
Rose dan yang lainnya pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Di sisi lain, ibu suri yang terlihat kacau dan emosi.
Dia murka dan melampiaskan amarahnya kepada para dayang yang ada di ruangan tersebut.
" BERANINYA DIA!!!!!!!BERANINYA DIA MEMPERMALUKANKU!!! " Teriak ibu suri.
" Aku akan membalasmu Rose!! "
" Akan aku pastikan itu, bahkan jika aku mati, aku akan membawamu ke neraka. "
" Yang mulia, tenangkan diri anda! " Leylin mencoba meredam amarah ibu suri, dengan gemetar.
" Kau bilang tenang?!!! " Ucap ibu suri penuh emosi.
Leylin dan para dayang yang ada di sana, semakin ketakutan.
" Tenang!Tenang!Tenang " Teriak ibu suri.
Ibu suri melemparkan semua barang yang ada di ruangan tersebut dengan ganas.
" Kau masih menyuruhku untuk tenang!! Setelah semuanya?!! "
" Dan kau!!! " Ibu suri menunjukkan jarinya kepada Leylin.
" Kau tidak berbuat apa-apa ketika wanita itu menamparku!!! " Teriak ibu suri murka.
Leylin semakin gemetar dan tubuhnya bergerak mundur dengan kedua kakinya.
" Ma–maafkan saya yang mulia. " Ucapnya terbata-bata.
" Waaah!!! Enteng sekali kau meminta maaf, ketika majikanmu di perlakukan seperti itu dan kau malah berdiri menyaksikan semuanya. " Ucap ibu suri.
Ibu suri dengan cepat menerjang kerah leylin dengan kasar.
" Kau tidak berguna!! "
" Kau bilang, tidak ada informasi apapun dari istana ratu. Tapi mengapa wanita itu mengetahui banyak hal, kau !!"
Ibu suri mendorong Leylin dengan kasar, sampai dirinya terjatuh.
" Kau tidak tahu itu, wanita itu sekarang sudah tahu sebagian rahasiaku. Tidak, mungkin hampir semuanya. "
Tiba-tiba, ibu suri berhenti berbicara dan dia melirik setiap dayang yang ada di ruangan tersebut.
| Aku harus membunuh semua dayang yang ada di ruangan ini. Mereka sudah mendengar semuanya, mereka akan melaporkanku dan memenjarakanku. Tidak, aku tidak mau hal itu sampai terjadi. / Pikirnya.
__ADS_1
Para dayang tersebut semakin ketakutan ketika wanita tua tersebut, terus melirik mereka dengan mata merahnya yang emosi.
" Janet!!!
" Janet!!!!
Ibu suri memanggil dayangnya yang paling setia, tetapi dia tidak muncul juga.
" Sialan!! Kenapa semua orang tidak berguna sama sekali. " Ucap ibu suri emosi.
Ibu suri berjalan seperti mencari sesuatu.
Dia akhirnya berhenti dan pandangannya tertuju pada pisau buah yang masih tertancap.
" Hah....
Ibu suri mengambil pisau tersebut dengan ganas dan dia berjalan sambil memegang pisau di tangannya.
Semua dayang yang ada di sana semakin panik dan ketakutan.
" Yang..yang mulia!! Apa..apa yang akan anda lakukan? " Tanya Leylin panik.
" Jika kalian tidak berguna, lebih baik aku membunuh kalian di sini saja!! "
' Sraaaat '
Tanpa jeda, Ibu suri menerjang kepala Leylin, ujung pisau yang ditempa dengan tajam memotong leher Leylin hingga putus.
Drip Drip - Darah dari pisau tersebut menetes dengan kecepatan yang menakutkan.
Kepala Leylin, berguling-guling di atas permadani yang basah akan darah.
" Ley...leylin!! " Teriak salah satu dayang yang ada di sana dengan tangisannya.
Salah satu temannya menutup mulut dayang tersebut.
Ibu suri melirik empat dayang, yang tersisa seperti psikopat.
" Ssssssttt!! Diam!! " Bentaknya.
Ibu suri menghampiri ke empat dayang tersebut dengan penampilan yang mengerikan.
Di sekujur tubuhnya di penuhi darah.
" Kit...kita harus pergi dari sini!! " Ucap salah satu dayang.
__ADS_1
Mereka mengambil ancang-ancang dan mundur perlahan-lahan ke belakang.
" Mau kemana? " Tanya ibu suri dingin.
" Kalian pikir bisa lari dari sini!!? " Teriak ibu suri.
" Penjaga!! Kunci pintu keluar!!! " Teriak ibu suri kepada penjaga yang ada di pintu masuk ruangan.
Para dayang tersebut segera berlarian sambil berteriak minta tolong.
Seperti layaknya herbivora yang diserang oleh karnivora, para dayang berlarian liar ke segala arah.
" Selamatkan aku!! " Rintihan para dayang.
Di antara mereka, ada yang merangkak-rangkak karena kakinya lemas dan tidak mampu berdiri.
Para dayang, dicekam oleh ketakutan akan kematian, mereka saling bentrok dan saling menjauh dari ibu suri.
" Tolong...yang...yang mulia, biarkan saya hidup."
Mereka memohon untuk hidup mereka, tetapi hidup mereka di mata para bangsawan hanyalah sebutir debu yang tidak berarti.
Seolah, situasi terlihat menyenangkan.
Ibu suri berbicara dengan lembut.
" Huf...sudah lama aku tidak merasakan sensasi seperti ini. " Gumam ibu suri.
" Ya, lebih baik berteriak dan memohon sesukanya, bahkan sampai tenggorokan kalian meledak pun, aku tetap akan menghabisi kalian di sini!!! "
Air mata jatuh dari ke empat dayang.
Mereka sangat ketakutan, sehingga mereka tidak bisa mengedipkan mata.
" Sudah waktunya, aku mengirim kalian ke neraka!! "
" Tidaaaaaakkk!!!! " Teriak semua dayang.
Ibu suri mencabik-cabik ke empat dayang tersebut dengan ganas.
Suara tangisan, rintihan dan jeritan minta tolong bergema dengan keras di dalam ruangan.
Mereka mati mengenaskan karena amarah ibu suri.
...----------------...
BERSAMBUNG..........
__ADS_1