AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 28


__ADS_3

" perintahkan dia untuk menungguku di ruang singgasana, banyak hal yang harus di bicarakan dengannya dan satu lagi, prajurit bayanganku biar aku yang urus, tugasmu hanya melakukan penyelidikan " perintah brayen kepada tensis


" baik, yang mulia. semoga anda di berkahi " jawab tensis patuh, seraya meninggalkan ruangan..


" hah..."


" aku ingin menemuinya, aku ingin tahu dari mulutnya siapa dia sebenarnya, kenapa dia sangat mirip dengannya, atau dia hanya berpura-pura sebagai orang itu, tapi, bagaimana caranya dia tahu tentang orang itu. "


" tidak, dia hanyalah pembunuh. dia pasti bukan orang yang ku cari selama ini "


brayen berfikir keras tentang siapa sebenarnya rose, karena dia sekarang merasa bahwa rose sangat mirip dengan orang yang dia cari selama 8 tahun ini.


tapi dia terus menyangkal pikirannya, dia terus menekan pikirannya bahwa rose bukan dia, baginya dia hanyalah pembunuh adiknya, itu terus di tanam di dalam kepala brayen.


| aku harus memanggil skuggi sekarang |


SKUGGI yang artinya bayangan nama itu diambil dari bahasa islandia , SKUGGI merupakan nama lain dari prajurit bayangan milik brayen. yang tugasnya melindungi dan mematuhi apapun perintah brayen.



mereka akan datang jika di panggil langsung oleh brayen.


" SKUGGI...." brayen memanggil prajurit bayangnya keluar dari tempat mereka bersembunyi .


satu persatu dari ke lima prajurit bayangannya keluar dan menghadap brayen


" kami menghadap kepada mentari kekaisaran brayen damian turnatara, semoga anda di berkahi " ucap kelima prajurit bayangan itu...


" baiklah, kalian pasti tahu kenapa kalian di panggil langsung olehku "


" kami tahu yang mulia, anda akan menghukum kami, karena telah gagal dalam rencana sebelumnya, dan menyebabkan yang mulia ratu terluka " jawab rezzef ketua prajurit bayangan


" kalian sudah tahu itu, mungkin jika aku memotong leher kalian di sini satu persatu, itu akan mengotori ruanganku ..jadi...


brayen menyeringai ketika dia mengucapkan kata-kata itu. Pada saat itu juga, prajurit bayangan terlihat gemetar mendengar perkataan brayen.


mereka pun memohon ampun, untuk menyelamatkan hidup mereka.


" tolong ampuni kami yang mulia....kami mengaku salah... "


brayen tidak bergeming dia hanya menyeringai dan menarik pedangnya....


' sringg ' suara pedang yang di tarik keluar

__ADS_1


mereka semakin ketakutan setelah melihat pedang yang di tarik keluar oleh brayen.


brayen mengangkat pedang itu....


mereka mulai memejamkan mata mereka, seakan mereka bersiap untuk mati.


" buka mata kalian... "


mereka membuka mata, dan mereka melihat brayen sedang mengelap pedangnya dengan kain merah.


| apa pedangnya kotor, sehingga yang mulia mengelapnya, atau itu lap sihir untuk mengasah pedang, karena pedangnya kurang tajam untuk menebas leher kita, jika ingin di potong,ya potong saja , lagi pula melawan pun akan sia-sia | pikir jimmy salah satu prajurit bayangan


| jika aku mati hari ini, tolong beritahukan istriku, bahwa aku menyembunyikan uang di bawah tempat tidurku, siapa yang tahu aku akan mati di sini hari ini. | pikir peter


| jika aku mati tolong bawa obor yang banyak, karena aku tidak mau kedinginan | pikir helmi


" sepertinya kalian sudah siap untuk mati " ucap brayen dingin dengan sedikit tawa


mereka semua hanya diam tak bersuara.....


" aku bilang, jika aku memotong leher kalian di sini , itu akan kotor "


" jadi aku tidak akan memotong leher kalian hari ini, aku akan memberikan hukuman kepada kalian sebagai gantinya...


brayen memasukkan pedengnya lagi kedalam sarungnya.


hela nafas lega keluar dari mulut mereka berlima....


" jangan senang dulu karena aku tidak jadi memotong leher kalian,hukumannya adalah, kalian harus mengawasi gerak gerik count, dan selidiki siapa sebenarnya ratu rose sebelum dia masuk ke istana ,aku akan memberi waktu 1 bulan untuk tugas itu, jika dalam satu bulan kalian belum mendapatkan apapun, maka, aku sendiri yang akan memotong leher kalian."


" baik yang mulia, kami berterima kasih karena anda sudah memberikan kesempatan kepada kami " ucap rezzef


" pergilah sekarang " perintah brayen kepada mereka....


" salam mentari kekaisaran, semoga anda di berkahi "


mereka dengan cepat pergi dari ruangan itu....


brayen kemudian pergi untuk menemui taran di ruang singgasananya.


...----------------...


ruang singgasana.....

__ADS_1



" salam mentari kekaisaran brayen damian turnatara, semoga anda di berkahi "


ucap laki - laki berambut ungu kemudaan itu...


" kenapa kau kembali sebelum menyelesaikan tugasmu taran ? " ucap brayen yang duduk di singgasananya...



" saya sudah mencarinya selama 7 tahun di menara sihir , tetapi keberadaanya tidak terlacak dengan jelas yang mulia, anda hanya memberikan sapu tangan dari orang yang anda cari untuk digunakan sebagai alat pelacak, namun sapu tangan itu sudah kehilangan aromanya dan tidak bisa di gunakan lagi... "


" apa tidak ada sedikitpun jejak darinya atau gambaran apapun ? "


" sebentar yang mulia, saya ini orangnya lupaan,jadi saya selalu menulis setiap kejadian yang terjadi pada saat itu... "


" kau memang selalu seperti itu " ucap brayen mengejek


taran mengekuarkan gulungan kertas dengan sihirnya.....


dan melihatnya secara teliti....



" bagaimana? " tanya brayen tidak sabar....


" ada yang mulia, ketika saya melacaknya di menara sihir, saya melihat samar-samar perempuan, dia berjalan menyusuri taman bunga, tapi itu tidak terlalu jelas yang mulia, itu buram dan ketika aku melihatnya untuk meneliti, bola sihir saya tiba-tiba meledak...


" itu saja ? " tanya brayen tidak puas


" selama 7 tahun di menara sihir kau hanya mendapatkan itu "


" satu lagi yang mulia, setelah saya selidiki kenapa bola sihir saya meledak, ternyata itu di sebabkan oleh sihir, sepertinya ini ada hubunganya dengan penyihir yang mulia,atau mungkin penyihir itu tidak mau jika orang yang anda cari terlacak atau di ketahui identitasnya, maka dari itu anda tidak bisa menemukannya sampai saat ini...


" bahkan bisa jadi orang yang anda cari sebenarnya ada di antara orang-orang yang ada di istana ini. tapi, yang mulia tidak mengenalinya karena sihir tersebut "


semakin brayen memikirkannya , dia merasa ini semakin rumit, karena sudah menyangkut soal penyihir.


...----------------...


BERSAMBUNG............


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN

__ADS_1


SEE YOU NEXT CHAPTER



__ADS_2