
" Ratu Ajertina dan Raja Aleandro? " Gumamku tidak percaya.
" Kenapa kau memberitahuku? " Tanyaku.
Dia tidak menjawab dan pergi begitu saja.
Aku mencoba mengejarnya, tetapi dia menghilang.
" Kemana dia? " Guamamku.
Saat aku mencari sosok tersebut, tiba-tiba alex yang sedang menahan para mayat hidup berteriak dari belakang.
" Rose!! Cepat masuk!! " Teriak Alex.
Karena situasi sangat genting, aku memutuskan untuk tidak mencari sosok tersebut, dan memilih masuk ke dalam.
Meski rasanya berat, aku harus tetap masuk dan mengabaikan sosok tersebut.
...----------------...
" Jika kau tahu bahwa aku adalah adikmu, kau akan sangat sedih. " Laki-laki itu berdiri di atas patung istana dengan menatap Rose yang masuk ke dalam.
| Potongan Rohku tersedot ke dalam sihir pembangkit, jika dia tahu aku adalah zekillion, dia akan sulit melupakanku lagi. | Gumamnya.
" Lagi pula, sihir ini tidak akan bertahan lama, kami akan lenyap saat matahari terbit. "
" Sampai saat itu, aku akan mengawasi dia. "
...----------------...
" Brayen, berhentilah menghindar dan serahkan mana milikmu, aku jamin semua rakyatmu akan damai dan tenang. " Ucap Berta.
Brayen memelototi Berta dengan tatapan galak.
kemudian dia berbicara.
" Aku tidak akan menyerahkannya! Sampai aku mati pun, jangan harap kau akan mendapatkannya. " Brayen masih gigih bertahan.
" Hah, apa kau tidak merasa kasihan dengan istrimu!? " Ucap Berta dengan tenang.
Sambil mengerutkan kening, Brayen bertanya dengan nada marah.
" Apa yang kau lakukan padanya!? " Tanya Brayen dengan suara serak.
" Siapa yang tahu." Ucap Berta dengan nada mengejek.
" Jangan sentuh dia sedikitpun!! " Brayen marah.
" Aku tidak menyentuh dia, aku hanya memberinya mainan yang dia rindukan. " Ucap Berta enteng.
" Apa maksudmu!? " Tanya Brayen.
" Adiknya! Dia mungkin sedang bermain-main dengan adiknya. "
" Jangan bilang, kau membangkitkan mayat hidup Zekillion!! "
" Ya tebakanmu benar, tapi bukan hanya dia, aku bahkan sengaja membangkitkan Ratu Kedua dan Raja terdahulu. "
" Ternyata kau bukan hanya lemah, Tetapi juga pengecut. " Brayen mengejek Berta.
__ADS_1
Berta terlihat marah, dia mengeluarkan sihirnya lagi dan mengarahkannya pada Brayen yang sudah terduduk di lantai.
Brayen tidak bisa menghindar, serangan sihir milik Berta mengenai dirinya sehingga dia terpental ke dinding dengan keras kemudian tumbang ke lantai.
Brayen masih membuka matanya, dia berusaha berdiri lagi dengan sisa tenaganya.
Brayen yang terduduk lemah, dengan darah yang mengalir di seluruh tubuhnya.
Merasakan bahwa badannya sudah tidak kuat manahan serangan sihir lagi.
| Karena aku menggunakan manaku untuk menghindari serangan sihir miliknya. Jantungku semakin terasa panas, rasanya akan meledak. Tidak ada cara lain lagi./
" Aku tahu bahwa kau sudah merasakan panas yang begitu hebat. Dari pada harus menderita, lebih baik menyerah saja. "
" Tidak ada kata menyerah dalam kehidupanku, sebaliknya kau saja yang menyerah!! "
Brayen mengelap darah yang keluar dari mulutnya.
" Kau sangat gigih dan keras kepala!! "
| Sialan!! Jika aku terus bermain-main dengannya, aku akan kehabisan mana dan tidak bisa merebut mana miliknya. Aku harus menyelesaikan ini sekarang juga. | Pikir Berta.
Berta baru menyadari, bahwa Brayen sedang memancingnya, agar dirinya terus mengeluarkan sihir, sehingga mana miliknya habis dan dia tidak bisa menggunakan sihir lagi.
" Kau pintar Brayen, aku tahu kau sedang menunggu mana milikku habis. "
" Ku kira kau bodoh, karena tidak menyadarinya. " Ucap Brayen lemah.
...----------------...
Rose dan para prajurit yang sudah masuk ke aula istana Brayen, mereka di sambut oleh Ratu Kedua Ajertina dan Raja Aleandro.
