
| apa yang harus aku katakan kepadanya |
" aku...
rose terlihat gugup ketika dia ditanya oleh brayen mengenai cintanya.
brayen menyadarinya, bahwa rose pasti sangat membencinya, dia tidak mungkin mencintai laki-laki seperti dirinya.
" jika kau, tidak bisa menjawab pertanyaan ku..
" kau tidak perlu menjawabnya..
" tapi.." rose ingin berbicara
tapi brayen menggenggam tangannya.
kemudian rose menatap wajah brayen dengan sedih, brayen terlihat menggelengkan kepalanya perlahan.
" jika...kamu tidak bisa menjawabnya, maka aku tidak akan memaksamu " ucap brayen lemah
| meski aku mengharapkan hal itu, aku tidak berhak memaksamu. |
brayen dengan hati-hati, melepaskan genggaman nya, dari tangan rose.
brayen, dengan lemah berusaha mengambil buku yang di tinggalkan oleh adiknya.
melihat hal tersebut, rose panik dan berusaha menghentikan brayen.
" kamu mau apa ray? " tanya rose panik
dengan nafas tersengal dan lemas, brayen berusaha bangun dari tempat tidurnya.
' hah....hah..hah..
" berhenti!!.....
" jika kau butuh sesuatu, kau bisa meminta bantuanku ray. " ucap rose
...----------------...
aku menyesal telah meminta dia kembali kepadaku, saat keadaanku sudah mulai lemah.
keadaanku sudah cukup buruk, badan ini sudah tidak kuat menahan mana yang begitu besar selama bertahun-tahun.
tapi aku adalah laki-laki yang egois dan serakah, aku ingin berada di sisinya meski hanya sebentar.
aku ingin memperbaiki semuanya dengan sisa waktu yang ku miliki, aku akan menguak semua kebusukan ibu suri.
aku berusaha untuk berdiri, karena aku harus mengambil buku harian milik Raisya.
" ray? " tanyanya lembut.
" aku....ingin mengambil sesuatu...
ucapku dengan lemas, yang masih berusaha untuk berdiri.
" tolong berbaring lah. "
rose memintaku untuk berbaring, mungkin dia khawatir melihat kondisiku yang lemah.
" tidak...itu tersimpan di suatu ruangan.......
ruangan itu hanya bisa di buka olehku. " ucapku lemas .
buku harian itu, tersimpan di suatu ruangan di dalam kamarku, ruangan itu tidak bisa di buka oleh sembarangan orang.
ruangan tersebut hanya bisa di buka olehku, dengan menggunakan sedikit mana yang ada di dalam tubuhku.
| meski akan sangat menyakitkan, jika aku mengeluarkan mana yang ada dalam tubuhku. tapi, rasa sakit ini tidak sebanding dengan penderitaan rose selama ini. | pikirku.
aku berusaha untuk bangun lagi, dengan susah payah.
" ray, biarkan aku membantumu. "
rose dengan sigap memegang tanganku, dia membantuku yang kesulitan untuk berdiri.
ini pertama kalinya rose memegang tanganku dengan hangat.
__ADS_1
jika saja aku tidak di bodohi oleh sihir itu, aku pasti akan menggenggam tangannya seperti ini dengan hangat.
aku tidak berhak merasakan hal ini, aku sudah menyakiti hatinya.
" aku...tidak pantas di kasihan olehmu rose....
ucapku sembari berjalan menaiki tangga, menuju ruangan tersebut.
" berhenti berbicara " ucap rose tegas.
| ray, aku tidak pernah mengasihanimu, ini jelas merupakan naluriku sendiri yang memintanya. | pikir rose
aku sekarang tepat di depan pintu ruangan yang di maksud, di sana ada sebuah batu, aku harus menggunakan mana ku untuk membuka pintu itu.
" kau....bisa melepaskan ku....
" baiklah....
aku mulai memfokuskan fikirikanku, supaya sihir pembuka yang ku miliki tidak menguras banyak mana.
cahaya biru mulai keluar dari tanganku, badanku mulai merasa sakit, kepalaku mulai pusing, itu akibat dari mana yang ku keluarkan.
