AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 58


__ADS_3


" Keluar kau brayen!!!!! "


Saat berta berjalan dan membuka pintu demi pintu yang ada di dalam ruangan brayen, dia akhirnya menemukan sosok yang dia cari.


Berta tersenyum puas, ketika melihat sosok pria dengan rambut hitam yang berserakan di atas bantal, pria itu bak mahakarya yang indah, dengan mata tertutupnya.



Berta menghampiri pria itu dengan perlahan dan dia tersenyum sinis.


" Melihat dirimu yang terbaring tidak berdaya seperti ini, membuatku merasa senang. Kau yang dulu membantai semua penyihir hitam yang ada di kerajaan ini dengan sadis, sekarang hanya terbaring seperti ini? " Wanita itu mengejek pria yang terbaring tak berdaya dengan senyumnya yang sinis.


" Hey..brayen?...mana dirimu yang dulu? "


"........"


" Kau hanya bisa terbaring sampai ajal menjemputmu? "


"......."


" Jika saja kau tidak menggunakan mana yang kau punya dengan sembarang, yah. Mungkin saja kau bisa selamat.


" Tapi, aku cukup takjub dengan dirimu yang tidak mati di usia kecil. "


" Sudahi omong kosong mu berta, cepat selesaikan semuanya. " Ucap boneka yang di bawa berta.



" Sebelum itu, aku harus menyegel pintu utama yang ada di ruangan ini dengan sihir, karena pengambilan mana butuh waktu. " Ucap berta serius.


" Aku tidak mau ada cecunguk yang mengganggu. "


Berta mulai membaca mantra dengan mulutnya, untuk menyegel pintu masuk agar dirinya leluasa mengambil mana milik brayen.


' ད༡༤པཤཀལོདགཧཨནབཙཇགཏས ' Berta membaca mantra, dan dia mulai menyegel pintu masuk utama dengan sihirnya.



" Pintu utama sudah di segel, mereka tidak bisa mengganggu ku. "


Berta mulai membaca mantra kedua untuk melakukan ritual pengambilan mana, agar mana yang dia ambil dari jantung brayen, bisa sampai pada lingkaran sihir yang sudah dia buat selama dua hari.



' ཟཀོབོནཤོཔེུཝཤ༨༡༠ལཨབསོོོའོཨོ '


Berta mengarahkan mantra itu ke jantung brayen, seketika erangan keras keluar dari mulut brayen.


' ughh.....aahhhkkk '

__ADS_1


" Ini baru permulaan, rasa sakitnya belum terasa semua. " Ucap berta yang merasa senang.


Cahaya mulai keluar dari dalam tubuh brayen, saat berta mulai girang dengan semua usahanya.


Tiba-tiba, brayen membuka matanya perlahan.




Brayen dengan cepat menahan mantra milik berta agar tidak semakin masuk ke dalam jantungnya.



Dan di situ pun terjadi ledakan mantra milik berta.


' Duarrrrrr '


Berta pun terhempas ke dinding dengan keras dan gagal dengan mantranya.


Berta berdiri lagi dan membuka mulutnya.


" Bagaimana bisa kau bangun? " Tanya berta tidak percaya.


Brayen berusaha berdiri dari ranjangnya dengan lemah dan mengambil pedang miliknya.


" Hufft....kau...



' Sringgggg ' Ujung pedang di arahkan ke leher berta.


" Siapa kau?......" Tanya brayen lemah yang masih terhuyung-huyung.


Meski badannya masih sama dan semakin buruk, dia berusaha menahan agar mana miliknya tidak di ambil.


Berta yang melihat brayen dengan wajah tidak percaya, dia membuka mulutnya dengan tawa yang menggelitik ruangan.


" Ha.....hahahahahahah...


Berta menggosok wajahnya kasar seolah tidak percaya.


" Tidak bisa di percaya, kau bangun dalam keadaan sekarat? "


" Uhuk...uhuk....Siapa kau? Cepat jawab!! "


Berta menyingkirkan ujung pedang milik brayen.


" Aku adalah Berta, kelompok penyihir hitam NUN.


__ADS_1


" NUN ? "


" Kau ingat? Aku adalah penyihir hitam satu-satunya yang tersisa." Ucap berta sombong.


" Ternyata....masih ada iblis yang tersisa. " Ucap Brayen lemah.


" Aku sudah menduganya.....jadi? "


" Kau.....selama ini sudah mengincar mana milikku. "


" Kau benar, aku akan mencuri mana itu bagaimana pun caranya!!! "


" Heh.....coba saja!!!! " Ucap brayen.


| Aku tidak tahu bisa bertahan seberapa lama, tapi yang jelas aku harus berusaha menahannya. | Batin brayen.


" Aku akui, kau memang raja paling kuat di antara para raja terdahulu, kau bahkan sampai bisa menghabisi semua penyihir hitam yang ada di kerajaan ini.


" Tapi tidak untuk sekarang!! "


...----------------...


" Yang mulia!!!! " Panggil layla


Layla dengan penampilan yang kusut dan kotor, berlari dan masuk ke dalam ruangan tempat rose berdiskusi.


' Brakk '


Semua yang ada di sana kaget.


Mereka berdiri dengan spontan, melihat layla dengan penampilan seperti itu.


Rose pun bertanya kepada layla.


" Ada apa layla? Kenapa kau terlihat panik? dan, ada apa dengan penampilanmu? " Tanya rose bingung.


" Yang mulia raja.....beliau....


" Apa yang terjadi? " Tanya alex yang tidak sabar.


" Bicaralah perlahan layla!! "


" Beliau dalam bahaya, semua...semua prajurit dan para pelayan, tewas terbakar. " Ucap layla panik.


" Apa!!!?? bagaimana dengan yang mulia raja? " Tanya tensis panik.


" Tidak ada waktu untuk bertanya-tanya!!! lebih baik kita ke sana sekarang!! " Ucap rose emosi.


Rose berlari keluar, di ikuti oleh yang lainnya.


| Jangan mati, aku mohon. | Batin rose panik

__ADS_1


__ADS_2