AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 56


__ADS_3

Setelah ibu suri meninggalkan kamar brayen, aku dan tensis segera mendiskusikan surat cerai yang di bawa oleh ibu suri.


Ruang tamu kamar rose.



Layla menuangkan teh mawar untukku dan tensis.



Sebelum tensis meminum teh itu, aku dengan cepat membuka mulutku dan bertanya.


" Tensis, bagaimana bisa ibu suri mendapatkan surat itu? " Tanyaku serius.


Tensis menjawab dengan wajah seolah dia pun tidak mengetahui apa-apa.


" Maaf yang mulia, saya juga tidak tahu dari mana beliau mendapatkan surat tersebut. Setahu saya, yang mulia tidak berencana menceraikan anda, bahkan beliau tidak ada niatan seperti itu." Jawab tensis.


Aku berpikir, bagaimana jika surat itu palsu.


" Apa kau yakin? " tanyaku


" Saya yakin yang mulia, beliau sangat mencintai anda. " Ucap tensis serius.


" ............ "


Aku tidak ingin merespon tentang hal itu, di sini aku mulai curiga, jika ibu suri bisa saja memalsukan stempel kerajaan.


" Selidiki dayang ibu suri, aku melihat ada kejanggalan pada para dayangnya. " Pintaku.


" Tapi.....untuk apa yang mulia, lebih baik kita langsung menyelidiki ibu suri. " Tensis memberi saran.


" Aku tahu, kau tidak yakin akan kemampuanku. Tapi, dayang akan berbicara jika mereka di ancam dan di beri uang. " Ucapku yakin.


| Memang benar.|


|Di antara para dayang, banyak dayang, pelayan, dan pekerja lainnya. Mereka akan membuka mulut mereka jika mereka di imingi uang, kekayaan, dan kehormatan.|


|Tidak banyak yang setia, mereka hanya ingin keuntungan, mereka tidak akan peduli dengan majikannya.Tapi untungnya, Layla Ku tidak seperti itu.|


Tensis yang sedang meminum tehnya, mengangguk setuju.


" Baiklah yang mulia. " Ucap tensis patuh.


" Kau boleh keluar tensis!!"


Tensis meletakkan cangkir tehnya dan berdiri seraya membungkuk memberi hormat.


" Saya, undur diri yang mulia, semoga anda di berkahi. " Tensis pergi dari ruanganku.


" Ray, kau tidak mungkin melakukan ini kan? " Gumamku pelan.


Aku tidak tahu, apakah surat itu asli atau bukan, tapi yang jelas aku harus menyelidikinya.


...----------------...


Sore hari.



Rose terus datang keruangan brayen, dia terus bertanya mengenai keadaannya.

__ADS_1


Daniel terus berusaha menenangkan mana yang ada dalan tubuh brayen.


" Daniel, apa tidak ada cara lain untuk menyegep mananya? " Rose bertanya.


" Saya tidak yakin yang mulia, karena kasus beliau langka, saya masih berusaha mencari cara lain. " Ucap daniel sopan.


" Baiklah, kau boleh pergi daniel."


" Kalau begitu saya undur diri yang mulia, jika anda membutuhkan sesuatu, tolong jangan sungkan untuk memanggil saya. Salam semoga anda di berkahi. " Ucap daniel seraya meninggalkan ruangan.


Rose, terus memegang tangan brayen dengan erat.


" Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, jadi cepatlah bangun, aku ingin mendengar penjelasan darimu ray. " gumam rose.


Rose tiba-tiba teringat dengan buku harian milik Raisya, brayen menyuruh rose untuk membaca buku tersebut.


" Aku melupakan buku itu, seharusnya aku membaca buku harian tersebut, jika count menyembunyikan buku tersebut, pasti di dalamnya ada sesuatu yang penting. "


Rose segera mengambil buku tersebut dari sebuah laci dekat tempat tidur brayen.


Judulnya tidak tertulis di sampul buku tersebut.


Ketika rose membalik sampul buku itu, dia bisa melihat tulisan tangan yang rapih di halaman pertama.



[ Tahun 987/23, Kekaisaran Turnatara. ]


Rose, menelusuri tulisan itu perlahan dengan tangannya.


Tulisan tangan Putri Raisya sangat rapi dan bersih itu, menunjukkan kepribadiannya.


" Tahun 987, jika aku tidak salah mengingat, tahun itu, merupakan tahun di mana brayen di kirim ke medan perang. "


[ 10 Years Old. ]


[ Lily Putih Yang Cantik.]



" Lily Putih Yang Cantik? Bunga ini memiliki banyak beragam warna dengan beragam makna yang berbeda. Jenis bunga lily yang melambangkan kesedihan dan mengungkapkan perasaan duka adalah bunga lily berwarna putih. " Rose mengerti arti dari kata Lily Putih Yang Cantik.


