
Ingatan Rose pada hal-hal di masa lalu terus bermunculan, dia tidak tahu mengapa, tetapi selama bertahun-tahun sepertinya ada sesuatu yang rusak di suatu tempat.
Dia mengingat bagaimana seseorang mengaku sebagai ayahnya tetapi itu hanya sebuah kebohongan.
Dia sudah sering di bohongi, sampai dia harus kehilangan adiknya yang berharga.
Dan sekarang, secara tiba-tiba seseorang mengaku lagi sebagai ayahnya.
Tentu pengakuan ini membuat Rose frustasi.
" Aku tidak ingin percaya lagi. " Ucap Rose yang berusaha kuat.
Julius menatap mata Rose yang berwarna biru seperti lautan, dia pun berbicara dengan lembut.
" Aku memang tidak pantas menjadi ayahmu. " Ucapnya lembut.
Wilson yang duduk di kursi dia akhirnya berbicara.
" Kau adalah adikku, ini sudah di pastikan. " Ucap Wilson.
Rose menatap Wilson dan menghampirinya.
" Bagaimana aku bisa mempercayainya, jika aku tidak melihat bukti sama sekali!! "Ucap Rose dengan nada tinggi.
Wilson berdiri dan dia memegang bahu Rose, kemudian dia menyebutkan segala sesuatu mengenai ibunya Rose.
" Ibuku bernama Patrisia Rumanof, beliau lahir pada bulan merah, beliau menyukai obat-obatan dan beliau juga sangat mahir dalam membuat sebuah pedang. " Wilson berbicara dengan yakin.
Rose melepaskan tangan Wilson yang berada di atas pundaknya.
" Meskipun semua yang anda katakan benar, itu tidak cukup untuk membuktikan bahwa saya adalah bagian dari keluarga ini. " Ucap Rose.
| Aku butuh bukti yang kuat dan akurat, aku tidak mau hal yang sama terulang lagi. Kenangan itu datang seolah-olah sepotong kaca telah menusuk di hatiku.| Pikir Rose.
Julius mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya.
Ternyata Julius mengambil sebuah kotak berwarna hijau, dengan ukiran mawar di setiap sudutnya.
" Kau akan percaya setelah melihat ini. " Ucap Julius seraya membuka kotak tersebut.
" Itu hanya sebuah kotak. " Ucap Rose.
" Kotak ini adalah peninggalan ibumu, dan di dalamnya ada sebuah liontin. "
Di dalam kotak tersebut, ada sebuah Liontin emas, Julius mengambil liontin tersebut dan memperlihatkannya kepada Rose.
" Lihatlah. " Julius memberikan liontin itu.
Rose menerimanya, dan dia segera membuka liontin tersebut.
Ketika Rose membuka liontin tersebut, dia mendapati lukisan ibunya yang masih muda bersama dengan lukisan seorang laki-laki muda dengan rambut putih.
" A..apa ini, ini ibuku? " Rose tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Rose ingin memastikan apakah lukisan yang ada di liontin itu benar-benar ibunya.
" Ini ibuku? " Rose terus melihat lukisan itu dengan serius.
" Dan, ini...Siapa ini? " Tanya Rose.
__ADS_1
Brayen pun ikut melihat lukisan tersebut, ketika dia melihatnya dia mengerutkan alisnya dan menatap Julius.
" Laki-laki ini adalah anda waktu muda, saya benar kan? " Tebak Brayen.
Julius menjawabnya.
" Ya, kau benar, itu adalah lukisan kita berdua saat masih muda. " Ucap Julius meyakinkan.
" Tidak mungkin.....ini...ini pasti palsu....anda bohong. " Rose masih tidak percaya.
" Tidak saya tidak bohong. " Ucapnya dengan suara yang dalam.
Wilson memanggil ajudannya Gilbet.
" Gilbet!! " Panggil Wilson.
Tidak lama setelah Wilson memanggil, pintu ruangan tersebut terbuka dan muncullah Gilbet.
Di tangannya dia membawa beberapa alat sihir dan dokumen.
" Gilbet, persiapkan semuanya. " Wilson memerintah.
" Baik yang mulia, saya akan mempersiapkannya. " Gilbet menjawab dengan patuh.
Rose dan Brayen tidak mengerti dengan apa yang akan di lakukan Gilbet.
" Sebenarnya kalian akan melakukan apa? " Tanya Brayen.
| Jangan-jangan mereka akan melakukan tes dengan sihir. | Brayen menebak dalam pikirannya.
" Rose tidak percaya bahwa kami adalah keluarga aslinya. Itu membuatku sedikit frustasi, aku ingin memeluk adikku segera tanpa ada kesalahpahaman apapun lagi. " Wilson tidak sabar.
