
" Kau salah yang mulia!!! " Aku berteriak dengan nada yang masih kalem.
Ruangan seketika hening dan tatapan mulai tertuju padaku yang sedari tadi diam membisu.
" Aku....menyetujui hubungan kalian.....
Perkataanku yang tak terduga membungkam semua orang, seolah tidak percaya.
Terutama Brayen, dia menatapku dengan wajah bingung, heran, dan bertanya-tanya. Mungkin dia tidak menyangka, kalau aku akan membuat keputusan seperti itu.
Mungkin dia berfikir, bahwa aku akan menolaknya.
| Jika itu mau mu, aku akan merestui hubungan kalian. | Batinku.
" Apa!!? " Seseorang memecah keheningan di tengah pembicaraanku.
" Apa anda yakin ? " Yang memecahkan keheningan itu adalah Alex .
" Anda bertanya apa saya yakin dengan keputusan saya? " Tanyaku menatap Alex dengan penuh karisma.
" Ya, Yang mulia Ratu, maaf jika saya ikut campur. " Alex menjawab hati-hati.
" Tidak apa-apa, lagi pula itu wajar jika anda bertanya, yang mulia Leopard." Tanggapku.
Di sisi lain, Brayen tetap bungkam, dia tidak bersuara sama sekali.
" Saya yakin dengan keputusan saya, bukankah ini keinginan Yang mulia Raja, saya tidak peduli jika Yang mulia Raja mau memilih selir, ratu baru, atau yang lainnya." Ucapku sinis dan tegas.
Brayen yang sedari tadi bungkam akhirnya membuka mulutnya.
" Hehh! Baiklah, jika kau sudah menyetujuinya. Tak kusangka meminta persetujuan tidaklah sulit. " Ucapnya sombong.
|Aku kira dia tidak akan setuju, mana ada wanita yang kuat. Jika suami mereka menikah lagi, ini di luar rencanaku. | Pikir Brayen.
" Yang mulia raja, apa anda yakin akan menikah dengan Lady Viona? " Bisik Tensis.
" Jangan bertanya !!!" Brayen sinis.
Aku merestui kalian, dengan mudah, tapi aku ingin mengajukan syarat terlebih dahulu. Syaratnya itu adalah....
" Aku menyetujui kalian tetapi dengan 2 syarat." Ucapku.
__ADS_1
" Aku tau kau pasti tidak akan menyetujuinya dengan mudah. Jadi, apa syaratnya? " Brayen dengan suara sinis bertanya.
" Syaratnya cukup mudah dan berguna bagi kalian. Yang pertama, kalian berdua harus menikah 2 bulan lagi–
Mereka kaget dengan syarat pertamaku. Padahal ini baru syarat pertama.
" Apaaaa!!!??" Brayen membelalak kaget.
|Apa yang dia bicarakan, 2 bulan itu terlalu cepat. Dia memang benar-benar mendorong suaminya sendiri untuk menikahi gadis lain. |Pikir Brayen.
" Itu terlalu cepat, kau tahu kan itu ? " Brayen berteriak.
" Tapi aku setuju, dengan syarat Yang mulia Ratu. " Alex mendukung syaratku.
" Diam kau Alex!!! " Brayen membentaknya marah.
" Bukankah anda mencintai Lady Viona? itu akan bagus jika pernikahan kalian di percepat, jika memang kalian saling mencintai. " Jawabku datar.
|Sialan, itu tidak sesuai dengan rencanaku.| Pikir Brayen.
" Kau benar, tapi aku ingin mengadakan pernikahan dengan megah bersama Viona. " Brayen menjawab dengan serius.
Tapi aku tidak mundur, aku bilang.
" Kau bersemangat sekali yah, dengan pernikahan suamimu sendiri!! " Dengan mata menyolot Brayen menegurku.
" Pernikahan ini bukan keinginan saya, melainkan anda yang mulia!! " Aku balik melawan.
Aku akan berusaha keras untuk pernikahan ini, meski hatiku sakit, tapi demi dirimu aku akan menyiapkannya dengan sempurna.
Semua orang bergumam dan berbisik mengenaiku.
" Apa aku tidak salah dengar, ada seorang Ratu yang menyetujui suaminya menikah lagi? " Kata seorang laki-laki paruh baya.
" Yahh, bagaimana pun Yang mulia Raja kan memang tidak mencintai Yang mulia Ratu, mungkin Ratu sadar diri. " Celoteh seorang nyonya bangsawan.
" Itu akan bagus jika yang mulia Raja memilih Ratu lagi." Celoteh seorang lady.
Silahkan kalian mengoceh apa saja, baik itu buruk atau pun tidak. Aku hanya akan fokus pada tujuanku mulai sekarang.
" Ini baru syarat ke satu dan kalian sudah ribut!! " Bicaraku tegas.
__ADS_1
" Lanjutkan syarat ke 2." Ucap Brayen.
" Syarat ke 2, aku ingin Lady Viona mengambil tanggung jawabku nanti, setelah kalian menikah." Aku menambahkan syarat kedua.
" Hoooo, jadi kau ingin melimpahkan semua pekerjaanmu kepada Lady Viona nanti? " Brayen menyeringai.
" Yahhhhhh, lagi pulaa.....
|Aku tidak bisa mengatakan ini.|
" Apa yang lagi pula? " Tanya Brayen penasaran.
" Tidak ada.....jadi, dua syarat ini tidak bisa di ganggu gugat, meski yang mulia raja sekali pun. " Ucapku tegas.
" Baiklah, aku akan menyetujui syaratmu.Tapi!! " Brayen menegaskan.
" Tapi apa? " Tanyaku.
" Aku ingin Lady Viona tinggal di istana hari ini juga!! " Ucap Brayen gigih.
" Apa-apaaan kau Brayen!? " Celoteh Alex yang sedari tadi diam.
" Yang mulia apa anda yakin, jika saya harus tinggal di istana lebih dulu sebelum pernikahan? " Ucap Lady Viona.
" Viona, kau akan menjadi ratu jadi kau harus terus berada di sampingku, aku takut kau akan jadi sasaran para pembunuh. " Jawab Brayen penuh perhatian.
" Hanya itu saja? " Tanyaku yang sedari tadi memperhatikan mereka.
" Ya, dan satu lagi, kemasi barang-barangmu aku ingin Viona menempati istana mu, kau pergi saja ke istana barat!! " Brayen menyuruhku pergi dari kamarku.
Dasar bajingan!! jika aku tahu, aku tidak sudi mengenalmu!!
" Terserah!!!" Jawabku ketus.
| Apa-apaan bicaranya itu. | Pikir Brayen.
...----------------...
BERSAMBUNG.......
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE AND COMMEN