karena saya sudah tidak perduli lagi!! " Ucap Rose acuh.
Brayen tersenyum sinis dengan wajah kurang puas, sedangkan Rose, dia pergi dan mencari makanan di sekitarnya.
" Hmmmm, sepertinya Ratu sudah pergi. " Seorang laki-laki yang tergelantung di lampu gantung.
" Aku harus memberi kode kepada yang lainnya!! " Ucap Laki-laki tersebut.
Laki-laki itu memberi kode dengan cara, cermin di pantulkan ke arah cahaya, sehingga cahaya dari kaca yang di pantulkan mengarah ke luar.
" Aku sudah mendapat aba-aba dari Jimmy, sepertinya aku harus membidik sekarang." Di sisi lain helmi yang dari luar mencoba untuk membidik sasaran dengan panah.
...----------------...
" Viona? " Tanya Brayen.
__ADS_1
" Hamba yang mulia ?" Jawab Viona sopan.
" Apa kau sudah melakukan apa yang ku suruh ?" Tanya Brayen.
" Sudah yang mulia, tapi apa ini tidak keterlaluan ? " Viona ragu.
" Tidak, ini tidak keterlalua sama sekali daripada membunuh adikku!! " Brayen berkata dengan rasa marah bercampur sedih.
" Baiklah yang mulia, apa yang harus saya lakukan selanjutnya ?" Tanya Viona.
" Kau jalan saja ke arah dia (ratu), semua sudah aku rencanakan. " Jawab Brayen singkat.
" Baiklah. " Ucap Viona mengerti.
Viona berjalan ke arah Rose sesuai dengan perintah Brayen.
" Apa aku harus menembak sekarang? " Helmi bertanya-tanya.
Jimmy turun ke arah helmi dan memberi perintah untuk memanah sekarang.
" Huh, untung saja tidak ketahuan. Kau sudah membidiknya? " Tanya Jimmy.
" Sudah, apa aku harus memanahnya sekarang ? "Tanya Helmi memastikan.
" Kalau begitu panah sekarang, ingat, kau harus memanah tepat sasaran, tepat pada yang di minta. "Jimmy menjawab.
" Diam, aku tahu." Tegur Helmi malas.
Helmi bersiap menarik busur panah miliknya.
" Sepertinya aku mendengar sesuatu, ketika aku di medan perang dulu. Ini persis seperti suara busur panah yang di tarik. " Rose yang sedang minum anggur, merasakan ada sesuatu yang mengganjal.
Dia akhirnya mencari tahu dan melihat sekeliling.
" Di mana itu? " Gumam Rose.
| Siapa itu!!!? | Batinnya.
Akhirnya Rose melihat Helmi di atas yang sedang menarik busur, busur itu di arahkan kepada Viona yang sedang berjalan menuju dirinya.
...----------------...
BERSAMBUNG..........
__ADS_1