Wilson berbalik dan menatap Rose dengan tatapan lembut penuh kasih sayang.
" Jika kau masih tidak percaya, ayah masih memiliki bukti lain yang benar-benar kuat. " Ucap Wilson dengan tatapan yang lembut.
Julius mengambil dokumen yang di bawa oleh Gilbet dan menunjukannya.
" Lihatlah ini, aku mengambil rambutmu sebagai semple agar aku bisa mencocokkannya. " Ucap Julius.
Rose mengambil dokumen itu.
" Kapan anda mengambil sempelnya? " Tanya Rose.
" Saat kau singgah di sini, aku sengaja mengajakmu untuk singgah karena ingin mengambil rambutmu. Aku sudah mengira bahwa kau adalah putriku. " Ucap Julius.
Rose kemudian membaca dokumen itu sendiri.
Di dalam dokumen itu, Rose dinyatakan ada hubungan darah dengan Julius.
Melihat ekspresi Rose yang kaku, Julius pun berbicara dan bertanya.
" Apa kau masih tidak percaya? " Tanya Julius.
Rose masih terdiam dan meratapi isi dokumen tersebut.
Brayen yang melihat ekspresi Rose yang syok dan kaku.
Dia bertanya.
" Apa isi suratnya? " Tanya Brayen.
" ....... " Tidak ada jawaban, Rose masih tidak percaya dengan isi dokumen itu.
__ADS_1
" Jika kau masih tidak percaya, ayo lakukan tes di sini. " Ucap Julius serius.
Rose yang semula berdiri dia dengan spontan terduduk di kursi dengan tatapan kosong.
Brayen melihat isi dokumen itu, dan membacanya dengan serius.
" Ini sungguhan? " Brayen terbelalak dengan isi dokumen tersebut.
" Aku bersumpah atas nama kerajaanku. " Julius bersumpah, dengan mengorbankan kerajaannya.
" Jadi, anda adalah mertua saya? " Brayen tidak percaya.
" Aku masih belum mengakuimu. " Ucap Julius.
" ...... " Brayen terdiam.
Julius menghampiri Rose dan dia bertekuk lutut di hadapan Rose dan berbicara.
" Apa kau masih berpikir bahwa aku bukan ayahmu? " Tanya Julius.
Air mata Rose jatuh melewati pipinya dengan perlahan.
Rose melirik ke arah Julius dengan mata yang berair.
" Kenapa anda meninggalkan kami? " Tanya Rose.
" Aku tidak meninggalkan kalian, tapi ibumu yang meninggalkanku. " Ucap Julius.
Julius menceritakan semuanya kepada Rose, bagaimana dia dan ibunya terpisah satu sama lain.
Julius menceritakan sama persisi dengan apa yang dia ceritakan kepada Wilson waktu itu.
— " Itu karena kakekmu, dia tidak merestui hubunganku dengan ibumu. Tetapi, saat dia tahu jika ibumu melahirkan seorang anak laki-laki dan itu adalah dirimu, dia langsung menyetujui hubunganku dengan syarat ibumu tidak boleh mengandung lagi, jika dia mengandung lagi, maka kakekmu akan membunuhnya. Tapi karena aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh ibumu, dia mengandung lagi. " Julius menceritakan.
—" Berita kehamilan ibumu terdengar sampai ketelinga kakekmu, ibumu yang takut, kabur dari kerajaan dengan sihir penghapus jejak. Sihir itu akan hilang setelah 6 tahun. "
—" Itulah kenapa aku tidak bisa mencarinya selama 6 tahun. "
—" Dan aku menemukan dia kembali setelah 6 tahun, aku ingin membawanya pulang, tetapi dia malah kabur lagi, setelah melewati malam yang panas, dia pergi begitu saja. "
Seperti itu jugalah yang di ceritakan Julius kepada Rose.
" Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. " Ucap Rose.
" Setelah ibuku meninggal adikku dan aku hidup dalam penderitaan yang luar biasa, dan anda tidak menemukan saya dan adik saya sama sekali. " Ucap Rose.
Mendengar Rose menyebut kata adik, Julius segera bertanya dengan tidak sabar.
" Adik? " Tanya Julius.
" Ya, adikku. Dia sudah meninggal. " Ucap Rose dengan suara yang rendah namun dalam.
Julius melirik Wilson.
" Sepertinya, ayah mencetak gol lagi pada saat pertemuan itu. " Wilson berbicara.
" Apa ibumu menikah lagi? " Julius bertanya.
" Ibuku tidak menikah, dia bilang kau satu-satunya. Waktu itu aku yang masih kecil bertanya, siapa ayahku, dimana dia, bagaimana wajahnya, kenapa dia meninggalkan kami. Sekarang semua itu sudah terjawab di sini. "
...----------------...
BERSAMBUNG.......
__ADS_1