AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 51


__ADS_3

“ jika kau tidak ingin aku mati karena mana yang ada di tubuhku, maka tetaplah bersamaku.” pinta brayen


“Kamu tidak akan mati, aku yakin tanpa ku kamu akan hidup ray. "


" sepertinya, kau akan pergi lagi. " brayen menebak


"Aku tidak peduli jika aku mati ......hanya mencintaiku sedikit." ucap brayen


"Apa...


" apa yang kamu katakan?. " tanya rose


brayen tidak menghiraukan pertanyaan rose.


" bolehkah....... aku bercerita sedikit.....mengenai masa lalu ku yang belum pernah di ceritakan?. " ucap brayen lemas


" tidak " rose menolak, tapi brayen tetap bercerita


" dulu, hidupku sangat menderita......


" hidupku sangat gelap dan sunyi...


" aku kesepian, sejak kecil aku sudah sendiri, ibuku sudah sakit setelah melahirkan ku dan kondisinya semakin memburuk karena melahirkan adikku dan akhirnya dia pun meninggal....


" ayahku bahkan tidak peduli kepadaku, setelah ibuku meninggal, ratu pertama mengasingkanku di istana terpisah, tanpa makan dan minum hanya mengandalkan rumput hijau yang di tanam di depan istana, setiap hari aku selalu di siksa olehnya, ayahku bahkan tidak memperdulikannya.



" dia membenci diriku, karena wajahku mirip dengan ayahku dan juga aku merupakan keturunan ibuku...


" aku selalu memikirkan adikku, tapi untungnya adikku sangat di sayangi oleh ibu suri...


" bahkan aku tidak ingin bertahan, aku muak pada saat itu, terlebih mana yang ada dalam tubuhku, perlahan menggerogoti tubuhku, jantungku rasanya terbakar setiap harinya.



" dulu aku......tidak tahu apa arti kata bertahan dan dicintai.....


" tapi setelah aku bertemu denganmu, aku tahu apa arti kata bertahan dan bagaimana rasanya di cintai ".

__ADS_1


...----------------...


" aku tersiksa ketika tahu bawa kau pergi tanpa meninggalkan jejak apapun waktu itu. "


" tapi kamu menyukai hal-hal yang buruk. Aku akan menjadi manusia paling menyedihkan di dunia, hanya cintai aku sedikit saja. " ucap brayen putus asa


"......." rose hanya terdiam.


" Apa yang kamu bicarakan? ray?. "


"Ketika kamu pergi, aku hanya berpikir aku ingin melihatmu lagi. "


" tapi, ketika aku bertemu denganmu lagi, kamu mencoba pergi lagi karena kesalahku yang tidak mengenalimu ."


" Aku ingin hidup saat kamu ada, tapi jika kamu pergi...... Aku tidak punya alasan untuk hidup. Hidup dengan hati ini adalah kelanjutan dari rasa sakit yang mengerikan." brayen, berbicara dengan suara tenang, seolah-olah dia membuat pengakuan.


" sekarang aku tidak akan memaksamu untuk bersamaku, aku tidak mau menyakitimu lagi. "


" tapi aku mohon maafkan aku.... aku tidak akan menyesal jika aku mati sekarang..


" berhenti!! jangan bicara tentang kematian ray " rose perlahan-lahan mulai menangis.


" tolong jangan menangis lagi karena diriku, rose, itu membuatku semakin merasa bersalah "


"  jika kau ingin pergi.....maka pergilah sekarang sebelum aku menjadi manusia yang serakah lagi."


"ray!!.." teriak rose


" aku tidak akan merasa menyesal, tidak penting ketika aku menghilang.”


tangan brayen, turun kini memegang tangan rose, tangannya diberi energi.


" pergilah rose!! " ucap brayen pasrah.


" jangan bilang, setelah aku pergi, kau akan menghilang ?. " tanya rose hati-hati.


brayen hanya tersenyum pahit dan menatap rose.


" entahlah. "

__ADS_1


" jawab aku ray? " rose berteriak tidak sabar.


| tidak banyak waktu, mana di dalam tubuhku sudah menyebar ke seluruh tubuhku | pikir brayen


" 1 bulan !!" ungkap brayen


| bohong!!..waktuku bisa saja 10 sampai 5 hari | pikir brayen


" 1 bulan, itu mungkin cukup untuk menahan mana yang menyebar di tubuhmu dan untuk menemukan sihir penyegel " ucap rose yakin


" aku sudah bilang, pergilah sebelum aku menjadi orang yang serakah lagi !!. "


" apa yang kau bicarakan, jika kau ingin berdebat denganku, maka kau harus sembuh terlebih dahulu, aku tidak akan meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini " ucap rose.


" kalau begitu, jawab aku....


" apa? " tanya rose


" apa kau mencintaiku ? " tanya brayen yang masih terbaring


| aku ingin mendengarnya sekali dari mulutmu rose, jika aku mati aku pasti tidak akan menyesalinya | brayen berharap.


tatapan wajahnya benar-benar memukul rose, kali ini rose tidak bisa menghindari situasi ini.


"Aku ...."


Jika itu rose beberapa tahun lalu, rose akan menjawab tidak.


apakah dia akan menjawab tidak lagi, seperti waktu itu?


...----------------...


BERSAMBUNG.........


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN


SEE YOU NEXT CHAPTER.....


__ADS_1


__ADS_2