
" Ayo Rose, kita akan berangkat. " Ucap Brayen.
" Mari. " Rose pun berjalan keluar bersama dengan Brayen.
Mereka akan pergi dengan beberapa kereta kuda dan dengan sihir teleportasi.
Para pelayan, dayang, dan pekerja lainnya mengantar kepergian mereka.
Rose hanya membawa Layla, sedangkan Brayen dia hanya membawa Daniel, itu pun sebagai kusir.
" Tensis, ingat kata-kataku!! " Ucap Brayen kepada Tensis.
" Saya mengerti Yang mulia. " Tensis mengangguk mengerti.
Daniel dengan muka masamnya dia duduk di kursi kusir.
Dan dia berbicara.
" Masih banyak kusir lainnya, kenapa harus saya? " Daniel yang terus bergumam dan meratapi nasibnya sebagai kusir.
" Nikmatilah Daniel, bukankah kau tidak pernah ke kerajaan lain. Kau hanya diam saja di desamu sebagai seorang tabib sihir. Jadi, sekarang nikmatilah selagi kau bisa. " Tensis berbicara kepada Daniel.
Daniel menatap Tensis dengan garang.
" Anda benar, tetapi saya tidak harus jadi kusir untuk menikmatinya. " Daniel menggerutu.
Brayen yang mendengarnya dia segera angkat bicara.
" Kalian berisik, aku sudah berbaik hati mengajakmu liburan, dan kau masih cerewet seperti itu. " Ucapnya.
" Lagi pula kau hanya tinggal duduk diam di kursi kusir, kita akan menggunakan sihir teleportasi. " Tambah Brayen.
Daniel diam tidak bicara tapi ekspresi wajahnya sangat jelas, jika dia tertekan.
" Hentikan perdebatan ini, dan mari kita pergi. " Ucap Rose yang sudah menaiki kereta kuda.
Brayen pun segera naik dan duduk di samping Rose.

Rose membuka gulungan sihir teleportasi dan dia segera menggunakannya.
Para dayang dan yang lainnya membungkuk melepas kepergian Rose dan Brayen.
" Semoga anda menikmati liburan anda. " Tensis membungkuk.
Segera setelah gulungan di buka, sihir itu aktif dan kereta kuda tersebut menghilang bersamaan dengan cahaya kuning.
----------------
Istana Moniquee.
Julius dan yang lainnya segera mengadakan penyambutan untuk Rose yang akan datang.
Karena mereka sudah di beri tahu, bahwa Rose akan menggunakan alat teleportasi, jadi julius memerintahkan prajuritnya untuk berjaga dan menyambut di gerbang masuk kerajaan.
Karena pengguna sihir teleportasi tidak bisa menerobos dinding perlindungan untuk masuk ke dalam kerajaan Moniquee, mereka hanya bisa sampai gerbang masuk kerajaannya saja.
Setiap prajurit yang di perintahkan untuk menyambut Rose, mereka akan mengawal dan memandu kereta tersebut untuk masuk ke dalam kerajaan Moniquee.
Julius tidak mau jika Rose dan rombongannya berada dalam masalah, meskipun kerajaannya sangat aman.
----------------
Kereta kuda Rose dengan cepat sampai di pelabuhan, tepatnya di pintu masuk kerajaan Moniquee.
__ADS_1
Kerajaan Moniquee adalah kerajaan yang di kelilingi oleh lautan.
Pintu masuk kerajaan Moniquee, pastinya ada di pelabuhan.
Ketika kereta Rose mendarat di iringi cahaya sihir, para prajurit yang menjaga pintu tersebut menyadari bahwa kereta tersebut adalah kereta Kerajaan Turnatara.
" Sepertinya itu tamu yang di tunggu-tunggu. " Ucap Salah satu prajurit.
" Kau benar, cepat bunyikan terompetnya. " Prajurit tersebut memerintah untuk membunyikan terompet sebagai pemberitahuan, bahwa tamu penting telah tiba.
Setelah perintah itu, para prajurit moniquee meniupkan terompet.
" Moniquee. Kerajaan yang kaya akan ikan dan garamnya. " Brayen bergumam.
Rose hanya melihat-lihat ke luar jendela.
" Terompet sudah di bunyikan, kenapa mereka masih belum memandu kita? " Brayen menggerutu.
" Sabarlah, anda akan cepat tua jika terus menggerutu seperti itu. " Rose berbicara dengan nada menyindir.
" Aku yakin, aku tidak akan pernah tua jika tidak ada yang membuatku kesal. " Celoteh Brayen.
Kapan lagi membuat Raja kerajaan Turnatara menunggu seperti ini, biasanya Brayen tidak pernah menunggu.
" Mana bau ikan lagi. " Brayen menggerutu lagi.
" Tahan saja sebentar lagi. " Ucap Rose.
" Kenapa kau mau datang kemari? Jika kau memiliki hutang atau apapun itu. Aku akan membayarnya dalam jumlah besar. " Brayen bertanya.