" sihir? ...." ucap rose kaget.
rose tidak tahu, bahwa aku bisa menggunakan sihir.
itu memang benar, karena aku jarang menggunakan sihir, ketika aku menggunakan sihir, mana yang tersegel dalam jantungku akan bereaksi.
ini merupakan ke 5 kalinya aku menggunakan sihir dengan manaku.
yang pertama, aku menggunakan sihir untuk menghilangkan kesedihanku akibat kepergian ibuku.
yang ke dua, aku menggunakan sihir untuk mencari rose, karena waktu itu taran tidak mampu mencarinya hanya dengan mengandalkan kemampuannya.
waktu itu, aku sudah menebak bahwa segel mana yang ada dalam tubuhku sudah mulai retak.
tapi, aku tidak memperdulikannya.....
yang ke empat, aku menggunakan sihir untuk menyembunyikan buku harian adikku.
nenek lampir itu,pasti akan merebutnya jika dia tahu bahwa buku harian adikku ada di tanganku.
yang ke lima, yaitu sekarang, aku membuka pintu rahasia dengan sihirku.
tidak seperti penyihir lainnya, mereka bisa menggunakan sihir mereka sesuai dengan mana yang mereka miliki, karena mana mereka sedang dan setara dengan kekuatan mereka masing-masing.
berbeda denganku, karena mana ini sangat besar, mana milikku tidak boleh di gunakan sembarangan, karena jika mana ini bocor.
maka akan mengundang para penyihir hitam, yang masih hidup.
mereka sangat mengincar mana ini, maka dari itu penyihir istana terdahulu, menyegelnya.
aku tahu resiko yang akan terjadi jika mana yang tersegel di rebut oleh penyihir hitam.
" ray? " tanya rose sekali lagi.
pintu tersebut terbuka, setelah aku menyalurkan sedikit mana.
" aku...... bisa menggunakan sihir dengan mana ku " jawabku lemas..
setelah selesai menggunakan sihir, rasanya jantungku semakin terbakar, itu menandakan bahwa mana milikku semakin menjalar ke seluruh tubuh.
" apa yang kau bilang? " tanya rose marah.
" kau tidak sadar dengan kondisimu " sekali lagi rose marah.
" aku....tidak perduli...ada...
" haah....
aku merasa badanku panas dan kepalaku pusing, hidungku tiba-tiba saja mengeluarkan cairan merah yang kental.
__ADS_1
" ray!!!! kau....
" kau mengeluarkan darah dari hidung mu....
rose terlihat lebih panik, dia bergegas menghampiriku. Dia meletakkan tangannya di dadaku, saat aku terlihat sakit-sakitan dan pucat .
aku dengan cepat meraih tangannya.
" apa aku harus memanggil seseorang? "
rose bertanya apakah dia harus memanggil seseorang, tetapi aku mengatakan kepadanya untuk tidak memanggil siapapun dan tetap di sisiku.
aku menyandarkan kepalaku ke bahunya, saat aku meringis kesakitan dan lemas.
" ray, kondisimu semakin lama akan semakin parah, kau membutuhkan tabib !! "
" tidak....tetap seperti ini sebentar.....
" ku rasa....aku akan baik-baik saja jika seperti ini sebentar...
" ray?....
rose terlihat semakin khawatir, meski pandanganku buram, aku melihat wajahnya cemas.
" tolong....bantu aku masuk ke dalam....
" baiklah ray....
aku masuk ke dalam ruangan tersebut.
" aku...harus mengambil buku itu.....
" buku apa yang kau maksud ray? " tanya rose
" kau....akan tahu nanti rose....
aku mengambil buku harian Raisya, yang aku sembunyikan di antara buku-buku yang ada di sana.
setelah aku mengambilnya, aku keluar dari ruangan rahasia.
dan kembali ke tempat tidurku.
" sebenarnya, apa yang ada dalam buku tersebut? " tanya rose.
sebelum itu, aku harus memberitahu rose, bahwa count bukan ayahnya, dia pasti akan semakin sedih.
walau begitu dia harus tahu, mungkin saja dia memiliki keluarga lain yang bisa memberikan kebahagiaan untuknya.
" sebelum itu...... aku ingin menceritakan sesuatu yang mungkin akan membuatmu senang atau pun sedih. " ucapku
...----------------...
aku tidak tahu, apa yang ada dalan buku harian putri Raisya, sehingga brayen berusaha keras untuk mengambil buku tersebut, meski keadaannya sangat buruk.
" apa yang ingin kamu ceritakan? " tanyaku kepada brayen
" penjaga bayangan...ku....menyelidiki semua tentangmu dan count....
" ada sesuatu yang harus kamu ketahui...." ucap brayen terhenti-henti.
perasaan ku mulai tidak enak.
...----------------...
BERSAMBUNG............
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENNYA
BIAR SEMANGAT....
SEE YOU NEXT CHAPTER......
__ADS_1