" Jadi, putri sedang menuliskan kesedihannya. "


Rose melanjutkan membaca buku tersebut, setiap kata yang ada dalam tulisan itu, memiliki arti di dalamnya.


" Mungkin, mulai dari sekarang aku akan sendiri lagi, seseorang memang akan selalu pergi dan kembali, tetapi. Ada orang yang tidak akan kembali ketika mereka pergi. "


" Ibuku contohnya, dia pergi di saat aku membutuhkan dirinya dan tidak pernah kembali, lalu ayahku, dia tidak peduli sama sekali dan juga. Kakakku pergi, aku pun sendiri lagi, aku tidak tahu, dia akan kembali atau tidak. "


" Kakakku meninggalkanku ketika aku berumur 9 tahun, dia tidak pernah memberi kabar. Aku tahu, mungkin dia membenciku, karena aku di perlakukan berbeda dengan dirinya, tapi nyatanya, ratu pertama tidak pernah menyayangiku sama sekali. "


" Dia hidup dalam kesepian, bukankah ibu suri sangat menyayangi nya, tapi mengapa dia menuliskannya seperti itu. "


" Ini di luar dugaan. "


[ Tahun 989/03. Kekaisaran Turnatara. ]


[ 12 Years Old. ]


[ Iris Biru Yang Anggun. ]

__ADS_1



" Bunga iris biru, mengartikan sebuah pelangi dan pembawa pesan, dan diyakini sebagai dewi Iris sebagai penyampai pesan pada para dewa. " Rose mengartikan.


" Semoga dia kembali dengan selamat, tidak peduli jika kakakku membenci diriku, aku tetap berharap yang terbaik untuk dirinya. "


" Hari ini, aku tidak mengerti kenapa ratu pertama ingin membunuh kakakku, dan juga diriku. "


" Tunggu.....ini.....


Rose kaget dengan kalimat yang dia baca, dia tidak percaya bahwa dirinya bisa mendapatkan bukti kejahatan ibu suri dari buku harian itu.


Dia terus membaca buku itu hingga larut malam tiba.


Dari halaman pertama hingga halaman terakhir.


Di dalam halaman terakhir buku tersebut dia di kagetkan dengan tulisan.


[ Tahun 992/29. Kekaisaran Turnatara. ]


[ 15 Years Old ]


[ Mawar Hitam Yang Pekat ]



" Mawar hitam, yang mengartikan kematian dan bencana. "


" Mungkin hidupku tidak akan bertahan lama, karena aku sudah mengetahui, sesuatu yang besar. "


" Ketika aku mengetahui hal ini, rasanya aku ingin marah dan segera membunuhnya, tapi aku tidak memiliki kekuatan, aku hanya bisa menuliskan hal ini di buku harianku. "


" Ibuku bukan meninggal karena penyakit, tetapi. Ratu pertamalah yang membunuh ibuku dengan perlahan, seolah itu murni karena penyakit, ratu pertama selalu memberi racun kedalam air minum ibuku, aku mendengarnya langsung. "


" Saat itu, aku mendengar tanpa sengaja, ketika ratu pertama berbicara dengan para dayangnya, yang bernama Janet dan leylin. "


" Mereka bilang, mereka beruntung karena rencana mereka berhasil, dalam membunuh ibuku dan menghasut ayahku, mereka pun membahas racun yang menyebabkan ibuku meninggal. Racun itu tidak bisa dideteksi dengan alat apapun, dan cara bekerja racun tersebut terbilang lambat. "


" Ratu pertama juga melalukan kontrak dengan penyihir hitam di gunung iblis, sebenarnya aku ingin melaporkan hal ini kepada ayahku dan kakaku."


[ Tahun 992 ]


[ Sore Hari, Taman Bungan ]


" Tetapi, aku terlambat......


" Ratu pertama mulai mengetahui, bahwa aku sudah tahu apa yang telah dia lakukan, dia mulai mengirim dan mengancam diriku, untuk tidak membeberkan hal tersebut. "


" Aku tidak tahan, maka dari itu aku pergi menemui Lady Rose Margarretta, dia merupakan perempuan yang baik dan mengerti tetang perasaanku, aku ingin menitipkan buku harianku kepadanya. "


" Aku tidak bisa memberikan buku harianku kepada kakakku, karena tidak ada waktu."


" Ratu pertama, sudah mengutus orang-orangnya untuk membunuhku."


" Aku....


Buku harian itu sudah mecapai batasnya, tidak ada kata-kata lagi di dalamnya.


" Jadi, semuanya ulah ibu suri!!! " Rose terbelalak kaget, dengan semua kalimat yang tertulis di buku tersebut.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG..............


__ADS_2