" Apa itu Raja Aleandro dan Ratu Ajertina! " Gumam Rose.
" Yang di katakan dia benar. " Rose mengingat kata-kata Mayat hidup yang menyerupai Zekillion.
– Kau akan bertemu dengan Ratu Ajertina dan Raja Aleandro I.
– Mereka berbeda dariku.
" Jadi, apa bedanya? " Gumam rose.
Rose membisikkan sesuatu kepada para prajurit agar mereka bersiap.
" Jangan lengah, mereka adalah mayat hidup yang di bangkitkan oleh penyihir. " Bisik rose.
" Baik yang mulia. " Jawab prajurit.
Rose mengambil ancang-ancang dan maju perlahan dengan pedang di tanganya.
Tapi anehnya, kedua mayat hidup itu terdengar sedang berselisih.
" Kenapa aku bertemu lagi denganmu!? " Ucap si mayat hidup Ratu Kedua.
" Apa maksudmu, aku juga tidak tahu kenapa aku terbangun lagi di sini!! " Sosok laki-laki itu pun terlihat bingung.
" Aku malas bertemu dengan dirimu, kau tidak pernah menjengukku saat sakit bahkan hingga aku mati, kau hanya peduli dengan Istri tuamu. " Ratu kedua murka.
__ADS_1
" Itu karena kau selalu mengusirku, saat aku mengunjungimu, kau selalu melempar barang-barangmu. " Raja Aleandro pun memberi alasan dengan kikuk.
" Kalian laki-laki, sudah mati pun tetap banyak alasan. Jika kau tidak mampu bersikap adil, sebaiknya jangan memiliki istri lebih. Lagi pula, banyak perempuan lain yang mau dengan dirimu, kenapa kau harus memaksaku!! " Ucapnya kesal.
" Karena kau adalah wanita pertama yang tidak menyukaiku, itu sangat langka. " Raja Aleandro memberi pengakuan.
" Aku menyesal karena tidak menyukaimu!! "
" Sangat....Sangat....menyesal!! " Tegasnya.
" Tapi kau telah melahirkan anak yang kuat dan bijaksana. " Ucap Raja Aleandro rendah.
" Bukankah kau tidak menyayanginya!! "
" Aku sangat menyayangi mereka berdua, tapi karena perempuan tua itu, aku harus menuruti perintahnya. "
" Kau tahu, bahwa dia akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang dia mau. "
" Apa maksud perkataan bodohmu itu. " Tanya Ratu Ajertina.
" Mayat hidup begini, begini, pun. aku masih mantan Raja. Jadi berilah aku sedikit harga diri di hadapan mereka semua. " Raja Aleandro menunjuk dan menatap ke arah Rose dan Prajurti yang lainnya.
Ratu Ajertina pun ikut melirik ke arah Rose.
" Dia kah menantu kita? " Ucap Ratu Ajertina.
" Hemmmmm, sepertinya begitu. " Ucap Raja Aleandro.
Mereka berdua menatap wajah Rose dengan teliti, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Tidak buruk, dia terlihat cantik, juga pemberani. " Ungkap Ratu Ajertina.
Rose yang berdiri dengan ancang-ancangnya yang bersiap menyerang, dirinya merasa kikuk dan heran dengan situasi yang dia hadapi saat ini.
| Kenapa begini? | Pikir Rose heran.
" Eey, kau jauh lebih cantik saat muda. " Raja Aleandro membandingkan.
" Berhenti bicara omong kosong, jika tidak. Kau akan mati dua kali di tanganku. "
" Lagi pula siapa yang berani membangkitkan kita, dia kira dia bisa mengendalikan kita. " Ungkap Raja Aleandro.
" Ekhem. Menantu, apa kau sudah membuat cucu dengan berandal itu? " Tanya Raja Aleandro serius.
" Berhentilah bicara omong kosong, kau tidak lihat!! Jika menantumu ketakutan melihat wajah burukmu! "
Rose hanya diam dan bengong, dia masih bingung dengan situasi yang dia hadapi sekarang.
Begitu pun dengan para prajurit, mereka tidak tahu apa yang terjadi.
" Nak, pergilah selamatkan Ray, kita tidak akan mengganggu. " Ratu Ajertina berbicara.
" Ya, berandal itu pasti sedang kesulitan. Kami tidak bisa di kendalikan oleh penyihir itu, dia mungkin berpikir bahwa sihir pembangkit miliknya bisa mengendalikan semua jiwa yang dia bangkitkan. Tapi nyatanya tidak. " Jelas Raja Aleandro.
" Jadi, pergilah, manfaatkan waktu semaksimal mungkin. " Ratu Ajertina menambahkan.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG.......