" Aku kan sudah bilang, bahwa aku sudah membuat janji akan datang kemari. " Jawab Rose.
Brayen melipatkan tangannya dan dia menggerutu lagi.
" Jika bukan demi dirimu, aku tidak akan mau. " Ucap Brayen.
Brayen sangat membenci bau ikan, makanya di istana Brayen, tidak ada makanan yang berbahan ikan, semuanya daging.
" Ya, kau boleh melakukannya " Ucap Rose.
" Seharusnya kau melakukannya dari tadi. " Brayen berbicara.
" Maafkan atas ketidak nyamanannya. " Ucapnya.
" Lain kali jangan di ulang. " Ucap Brayen.
" Saya mengerti. "
Rose dan kereta pun di pandu untuk menuju istana moniquee.
" Julius La Moniquee. Raja yang tertulis dalam buku sejarah kerajaan karena jasanya yang telah memberantas korupsi dan menstabilkan perekonomian kerajaan ini, dan dia di juluki sebagai pedang sembilan naga. " Brayen bergumam.
Rose pun bertanya.
" Sembilan naga? Apa artinya? " Tanya Rose penasaran.
" Dia memiliki pedang yang mengeluarkan api, saat pedang itu di ayunkan, cahaya merah kekuningan akan muncul. Dia pun merupakan ahli pedang dan sihir terkuat setelah penyihir agung. " Ucap Brayen.
| Seharusnya yang di posisi itu adalah aku. Ya, itu pun jika aku bisa menggendalikan mana yang ada pada tubuhku, maka akulah penyihir terkuat setelah penyihir agung. | Pikir Brayen.
" Kau ternyata tahu banyak tentang kerajaan ini. " Ucap Rose.
| Sebenarnya, malam itu aku membaca beberapa buku tentang kerajaan ini, agar aku bisa mengetahui baik buruknya. | Pikir Brayen.
" Itu ada dalam buku. " Ucap Brayen.
__ADS_1
" Aku yakin dengan sifatmu itu, kau menyelidikinya hingga ke akar-akar. " Rose menebak.
" Apa aku tidak ada pekerjaan, sampai harus menyelidiki kerajaan lain. "
" ....... " Rose tidak merespon, dia melihat ke arah jendela.
Dan ternyata mereka sudah tiba di depan istana Moniquee.
Kereta Rose memasuki halaman istana tersebut, dan di dalamnya sudah ada banyak orang.
Seperti Julius, Wilson, Felix dan Gilbet.
Mereka menyambut Rose dan rombongannya.
" Mereka menyambut kita dengan baik, tidak buruk." Gumam Brayen.
Kereta kuda Rose berhenti tepat di depan pintu masuk ruang istana.
Daniel pun membukakan pintu kereta tersebut dan Brayen pun turun dari kereta.
Brayen memberikan tangannya untuk Rose agar dirinya tidak jatuh saat menuruni kereta.
Para Pelayan dan prajurit membungkuk dengan hormat.
Julius menghampiri Rose dan dia memeluknya.
" Aku sudah menunggumu. " Ucap Julius yang memeluk Rose.
Rose pun kaget dengan pelukan tiba-tiba yang di berikan Julius.
" Yang mulia!! " Ucap Rose.
" Hei!! Lepaskan istriku!! " Brayen menarik Rose dan dia marah.
" Kenapa kau memeluk istri orang!!?" Brayen menatap Julius garang.
" Bocah ini!! " Julius pun menatap Brayen kembali dengan tatapan mematikan.
" Ray, ini bukan kerajaanmu jadi tenang lah. " Rose menenangkan.
" Maafkan aku, karena aku sudah lama menunggumu untuk datang lagi kemari. Jadi, tanpa di sadari aku langsung memelukmu."
" Tidak apa yang mulia, saya mengerti. " Ucap Rose.
Brayen masih marah, dia pun menggerutu.
" Tidak apa bagaimananya, laki-laki tua itu sudah memelukmu, memangnya siapa dia? Ayah bukan, sahabatmu juga bukan, mertua pun bukan, kita kesini hanya karena janji yang sudah kau buat. " Brayen menggerutu.
" Ray!! Hilangkan dulu sikap aroganmu itu. " Bisik Rose.
Julius dan orang yang ada di sana terlihat emosi dengan perkataan Brayen.
| Jika Rose sudah mengetahui bahwa aku adalah ayahnya, dan dia menerimaku sebagai ayahnya, kau lihat saja nanti Brayen. Aku akan merobek mulutmu. | Julius berpikir dengan kesal.
" Ayah!! Sebaiknya kita masuk saja dulu, mereka pasti lelah. " Wilson pun berbicara.
" Ya kau benar, mari kita masuk dan berbincang di dalam. " Ucap Julius.
Julius terus menatap Brayen tajam.
" Tunggu kau bocah tengik. " Gumamnya pelan.
| Hah, ternyata adik iparku miliki keberanian yang tinggi untuk melawan ayah, dia bahkan berani menyebutnya tua. | Pikir Wilson.
" Ini akan seru. " Ucap Wilson.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG........