
" panggil tiga penjaga kamar ratu yang tersisa, cepat " perintah brayen
" tapi, yang mulia " tensis brusaha menenangkan
" cepat!!! " brayen tegas
" baik yang mulia " tensis patuh
ketiga penjaga itu masuk....
Begitu penjaga itu memasuki kamar rose ,bau darah yang kuat menerpa hidung mereka, Seolah-olah seseorang telah menempatkan wajah mereka di genangan darah.
mereka melihat kepala dan tubuh yang terpisah dari badannya, penjaga itu semakin takut.
mereka melihat sorot mata brayen yang ganas dan wajahnya berlumuran darah. Tidak hanya pakaian, wajah, tetapi jubah dan rambut semuanya berlumuran darah.
| apa sekarang giliran kita? | pikir salah satu penjaga
Mata mereka yang tidak karuan berkumpul di pedang panjang yang dipegang oleh brayen.
brayen menyeret pedangnya dan berjalan kearah mereka, Ujung pedang yang terkulai menggores bagian bawah lantai
screeeetch- screeeetch -
Wajah ketiga penjaga itu menjadi semaki pucat dan membeku.
gulp-' ada seseorang yang menelan ludah
" jawab, kenapa ratu tidak ada " tanya brayen kepada salah satu penjaga
" sa..saya tidak tahu yang mulia " jawab penjaga itu gugup
" sepertinya kalian sudah bosan hidup " gumam brayen
saat brayen mengangkat pedangnya ke atas, tiba-tiba salah satu penjaga itu berbicara dengan gemetar.
" yang mulia!!!! saya tahu " ucap penjaga itu
brayen menengok ke arah penjaga yang berbicara tadi, kemudian dia menurunkan pedangnya dengan halus dan menuju ke arah penjaga tersebut...
" apa? " brayen bertanya
" ta..tadi saat kami berjaga, ada seorang dayang yang masuk kedalam kamar ratu...
__ADS_1
" siapa? bukankah aku sudah berpesan untuk tidak membiarkan siapapun masuk!! " ucap brayen tegas
" kami lupa siapa namanya yang mulia, yang jelas dia mengantarkan makanan ke dalam kamar ratu, dia bilang bahwa yang mulia raja akan marah jika seorang lelaki masuk kedalam kamar istrinya..
" jadi...
" bodoh..." brayen meludah emosi
" kau percaya dengan kata-katanya, bahkan kau lupa namanya, hah....aku tidak tahu bahwa di kerajaanku, telah memelihara penjaga yang bodoh seperti ini, tidak berguna "
" kurung mereka bertiga di penjaga." brayen memerintah
" dan cari rose di seluruh kerajaan ini, tutup gerbang masuk kerajaan turnatara, perketat penjagaan di setiap titik " sekali lagi brayen memerintah
" baik yang mulia, saya undur diri . salam semoga anda di berkahi "
tensis dengan sigap memebawa ke 3 penjaga itu.
| mereka harus bersyukur, karena yang mulia tidak membunuh mereka | pikir tensis seraya pergi dari ruangan
" brayen, lebih baik kau tenang dulu...." ucap alex menenangkan brayen
" tenang, tenang, tenang.....
" apa kau tahu, aku sudah cukup tenang selama ini....
" apa kau tahu saat itu....hatiku benar-nemar sangat hancur. aku mengerahkan setiap perajurit untuk mencarinya, mengerahkan taran untuk mencarinya. aku bahkan menentang pak tua, untuk tidak menikah dengan putri kerajaan timur.....
" karena aku hanya menunggu satu orang saja, dan setelah sekian lama, aku akhirnya menemukannya. tapi, dia pergi lagi...
" dia terus menjauh dariku, aku tahu aku salah, tapi, aku ingin memperbaikinya.....
brayen mencurahkan isi hatinya yang sudah lama dia timbun.
| cintaku bahkan tidak terbalas sama sekali, mencintai seseorang dalam diam, memang lebih menyakitkan, karena kita harus menahan perasaan ini, agar perasaan ini tidak membesar. | alex berpikir
" tapi, bagaimana rose bisa keluar dari kamarnya, tanpa melewati para penjaga... " brayen berfikir.
ketika dia berfikir kritis, tiba-tiba angin berhembus kencang, dan sebuah jendela yang terhalang gordeng terbuka lebar...
brayen menatap tajam ke arah jendela tersebut, dan berjalan ke arahnya.
__ADS_1
" aku tahu sekarang, sepertinya elisa yang kita temui tadi, dia adalah rose...iya ...dia pasti rose...
brayen dengan cepat berlari meninggalkan alex dan ruangan tersebut...
" apa yang dia katakan, pantas saja aku seperti mengenalnya, ternyata dia adalah rose.....ini sudah kedua kalinya dia menyamarkan identitasnya " gumam alex..
" lebih baik kita ikuti yang mulia raja brayen ,yang mulia! " viktor berpendapat
" ya itu lebih baik, ayo"
mereka semua keluar dari ruangan itu dan mengejar elisa yang sebenarnya adalah rose....
...----------------...
hari mulai malam...
rose yang sudah meninggalkan istana, dia berlari dengan cepat kedalam hutan, rose tidak memakai kuda, dikarenakan dia yang pada waktu itu mengaku sebagai seorang dayang, tidak mungkin bisa mengambil seekor kuda .
hutan yang dia lewati masih berada dekat dengan istananya, maka dari itu dia harus cepat-cepat keluar dari sana, sebelum brayen mulai menyadarinya.
hah...hah..hah-' lari terengah-engah
" aku harus cepat keluar dari hutan ini, sebelum para penjaga mulai menyadarinya...
rose terus berlari, dan sihir yang dia gunakan telah habis, dia pun kembali ke penampilan sebelumnya..
...----------------...
BERSAMBUNG..........
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN
SPOILLER ....
" mereka mendekat ,apa yang harus aku lakukan .....
SEE YOU NEXT CHAPTER.....
__ADS_1
rose dalam bentuk sihir....